
warta-kota.com Sosok Desa Maya Waltaurd Maiyer, ibunda Luna Maya, mungkin tak sering terlihat di televisi, namun pesonanya selalu menarik perhatian publik.

Kehadirannya dalam acara siraman jelang pernikahan Luna Maya pada Selasa, 6 Mei 2025, menjadi sorotan. Desa Maya tampil anggun dalam balutan kebaya merah muda.

Dengan sanggul sederhana dan rambut oranye yang mencolok, penampilannya tetap segar dan menawan.
Emosi haru tampak jelas terpancar dari raut wajah Desa Maya. Air matanya berlinang menyaksikan putrinya melangkah menuju pernikahan.
Ia beberapa kali menyeka air mata dengan tisu. Dalam acara siraman tersebut, Luna Maya memohon doa restu dan ampunan dari ibunya untuk pernikahannya dengan Maxime Bouttier.
“Aku meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah aku lakukan. Aku berharap ibu bisa memaafkanku dan memberikan restu untuk pernikahanku, Maxime untuk memulai hidup baru dalam pernikahan,” ungkap Luna Maya seperti dilansir dari kanal YouTube TS Media.

Luna juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada sang ibu atas segala dukungan dan didikan. Sebagai wujud bakti, Luna membasuh kaki Desa Maya.
“Ibu, thank you so much. Aku tahu selama ini aku mungkin sulit dinasihati. Tolong berkati aku dan suamiku, aku sangat menghormatimu dan terima kasih banyak atas semuanya,” tutur Luna Maya.
Siraman sakral ini digelar di Bali. Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier akan dilangsungkan pada Rabu, 7 Mei 2025.
Menjelang hari bahagia putrinya, mari kita mengenal lebih dekat profil Desa Maya.
Tangis Haru Luna Maya saat Sungkeman, Memohon Doa Restu untuk Pernikahannya dengan Maxime Bouttier
Mengenal Lebih Dekat Desa Maya Waltaurd Maiyer
Ibunda Luna Maya, Desa Maya Waltaurd Maiyer, adalah wanita berdarah Austria.
Sebelum menetap di Indonesia, Desa Maya berprofesi sebagai guru TK di Austria. Ia juga dikenal memiliki jiwa petualang dan gemar menjelajahi berbagai negara.
Ia menikah dengan Uut Bambang Sugeng, pria berdarah Cirebon-Bojonegoro, dan dikaruniai tiga orang anak: Ismael Dully, Tipi Jabrik, dan Luna Maya. Uut Bambang Sugeng dikabarkan meninggal dunia saat Luna masih remaja.
Saat ini, Desa Maya berbisnis di Bali, memiliki penginapan dan warung makan.
Berdasarkan tayangan kanal YouTube Luna Maya pada Minggu, 19 Juli 2020 (TribunLampung.co.id), terungkap bahwa Desa Maya memiliki sejumlah lahan dan bangunan di Bali.
“Ini lagi di daerah Keramas (Gianyar, Bali). Ibu lagi bangun rumah lagi. Ibu bangun-bangun terus,” kata Luna Maya dalam video tersebut.
“Ini (aku) juga baru pertama kali ke tanah ini. Nggak pernah tahu, ternyata ada tanah dan lagi mau dibangun sama ibu,” tambahnya.
Luna menjelaskan ibunya sering membeli tanah yang memiliki potensi berkembang. Ia bahkan terkejut melihat perkembangan pesat di area yang dibangun ibunya.
Profil Darius Sinathrya, Suami Donna Agnesia yang Sukses Bintangi Serial Sugar Daddy, Aktingnya Panen Pujian
Meskipun telah berusia 79 tahun, Desa Maya dikenal sebagai sosok yang sederhana, mandiri, dan peduli lingkungan. Ia sering melakukan aksi bersih-bersih pantai di Bali secara mandiri.
“Ibu emang sukanya beli tanah di daerah-daerah yang sepi, dibangun. Tiba-tiba beberapa tahun kemudian jadi ramai,” ungkap Luna Maya.
“Enak juga, depan situ pantai. Jadi paling cuma 2 km dari sini ada pantai. Di situ banyak orang surfing, jadi ya not bad,” lanjut Luna Maya. (*)















