Breaking News

Home / Society Culture And History

Sabtu, 10 Mei 2025 - 21:22 WIB

Jelajah 10 Destinasi Wisata Buddha Menawan di Libur Panjang Waisak 2025

warta-kota.com – Waisak, hari raya penting bagi umat Buddha, selalu dinantikan setiap tahunnya.

Perayaan Waisak memperingati tiga peristiwa sakral dalam kehidupan Sang Buddha: kelahiran, pencapaian pencerahan (Bodh Gaya), dan wafatnya.

Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 1983, Waisak ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Baca juga: Hari Raya Waisak Jatuh pada 12 Mei 2025, Apakah Tanggal Merah?

Libur Waisak 2025 bahkan bertepatan dengan cuti bersama dan akhir pekan, menciptakan long weekend yang menyenangkan:

Destinasi Wisata Menarik untuk Liburan Waisak 2025

Bagi yang ingin merasakan atmosfer khidmat Waisak, berbagai destinasi wisata di Indonesia siap menyambut.

Berikut sepuluh pilihan destinasi wisata yang dirangkum Kompas.com dari berbagai sumber:

1. Candi Borobudur (Magelang)

Candi Borobudur selalu menjadi pusat perayaan Waisak, dengan puncak acara pelepasan ribuan lampion. Festival Lampion di Candi Borobudur tahun ini diadakan Senin (12/5/2025), terbagi dua sesi: pukul 18.00-20.00 WIB dan 21.23 WIB.

Menurut laman resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), candi megah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini menjadi ikon perayaan Waisak Nasional.

2. Candi Mendut (Magelang)

Berjarak hanya 4,5 km dari Candi Borobudur, Candi Mendut juga merupakan lokasi penting perayaan Waisak Nasional. Kemenparekraf mencatat, perayaan di Candi Mendut diawali dengan kirab.

Umat Buddha berjalan kaki dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, didampingi para biksu yang memercikkan air suci dan membagi bunga mawar kepada peserta kirab dan masyarakat.

3. Maha Vihara Mojopahit (Mojokerto)

Berlokasi di Desa Bejijon, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Maha Vihara Mojopahit menyimpan Patung Buddha Tidur terbesar ketiga di Asia Tenggara.

Informasi dari Kemenparekraf menyebutkan patung tersebut berukuran 22 meter panjang, 6 meter lebar, dan 4,5 meter tinggi, menghadap selatan (kiblat umat Buddha). Patung ini menggambarkan momen wafatnya Siddharta Gautama.

Baca Juga  Bongkar Paksa Bangunan Atalarik Syah: Kronologi Lengkap Sengketa Tanah

Patung Buddha Tidur yang dilapisi cat kuning keemasan ini juga dihiasi relief perjalanan Siddharta Gautama dalam menyebarkan dharma.

Baca juga: Ramai soal Jadwal KRL Berkurang saat Harpitnas Libur Panjang Waisak 2024, Ini Kata KAI Commuter

4. Klenteng Kwan Sing Bio (Tuban)

Di Jawa Timur, Klenteng Kwan Sing Bio menawarkan pengalaman wisata unik selama libur Waisak.

Terletak di Jalan Martadinata No. 1, Karangsari, Tuban, klenteng seluas 4-5 hektare ini termasuk salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Keunikannya terletak pada kepiting raksasa di atas gerbang dan patung Dewa Kwan Sing Tee Koen setinggi 30 meter.

5. Sanggar Agung Kenjeran (Surabaya)

Berada di tepi laut, Klenteng Sanggar Agung Kenjeran merupakan tempat ibadah bagi pemeluk Tri Dharma (Buddha, Konghucu, dan Taoisme).

Klenteng di Jl. Sukolilo No. 100, Kel. Sukolilo Baru, Kec. Bulak, Kota Surabaya ini memiliki arsitektur unik, memadukan gaya Jawa pada atap, unsur Bali pada bangunan, dan sentuhan kuil China pada beberapa bagiannya.

Gerbang samudra dengan patung Dewi Kwan Im raksasa, Long Nu, Sancai, 4 Maharaja Langit, dan dua naga menjadi daya tarik utama. Dari bawah gerbang, pengunjung dapat melihat Jembatan Suramadu.

