Breaking News

Home / Crime

Kamis, 6 November 2025 - 21:51 WIB

KPK Dalami Dugaan Korupsi Jalan Mempawah, Kerugian Negara Capai Rp 40 Miliar

warta-kota.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menggali informasi terkait dugaan praktik korupsi dalam proyek pembangunan jalan di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, yang terjadi pada tahun 2015. Sebagai bagian dari proses investigasi, dua saksi kunci telah dipanggil dan diperiksa oleh tim penyidik.

Dua saksi yang dimintai keterangannya adalah Rukijo, seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Dana Perimbangan di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, dan Desi Meriana, yang juga berstatus sebagai PNS. Pemeriksaan terhadap keduanya dilakukan untuk mengumpulkan bukti dan fakta terkait kasus ini.

“Proses pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK,” ungkap juru bicara KPK, Budi Prasetyo, saat memberikan keterangan kepada awak media pada hari Kamis (6/11).

Meskipun demikian, Budi belum bersedia memberikan rincian lebih lanjut mengenai materi pemeriksaan yang diajukan kepada kedua saksi. Ia menjelaskan bahwa informasi lebih detail akan diumumkan kepada publik setelah proses pemeriksaan selesai dan analisis data dilakukan secara menyeluruh.

Kasus dugaan korupsi proyek jalan di Mempawah ini turut menyeret nama besar Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Saat proyek tersebut dilaksanakan, Ria Norsan masih menjabat sebagai Bupati Mempawah untuk periode 2009–2014 dan kemudian 2014–2018.

Baca Juga  KPK periksa 9 orang dalam OTT di Banten, sita Rp 900 juta

Sebagai informasi, Ria Norsan telah dua kali menjalani pemeriksaan oleh KPK sebagai saksi. Pemeriksaan pertama dilakukan pada tanggal 21 Agustus 2025, dan pemeriksaan kedua berlangsung pada tanggal 4 Oktober 2025. Pada pemeriksaan perdananya, ia dicecar pertanyaan selama kurang lebih 12 jam untuk mengungkap perannya dalam proyek tersebut.

Dalam pemeriksaan yang kedua, tim penyidik fokus mendalami proses pengajuan anggaran proyek hingga sejauh mana keterlibatan Ria Norsan dalam proyek yang diduga kuat telah merugikan keuangan negara hingga mencapai angka Rp 40 miliar.

Proyek yang tengah menjadi fokus penyelidikan KPK meliputi pekerjaan peningkatan Jalan Sekabuk–Sei Sederam dan Jalan Sebukit Rama–Sei Sederam. Proyek ini didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari pemerintah pusat.

Sebelumnya, tim penyidik KPK telah melakukan serangkaian penggeledahan di beberapa lokasi penting, termasuk rumah pribadi dan rumah dinas Ria Norsan, serta rumah dinas Bupati Mempawah saat ini, Erlina, yang juga merupakan istri dari Ria Norsan.

Baca Juga  Misteri Ledakan SMAN 72: Pelaku Sempat Bertanya Soal Bulan Bahasa?

Dari hasil penggeledahan tersebut, penyidik berhasil menyita sejumlah dokumen yang diyakini memiliki keterkaitan erat dengan proyek tersebut. Namun, hingga saat ini, KPK belum memberikan keterangan rinci mengenai jenis dokumen apa saja yang berhasil diamankan.

KPK menegaskan komitmennya untuk terus mendalami dugaan keterlibatan Ria Norsan dalam perkara ini. Lembaga antirasuah tersebut menyatakan tidak akan ragu untuk meningkatkan status hukum Ria Norsan menjadi tersangka, apabila alat bukti yang terkumpul dinilai telah mencukupi.

Saat ini, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan di Kabupaten Mempawah ini. Dua di antaranya adalah penyelenggara negara, sementara satu tersangka lainnya berasal dari pihak swasta.

Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan, pihak swasta yang terlibat adalah Direktur Utama PT Aditama Borneo Prima, Lutfi Kaharuddin. Sementara itu, dua tersangka lainnya adalah Abdurrahman (A), yang menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan Idi Syafriadi (IS), yang bertugas sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Pengadaan di Kabupaten Mempawah.

Share :

Baca Juga

Crime

Kasus Korupsi Immanuel Ebenezer: Mengapa Pejabat Kaya Raya Tetap Korupsi?

Crime

Roy Suryo dan Dokter Tifa Jadi Tersangka: Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi Mencuat

Crime

Misteri Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Fakta Mengejutkan Terungkap

Crime

Frizzy Masih Diperiksa Polisi, Benny Simanjuntak Beri Dukungan di Soetta

Crime

Frizzy Jonathan Resmi Tersangka Kasus Vape Berbahaya Etomidate

Crime

Polisi Berhasil Ringkus 17 Anggota GRIB Jaya Terkait Kasus Penguasaan Lahan BMKG

Crime

Operasi “Identify Me” Ungkap Identitas Jasad Wanita di Spanyol Setelah 20 Tahun

Crime

6 polisi jadi tersangka pengeroyokan 2 mata elang hingga tewas di Kalibata: langgar kode etik berat