
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi pernyataan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengenai polemik dugaan pemalsuan ijazah yang ditujukan kepadanya.
Megawati sebelumnya menyatakan bahwa Jokowi tak perlu ragu menunjukkan ijazahnya kepada publik jika yakin ijazah tersebut asli.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengungkapkan perasaannya:
“Jujur, saya sedih jika proses hukum terkait ijazah ini berlanjut. Saya merasa iba, namun ini sudah keterlaluan. Kita nantikan saja proses hukum selanjutnya,” kata Jokowi kepada wartawan usai memberikan klarifikasi di Bareskrim Polri, Selasa (20/5).
Jokowi menjelaskan bahwa pemeriksaan forensik yang dilakukan penyidik Bareskrim bertujuan untuk meyakinkan publik mengenai keaslian ijazahnya.
Namun, ia menegaskan bahwa ia baru akan menunjukkan ijazahnya jika diminta oleh pengadilan.
“Agar semuanya jelas dan terang benderang, lembaga yang paling berwenang untuk melihat ijazah saya adalah pengadilan,” tegas Jokowi.
Jokowi menjalani pemeriksaan selama kurang lebih satu jam di Bareskrim Polri. Ia mengaku menjawab sekitar 22 pertanyaan penyidik terkait laporan yang diajukan Eggi Sudjana dari TPUA.
Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 RI dan Ketua Umum PDI Perjuangan, turut berkomentar mengenai perdebatan publik terkait ijazah Jokowi. Menurut Megawati, masalah ini seharusnya dapat diselesaikan dengan mudah.
“Mengapa harus sulit? Jika memiliki ijazah, tunjukkan saja, ‘Ini ijazah saya’, begitu,” ujar Megawati.
















