
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menyelidiki kemungkinan keterlibatan seorang menteri dari kabinet Presiden Joko Widodo dalam kasus dugaan korupsi terkait penerbitan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. “Tentu saja, kami saat ini sedang mendalaminya,” ungkap Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Jumat malam, 22 Agustus 2025.
Asep menjelaskan bahwa praktik pemerasan dalam proses pengurusan sertifikasi K3 ini diduga telah berlangsung sejak tahun 2019. Oleh karena itu, investigasi juga diarahkan kepada para staf khusus, termasuk mantan staf khusus menteri yang mungkin terkait. “Ini baru hari pertama. Kami baru saja melakukan konfirmasi kepada individu-individu yang kami amankan kemarin, dan tentu saja, kami akan terus mengembangkan penyelidikan ini,” jelasnya.
Sebelumnya, posisi Menteri Ketenagakerjaan dijabat oleh Ida Fauziyah, yang memegang amanah tersebut mulai dari 23 Oktober 2019 hingga 30 September 2024. Jabatan ini sempat mengalami kekosongan selama masa transisi pergantian presiden. Presiden Prabowo Subianto kemudian menunjuk Yassierli untuk mengisi posisi Menteri Ketenagakerjaan.
Dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan pada 20 Agustus 2025, KPK berhasil mengamankan 14 orang. Setelah melalui proses penyidikan, sebanyak 11 orang ditetapkan sebagai tersangka, termasuk Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer. Seluruh tersangka langsung ditahan mulai dari tanggal 22 Agustus hingga 10 September 2025. Presiden Prabowo Subianto telah mengambil tindakan tegas dengan mencopot Immanuel Ebenezer dari jabatannya sebagai wakil menteri setelah penetapan status tersangka tersebut.
















