Bagan Jawa,warta-kota.com | Menghadapi pemilihan kepala desa mendatang, calon kepala desa Bagan Jawa, IRWANTO,Memaparkan visi dan misi pembangunan yang berpijak pada musyawarah, adat, dan pemberdayaan masyarakat. Visi ini dirumuskan dari aspirasi warga yang menginginkan desa yang bersatu, melestarikan budaya, sekaligus adaptif dengan perkembangan zaman.
“VISI”
“Terwujudnya Desa Bagan Jawa yang Bersatu, Beradat, dan Berdaya Melalui Musyawarah, Pelestarian Budaya, dan Pemberdayaan Ekosistem Lokal”
“MISI”
1. Mengutamakan Musyawarah & Persatuan*
Setiap kebijakan dan program kerja akan diputuskan melalui musyawarah desa. Keputusan bersama dijunjung tinggi untuk menjaga persatuan dan kesatuan seluruh warga Bagan Jawa.
2. Memberdayakan Ekosistem Lingkungan
Mengoptimalkan potensi alam, laut, dan pertanian yang ada di lingkungan desa. Program ekonomi berbasis sumber daya lokal akan didorong agar warga lebih mandiri dan sejahtera.
3. Menjunjung Tinggi Adat Istiadat Warisan Nenek Moyang
Adat istiadat Bagan Jawa dilestarikan sebagai identitas desa. Nilai-nilai luhur warisan leluhur dijadikan landasan moral dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.
4. Merangkul Kaum Milenial dalam Pembangunan
Kaum muda/milenial dilibatkan aktif melalui program kreatif, digitalisasi pelayanan, dan pelatihan keterampilan. Generasi muda jadi motor penggerak inovasi desa.
5. Bersinergi dengan Tokoh Masyarakat & Ulama
Mengajak tokoh adat, tokoh masyarakat, dan para ulama duduk bersama. Sinergi ini untuk memastikan pembangunan desa berjalan sesuai norma agama, adat, dan kebutuhan warga.
6. Menghidupkan Kembali Seni Budaya Desa
Seni tari, pantun, silat, dan budaya Melayu Bagan Jawa akan diaktifkan kembali melalui sanggar, festival desa, dan kegiatan rutin. Budaya jadi perekat sosial sekaligus daya tarik wisata.
7. Memfasilitasi Pelayanan Publik yang Mudah & Ramah
Pelayanan administrasi desa dipercepat, transparan, dan humanis. Warga Bagan Jawa harus merasa dilayani, bukan dipersulit.
Calon kepala desa menegaskan, “Pembangunan tanpa kebersamaan akan rapuh. Dengan musyawarah kita putuskan, dengan adat kita berpijak, dengan milenial kita melangkah maju. Bagan Jawa harus bangkit menjaga jati diri sekaligus membuka peluang baru.TUTUPNYA.(REDAKSI)















