Breaking News

Home / Crime

Kamis, 4 September 2025 - 20:51 WIB

Nadiem Makarim Kunjungi Keluarga Affan, Sampaikan Belasungkawa Mendalam

“`html

Dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan Kejaksaan Agung, Nadiem Makarim terlihat meninggalkan gedung Pidana Khusus Kejaksaan Agung pada hari Kamis, 4 September 2025. Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ini resmi ditetapkan sebagai tersangka kelima dalam pusaran kasus korupsi pengadaan Chromebook di Kementerian yang pernah dipimpinnya.

Di tengah kerumunan wartawan yang membanjirinya dengan pertanyaan saat digiring menuju mobil tahanan, Nadiem, yang juga dikenal sebagai ayah dari empat orang anak, menyempatkan diri menyampaikan ungkapan duka citanya kepada almarhum Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online.

Affan menjadi korban tragis setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob Polda Metro Jaya saat berlangsungnya upaya pembubaran demonstrasi di depan Gedung DPR RI pada tanggal 28 Agustus 2025. “Saya menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga Affan dan seluruh rekan-rekan ojol,” ucap Nadiem pada Kamis, 4 September 2025.

Kejadian nahas yang merenggut nyawa Affan Kurniawan terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis malam, 28 Agustus 2025. Saat itu, Affan sedang menjalankan tugas mengantarkan pesanan makanan, yang mengharuskannya melewati kerumunan massa demonstran yang sedang berunjuk rasa.

Rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen ketika Affan terjatuh sebelum akhirnya terlindas oleh rantis tersebut. Beberapa saksi mata di lokasi kejadian menuturkan bahwa Affan terjatuh saat berusaha mengambil telepon selulernya yang terlepas. Kepergian Affan Kurniawan memicu gelombang demonstrasi besar sebagai bentuk protes terhadap tindakan aparat kepolisian.

Baca Juga  Gary Iskak Kecelakaan: Polisi Ungkap Fakta Penting Soal Helm

Nadiem Makarim adalah sosok di balik berdirinya Gojek, sebuah perusahaan yang didirikannya pada tahun 2010. Ironisnya, Affan merupakan salah satu mitra pengemudi di perusahaan tersebut. Sejak tahun 2021, Gojek melakukan merger dengan Tokopedia, membentuk entitas bisnis baru bernama PT GoTo Gojek Tokopedia.

Saat ini, Nadiem terjerat kasus hukum sebagai tersangka dalam dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek. Perusahaan yang pernah dirintisnya, Gojek, juga menjadi sorotan dan sedang diselidiki oleh Kejagung. Penyidik tengah berupaya mengungkap potensi keterkaitan antara investasi yang dilakukan Google terhadap Gojek dengan keputusan memilih Chromebook sebagai perangkat pengadaan dalam program digitalisasi Kemendikbudristek di era kepemimpinan Nadiem sebagai menteri. Perlu diketahui, Chromebook adalah produk andalan dari Google.

“Penyidik pada hari ini kembali menetapkan satu orang sebagai tersangka, dengan inisial NAM, yang menjabat sebagai Mendikbudristek periode 2019-2024,” tegas Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Nurcahyo Jungkung Madyo, dalam konferensi pers yang digelar di gedung Pidsus Kejagung pada Kamis, 4 September 2025.

Baca Juga  KPK Dalami Dugaan Korupsi Jalan Mempawah, Kerugian Negara Capai Rp 40 Miliar

Pihak kejaksaan menduga bahwa Nadiem terlibat dalam sebuah kesepakatan tersembunyi dengan pihak Google untuk memuluskan jalan Chromebook agar terpilih sebagai perangkat yang akan diadakan. Setelah kesepakatan tersebut tercapai, Nadiem, bersama dengan empat tersangka lainnya, dituding berkolaborasi untuk memastikan bahwa Chromebook menjadi pilihan utama dalam pengadaan di Kemendikbudristek.

Penyidik juga tengah mendalami investasi yang dilakukan Google terhadap PT GoTo Gojek Tokopedia pada tahun 2020. Gojek, yang didirikan oleh Nadiem, kemudian melakukan merger dengan Tokopedia pada tahun 2021. Penelusuran difokuskan pada apakah ada korelasi antara terpilihnya Chromebook dengan investasi Google ke Gojek.

Nilai anggaran yang dialokasikan untuk program digitalisasi ini mencapai angka fantastis, yaitu Rp 9,3 triliun untuk periode 2019-2022. Namun, perlu dicatat bahwa tidak seluruh dana tersebut digunakan untuk pembelian Chromebook. Sumber pendanaan juga berasal dari dua pos anggaran yang berbeda, yaitu Dana Alokasi Khusus dan APBN. Dari total anggaran pengadaan tersebut, jumlah laptop Chromebook yang berhasil diadakan mencapai 1,2 juta unit.

Pilihan Editor: Investasi Google di Gojek Sebelum Nadiem Makarim Membeli Chromebook

“`

Share :

Baca Juga

Crime

Nikita Mirzani Sakit: Kondisi Terkini Usai Sidang Enam Jam

Crime

Laras Faizati Jadi Tersangka: Diduga Provokasi Demo Bakar Mabes Polri!

Crime

Ayu Puspita, pemilik WO di Jaktim dijerat pasal penipuan dan penggelapan

Crime

Motivator Terungkap Dalang Pembunuhan Kepala Cabang BRI: Fakta Terbaru!

Crime

Terungkap! Inilah 8 Tersangka Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Crime

Ketua RW Ungkap Detik-Detik Penggerebekan Penculik Kepala Cabang Bank Jakarta

Crime

KPK Dalami Kasus ASDP Usai Rehabilitasi Ira Puspadewi dan Lainnya

Crime

Pangdam Jaya Instruksikan Pemberantasan Premanisme di Industri dan Pertokoan Jakarta