
Paris, ibukota Prancis yang terletak di Eropa Barat, menawarkan pengalaman kuliner yang kaya dan memikat. Nikmati hidangan lezat dengan penyajian elegan sembari menikmati keindahan pemandangan khas Eropa.
Selain pesona alam dan kulinernya, Paris juga dikenal sebagai “Kota Mode,” pusat utama industri fesyen dunia. Seluruh proses, dari desain hingga penjualan, berpusat di kota ini.
Berkunjung ke Paris membutuhkan pemahaman akan etika lokal. Warta-kota.com merangkum 10 etika penting yang perlu Anda ketahui sebelum menjelajahi kota romantis ini.
1. Mengucap ‘Bonjour’ atau ‘Bonsoir’ sebagai sapaan 
Biasakan mengucapkan ‘Bonjour’ (pagi/siang) atau ‘Bonsoir’ (malam) saat memasuki tempat umum seperti hotel, restoran, apotek, kafe, toko roti, dan toko lainnya.
Sapaan ini merupakan tanda hormat dan kesopanan. Respons ramah dari penduduk lokal seringkali memudahkan Anda jika membutuhkan bantuan.
Menunjukkan rasa hormat kecil ini dapat membuka pintu untuk interaksi yang lebih positif.
2. Gunakan Bahasa Inggris dengan perlahan dan jelas 
Setelah mengucapkan ‘Bonjour’, Anda dapat bertanya, ‘Do you speak English, please?’. Di tempat wisata, banyak yang memahami Bahasa Inggris.
Namun, di restoran atau toko kecil, kemampuan berbahasa Inggris mungkin terbatas. Bicara dengan pelan, jelas, dan gunakan frasa sederhana untuk memastikan komunikasi yang efektif dan menghormati.
Hindari berbicara terlalu keras atau cepat untuk menjaga kesopanan.
3. Ucapkan ‘Merci, au revoir’ saat meninggalkan tempat 
Ucapkan ‘Merci, au revoir’ (Terima kasih, sampai jumpa) saat meninggalkan suatu tempat, sebagai bentuk penghargaan, bahkan jika mereka sibuk.
Respons umum adalah ‘Merci, bonne journee/bonne soiree’ (selamat siang/selamat malam). Keengganan untuk mengucapkan terima kasih dapat dianggap tidak sopan.
4. Gunakan nada bicara rendah 
Warga Paris umumnya berbicara dengan nada suara rendah, terutama di restoran. Sesuaikan nada bicara Anda untuk menjaga kesopanan dan harmoni.
Menyesuaikan diri dengan kebiasaan lokal ini menunjukkan rasa hormat terhadap budaya setempat.
5. Hindari flash kamera di tempat umum 
Di gereja, museum, galeri seni, dan beberapa restoran, penggunaan flash kamera dilarang. Perhatikan rambu-rambu larangan yang tertera di pintu masuk.
Menggunakan flash dianggap mengganggu dan tidak sopan oleh warga lokal.
6. Lepas sepatu di rumah orang lain 
Jika diundang ke rumah atau apartemen, lepaskan sepatu Anda sebelum masuk. Jalanan Paris yang kotor membuat kebiasaan ini penting.
Jika ragu, tanyakan kepada tuan rumah. Mereka akan dengan senang hati memberi tahu Anda.
7. Bawalah hadiah kecil saat berkunjung ke rumah orang lain 
Bawalah hadiah kecil, seperti kue kering atau sebotol anggur (biaya sekitar 10-15 Euro), atau bunga, lilin, atau cinderamata dari negara asal Anda.
Keramahan ini menunjukkan rasa hormat dan penghargaan kepada tuan rumah.
8. Tutup pintu kamar mandi 
Orang Prancis biasanya menutup pintu kamar mandi. Tutup pintu setelah digunakan sebagai penghormatan terhadap privasi.
Ini menunjukkan pemahaman akan batas-batas ruang pribadi.
9. Keterlambatan 15 menit dianggap wajar 
Berbeda dengan budaya lain, terlambat 15 menit untuk acara makan malam dianggap wajar di Paris. Namun, ketepatan waktu tetap penting untuk urusan bisnis.
Pahami konteks situasi agar tidak salah tafsir.
10. Hindari pembicaraan tentang uang 
Warga Prancis lebih menghargai ide dan proses daripada uang itu sendiri. Membicarakan uang dianggap tabu dan tidak sopan.
Hindari pertanyaan tentang penghasilan atau keuangan untuk menjaga kesopanan.
Dengan memahami etika kunjungan ke Paris ini, Anda dapat menikmati perjalanan dengan lebih nyaman dan menghormati budaya lokal. Semoga perjalanan Anda menyenangkan!
Foto Anak Kedua Ario Bayu yang Baru Lahir di Paris Rahasia Awet Muda Paris Hilton Tanpa Suntik Botox 13 Gaya Artis Korea di Paris-Milan Fashion Week 2024 Paling Ikonik















