
JAKARTA, KOMPAS.com – Harley-Davidson mengincar segmen pasar baru dengan rencana peluncuran motor berkapasitas mesin lebih kecil dan harga yang lebih terjangkau. Strategi ini bertujuan menarik pengendara pemula yang ingin merasakan sensasi berkendara dengan motor Harley-Davidson.
Seperti diketahui, model-model entry level seperti Forty-Eight dan 883 Sportster telah dihentikan produksinya. Saat ini, Nightster Special menjadi model termurah mereka, namun harganya masih tergolong tinggi, mencapai sekitar Rp 500 juta di Indonesia.
Harley-Davidson telah memiliki lini produk bermesin kecil yang dipasarkan di India dan China. Kemungkinan besar, produk-produk tersebut dapat diperluas pemasarannya ke negara-negara lain.
Baca juga: MotoGP Gelar Balapan Harley-Davidson Mulai 2026
Kolja Rebstock, Wakil Presiden Pasar Internasional Harley-Davidson, mengakui penurunan volume penjualan setelah penghentian produksi Sportster yang cukup sukses di pasaran.
“Meskipun model tersebut kurang menguntungkan secara finansial, itu menjadi tantangan bagi kami. Bagaimana memasuki pasar motor bermesin kecil namun tetap menjaga kesehatan finansial perusahaan,” jelas Rebstock.
Baca juga: GIIAS 2025: BYD Luncurkan Denza Z9 dengan Booking Fee Rp 50 Juta
Potensi pasar untuk motor Harley-Davidson bermesin kecil sangat besar. Keberadaannya dapat menjadi jembatan bagi konsumen untuk selanjutnya beralih ke model Harley-Davidson yang lebih besar. Selain itu, pasar ini juga menyasar konsumen baru, termasuk pemula dan perempuan.
Meskipun telah menghadirkan model petualang seperti Pan America dan Sportster S yang lebih sporty, citra cruiser dan soft tail tetap menjadi identitas kuat Harley-Davidson.