Selain itu, terdapat Stupa Maha Brahma atau “Four Face Buddha” di belakang bangunan.

6. Vihara Ksitigarbha Bodhisattva (Kepulauan Riau)

Di Kepulauan Riau, Vihara Ksitigarbha Bodhisattva, atau Vihara Seribu Patung, menawarkan pemandangan unik.

Vihara di Jalan Asia Afrika KM 14, Tanjung Pinang ini memiliki 580 patung dengan detail wajah yang berbeda-beda, sering disebut sebagai “thousand faces of Buddha”.

Baca juga: Festival Lampion Waisak di Candi Borobudur Malam Ini, Pukul Berapa?

7. Candi Muaro Jambi (Jambi)

Sumatera juga memiliki situs bersejarah, Candi Muaro Jambi.

Baca Juga  Tujuh Paus Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Gereja Katolik

Candi dengan corak Hindu-Buddha ini terdiri dari 11 candi utama, dan diperkirakan masih ada 82 reruntuhan candi tertimbun (menurut Kemenparekraf).

Secara historis, Candi Muaro Jambi tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat pembelajaran agama Buddha.

8. Pulau Kemaro (Palembang)

Pulau Kemaro, 6 km dari Jembatan Ampera, menawarkan daya tarik wisata di Palembang.

Di tengah pulau terdapat Klenteng Hok Tjing Rio dan Pagoda sembilan lantai. Makam Tan Bu An dan Siti Fatimah, tokoh legenda pulau ini, juga berada di sana.

9. Vihara Buddhagaya Watugong (Semarang)

Vihara Buddhagaya Watugong di Banyumanik, Semarang, awalnya merupakan tempat ibadah, namun kini menjadi destinasi wisata.

Vihara ini memadukan budaya Tiongkok dan Thailand, ditandai dengan Pagoda Avalokitesvara dan patung Avalokitesvara Bodhisattva setinggi 5 meter.

Batu alam berbentuk gong, yang disebut Watugong, terletak di depan pos keamanan vihara.

Baca juga: Ramai soal Jadwal KRL Berkurang saat Harpitnas Libur Panjang Waisak 2024, Ini Kata KAI Commuter

10. Vihara Dhamadipa Arama (Kota Batu)

Vihara Dhammadipa Arama merupakan salah satu destinasi wisata religi terbesar bagi umat Buddha di Jawa Timur.

Kompleks vihara ini terdiri dari Dhammasala (tempat ibadah), museum, pagoda, patung Buddha tidur, Sekolah Tinggi Agama Buddha Kertarajasa, dan pusat meditasi universal.

Kompas.com (15/5/2022) melaporkan bahwa vihara ini menyimpan relik suci dari seorang yang telah mencapai tingkat tertinggi dalam ajaran Buddha.

Menurut Suwono, Penyuluh Agama Buddha dari Kantor Kementerian Agama Kota Batu (saat itu), relik tersebut merupakan sisa pembakaran jenazah yang dibacakan paritta (ayat suci), berasal dari Myanmar tahun 2001.

(Sumber: Kompas.com/Nugraha Saputra | Editor: Gloria Setyvani Putri)

Share :

Baca Juga

Society Culture And History

Unpad Sambut Gembira Mochtar Kusumaatmadja Jadi Pahlawan Nasional

Society Culture And History

Penyebab Runtuhnya Musala Al Khoziny: Analisis Lengkap Arsitek Terungkap

Society Culture And History

Jelajahi Vila Sintra: Istana, Museum, & Pesona Kota Tua Portugal

Society Culture And History

Kisah Haru Ibunda Luna Maya, Profil Desa Maya di Momen Siraman Putri Tersayang

Society Culture And History

Kisah Inspiratif Adit: Tontonan Pertama PSS Sleman di Maguwoharjo, Bukti Semangat Anak Tunanetra

Society Culture And History

Kisah Tak Terduga Paus Leo XIV di Papua Tahun 2003: Misi dan Aktivitasnya

Society Culture And History

10 Etika Wisatawan yang Wajib Anda Ketahui Sebelum ke Paris

Society Culture And History

Misteri Hurrem Sultan: Selir Ukraina, Bangsawan Italia, atau Penyihir Rusia? Pengaruhnya di Kesultanan Ottoman