Breaking News

Home / Society Culture And History

Jumat, 9 Mei 2025 - 09:22 WIB

Tujuh Paus Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Gereja Katolik

Pada Kamis malam, 8 Mei 2025, waktu Vatikan, Kardinal Robert Francis Prevost terpilih sebagai Paus ke-267. Paus pertama dari Amerika Serikat ini memilih nama Leo XIV. Pemilihannya dalam konklaf yang berlangsung sekitar 26 jam tercatat sebagai salah satu yang tersingkat dalam sejarah Gereja Katolik Roma.

Setelah terpilih menggantikan mendiang Paus Fransiskus, Paus Leo XIV muncul di balkon Basilika Santo Petrus, menyapa ribuan umat Katolik yang telah menanti kehadiran pemimpin baru mereka.

Mengutip Vatican News edisi Kamis, Juru Bicara Takhta Suci, Matteo Bruni, menjelaskan bahwa pria 69 tahun asal Chicago, Illinois, ini memilih nama Leo XIV sebagai penghormatan kepada Paus Leo XIII, penulis ensiklik Rerum Novarum (1891). Ensiklik ini menandai tonggak sejarah doktrin sosial modern Gereja Katolik.

Nama Paus Leo terakhir kali digunakan oleh Kardinal Vincenzo Pecci, yang terpilih sebagai Paus ke-256 pada 20 Februari 1878. Ia memerintah sebagai Paus Leo XIII hingga wafatnya pada 20 Juli 1903, sekitar 122 tahun yang lalu.

Nama Leo tercatat sebagai salah satu nama kepausan yang paling populer, digunakan oleh 13 Paus, termasuk Kardinal Robert Francis Prevost.

Berikut tujuh nama Paus yang paling sering digunakan sepanjang sejarah Gereja Katolik:

1. Yohanes

Nama Yohanes merupakan nama yang paling banyak digunakan oleh para Paus, sebanyak 21 kali. Popularitasnya dikaitkan dengan banyaknya orang suci bernama Yohanes, seperti Yohanes Pembaptis dan Rasul Yohanes, serta tradisi menghormati para pendahulu.

Baca Juga  Syahrini Dapat Penghargaan dari United Society Council: Beda UNESCO PBB? Ini Penjelasannya

Paus terakhir yang menggunakan nama ini adalah Kardinal Angelo Roncalli, Paus Yohanes XXIII. Menurut Pope History, beliau adalah pemimpin tertinggi Gereja Katolik ke-261 dan Paus ke-21 yang bernama Yohanes. Beliau telah dikanonisasi sebagai Santo oleh Gereja Katolik pada 27 April 2014 oleh Paus Fransiskus.

2. Benediktus

Nama Benediktus menempati urutan kedua, digunakan oleh 16 Paus. Paus Benediktus XVI adalah pengguna terakhir nama ini.

Lahir dengan nama Joseph Ratzinger di Jerman, Paus Benediktus XVI adalah pemimpin Gereja Katolik ke-265. Ia tercatat sebagai salah satu Paus tertua yang memimpin, sejak Paus Klemens XII pada tahun 1730. Ditahbiskan pada 19 April 2005, ia mengundurkan diri pada 28 Februari 2013.

3. Gregorius

Sama seperti Benediktus, nama Gregorius juga digunakan oleh 16 Paus, menempatkannya sebagai nama paling populer kedua. Kardinal Bartolomeo Cappellari adalah Paus Gregorius XVI terakhir.

Beliau menjadi pemimpin tertinggi Gereja Katolik ke-254, ditahbiskan pada 2 Februari 1831 dan memimpin hingga wafatnya pada 1 Juni 1846.

4. Klemens

Nama Klemens juga cukup populer, diadopsi oleh 14 Paus. Kardinal Giovanni Ganganelli, Paus Klemens XIV, adalah pengguna terakhir nama ini.

Ia memimpin Gereja Katolik sebagai Paus ke-249, sejak 19 Mei 1769 hingga wafatnya pada 22 September 1774.

5. Leo

Mirip dengan Inosensius, nama Leo juga digunakan oleh 14 Paus. Kardinal Robert Francis Prevost, terpilih sebagai Paus ke-267 pada 8 Mei 2025, menggunakan nama Paus Leo XIV.

Baca Juga  Sampoerna Gelar Pesta Rakyat 2025: Meriahkan Akhir Tahun!

Sebelumnya, 122 tahun lalu, Kardinal Vincenzo Pecci menggunakan nama Paus Leo XIII setelah terpilih sebagai Paus ke-256 pada 20 Februari 1878, memimpin hingga wafatnya pada 20 Juli 1903.

6. Inosensius

Sepanjang sejarah kepausan, nama Inosensius telah digunakan oleh 13 Paus. Paus Inosensius XIII, yang lahir dengan nama Michaelangelo dei Conti, adalah Paus ke-244.

Ia ditahbiskan pada 8 Mei 1721 dan memimpin hingga wafatnya pada 7 Maret 1724.

7. Pius

Nama Pius juga sering dipilih, digunakan oleh 12 Paus. Paus Pius XII adalah pengguna terakhir nama ini.

Lahir di Roma pada 2 Maret 1876 dengan nama Eugenio Maria Giuseppe Giovanni Pacelli, Pius XII ditahbiskan sebagai Paus ke-260 pada 2 Maret 1939 dan memerintah hingga wafatnya pada 9 Oktober 1958.

Kepausannya berlangsung beberapa bulan sebelum Perang Dunia II. Ia memainkan peran penting dalam berbagai peristiwa politik besar sepanjang 1939-1958, termasuk Perang Dunia II, Holocaust, dan awal Perang Dingin. Ia secara tegas menentang rezim totaliter seperti Nazi, Fasisme, dan Komunisme, dan berkomitmen pada pembelaan Hak Asasi Manusia (HAM).

Pilihan editor: Sederet Alasan Mahasiswa dan Masyarakat Sipil Gugat UU TNI ke MK

Share :

Baca Juga

Society Culture And History

Unpad Sambut Gembira Mochtar Kusumaatmadja Jadi Pahlawan Nasional

Society Culture And History

Jejak Paus Leo XIII di Indonesia: Lokasi Kunjungannya yang Mengejutkan

Society Culture And History

Luna Maya & Maxime Bouttier: Ritual Melukat Jelang Pernikahan Sakral

Society Culture And History

Kisah Tak Terduga Paus Leo XIV di Papua Tahun 2003: Misi dan Aktivitasnya

Society Culture And History

Mengenang Sirikit: Kisah Hidup Ibu Suri Thailand yang Inspiratif di Usia 93 Tahun

Society Culture And History

Cuti bersama 2026: Libur Lebaran dan daftar tanggal merah lengkap

Society Culture And History

Penyebab Runtuhnya Musala Al Khoziny: Analisis Lengkap Arsitek Terungkap

Society Culture And History

Budi Arie Sebut Delapan Tantangan Berat Koperasi Desa Merah Putih