Breaking News

Home / Politics

Minggu, 26 Oktober 2025 - 20:52 WIB

Konflik Thailand-Kamboja Berakhir Damai di KTT ASEAN, Disaksikan Trump!

Sebuah babak baru dalam hubungan bilateral tercipta, saat Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menorehkan tinta emas dalam sejarah, menandatangani perjanjian damai yang mengakhiri sengketa perbatasan yang sempat memanas di antara kedua negara.

Prosesi penandatanganan bersejarah ini berlangsung di tengah gegap gempita KTT Ke-47 ASEAN, bertempat di Kuala Lumpur Convention Centre (KLCC), Malaysia, pada hari Minggu, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Antara.

Momen penting ini disaksikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang menjabat sebagai Ketua ASEAN pada tahun ini, serta Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Dalam pidatonya di acara penandatanganan, Presiden Trump menyoroti peran krusial Perdana Menteri Malaysia, selaku Ketua ASEAN, dalam memfasilitasi pertemuan antara Thailand dan Kamboja untuk berdialog konstruktif di Kuala Lumpur.

Trump menekankan bahwa ketika eskalasi konflik terjadi di perbatasan kedua negara, Amerika Serikat dengan sigap menunjukkan komitmennya terhadap stabilitas dan perdamaian, baik di kawasan tersebut maupun di seluruh penjuru dunia.

Oleh karena itu, Trump menegaskan bahwa pemerintahannya turut aktif berupaya mencegah meluasnya konflik yang berpotensi merugikan banyak pihak.

“Saya secara langsung menghubungi kedua pemimpin melalui percakapan telepon. Saat itu, saya berada di Turnberry, Skotlandia. Kami melakukan serangkaian panggilan telepon, baik tiga pihak maupun empat pihak,” ungkap Trump.

Baca Juga  Inilah Kandidat Kuat Dirjen Pesantren Kemenag Terbaru!

Saat itu, Trump mendorong kedua pemimpin negara untuk mengutamakan jalur perdamaian dibandingkan dengan eskalasi konflik yang berpotensi menimbulkan pertumpahan darah dan kerugian yang tidak perlu. Upaya serupa juga dilakukan oleh PM Malaysia, Anwar Ibrahim.

Akhirnya, pada penghujung bulan Juli, setelah serangkaian diskusi yang intensif dan produktif, tercapai kesepakatan gencatan senjata antara Thailand dan Kamboja. Kedua negara sepakat untuk menghentikan segala bentuk permusuhan dan membangun hubungan baik sebagai tetangga yang harmonis – sebuah realitas yang kini mulai terwujud.

Sebagai bagian dari kesepakatan, tawanan perang Kamboja akan dibebaskan. Selain itu, berdasarkan perjanjian yang telah disepakati, pengamat dari negara-negara anggota ASEAN, termasuk Malaysia, akan ditempatkan untuk memastikan perdamaian tetap terjaga. Trump meyakini bahwa situasi ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi kawasan Timur Tengah, khususnya di Gaza.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, atas nama Malaysia dan sebagai Ketua ASEAN, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan komitmen Amerika Serikat dalam menjaga perdamaian di kawasan.

Baca Juga  Prabowo Respons Demo: DPR Harus Peka, Tunjangan Dicabut!

Anwar mengapresiasi upaya pribadi Trump dalam menghubungi langsung Perdana Menteri Thailand dan Kamboja, mendorong penyelesaian damai melalui dialog dan diplomasi.

“Dunia ini membutuhkan pemimpin yang berani berjuang demi perdamaian, bahkan jika itu berarti melanggar konvensi lama. Saat Presiden (Trump) tiba di bandara, beliau mengajak saya untuk menumpang mobil bersamanya – sedikit melanggar protokol keamanan – tetapi beliau senang melakukannya. Kami memiliki banyak kesamaan: saya pernah dipenjara, beliau hampir juga,” kata Anwar.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, dan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menyampaikan ucapan terima kasih atas keterlibatan Ketua ASEAN dan Presiden Trump dalam mendorong perdamaian di antara kedua negara.

Bagi PM Hun Manet, momen perdamaian ini memiliki nilai historis yang sangat penting.

Sementara itu, PM Anutin Charnvirakul menyatakan bahwa perdamaian ini merupakan bentuk penghormatan terhadap kedaulatan teritorial masing-masing negara.

PM Anutin juga menambahkan bahwa perdamaian adalah harapan yang telah lama dinantikan oleh rakyat kedua negara, dan mereka pantas untuk menerimanya.

Pilihan Editor: PM Thailand Teken Gencatan Senjata dengan Kamboja, Absen KTT ASEAN

Share :

Baca Juga

Politics

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Petani Sumringah!

Politics

Prabowo Resmi Lantik Nathius-Aryoko Pimpin Papua: Era Baru Dimulai!

Politics

UU Tapera: MK Beri Waktu 2 Tahun untuk Penataan Ulang

Politics

PKB Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Gubernur Riau

Politics

Bolsonaro Divonis 27 Tahun: Skandal Brasil Gegerkan Dunia!

Politics

Ustad Abdul Somad Klaim Gubernur Riau Abdul Wahid Tidak Terjaring OTT KPK

Politics

KPK Dalami Dugaan Keterlibatan Menteri di Kasus Korupsi Kemnaker

Politics

Sensus Penduduk IKN: BPS Siapkan Pendataan Khusus dan Mendalam