Breaking News

Home / Public Safety And Emergencies

Rabu, 14 Mei 2025 - 03:22 WIB

TNI AD Musnahkan Amunisi: Kontroversi Warga Sipil di Lokasi

warta-kota.com – , Jakarta – Sebuah insiden ledakan memilukan terjadi selama proses pemusnahan amunisi kadaluarsa di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin pagi, 12 Mei 2025. Tragedi ini mengakibatkan 13 jiwa melayang; empat di antaranya personel TNI Angkatan Darat, sementara sisanya warga sipil yang berada di sekitar lokasi.

Kehadiran warga sipil di lokasi pemusnahan amunisi usang TNI ini menimbulkan berbagai pertanyaan. TNI AD kini tengah melakukan investigasi internal, berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan BKSDA. “Penyelidikan menyeluruh akan kami lakukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” tegas Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana, dalam keterangan tertulis pada Senin, 12 Mei 2025.

Klaim TNI AD

Menanggapi pertanyaan mengenai keberadaan warga sipil di lokasi kejadian, Jenderal Wahyu Yudhayana tidak memberikan penjelasan lebih lanjut. Beliau hanya menyatakan bahwa seluruh prosedur pengamanan dan penyisiran lokasi telah dilakukan sebelum kegiatan dimulai.

Ia menambahkan bahwa lokasi pemusnahan amunisi cukup jauh dari pemukiman warga, berada di lahan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang memang kerap digunakan untuk pemusnahan bahan peledak oleh pihak militer.

Baca Juga  Eddie Nalapraya, Mantan Wagub Jakarta dan Maestro Pencak Silat, Tutup Usia

“Tim pengamanan telah menempati pos masing-masing dan memastikan lokasi aman sebelum peledakan dilakukan,” jelas Wahyu dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Dugaan Warga Sipil Mengumpulkan Sisa Selongsong Amunisi

Camat Cibalong, Dianavia Faizal, menjelaskan bahwa pihak kecamatan telah menerima pemberitahuan dari TNI mengenai rencana pemusnahan amunisi tersebut satu minggu sebelumnya. Lokasi di sekitar pantai selatan itu memang lazim digunakan untuk pemusnahan amunisi tak terpakai atau kadaluarsa.

Ia menduga para korban tengah mencari sisa selongsong amunisi. “Saya tidak mengetahui detail teknis kejadian. Namun, pemusnahan amunisi di Kampung Cijeruk sudah biasa dilakukan. Warga sudah mengetahui hal ini, dan biasanya ada penggantian jika rumah warga mengalami kerusakan akibat pemusnahan,” ungkap Faizal, Senin, 12 Mei 2025.

Keluarga Menyanggah Tuduhan Memulung

Keluarga korban membantah anggapan bahwa para korban tengah memulung sisa selongsong amunisi. Mereka menegaskan bahwa para korban sedang bekerja.

Farid (33), adik kandung korban Endang Rahmat, menjelaskan bahwa kakaknya bekerja di area peledakan sejak April setelah Lebaran. Ia bekerja sebagai buruh harian lepas atas ajakan temannya. “Gajinya saya tidak tahu pasti, katanya sekitar Rp150.000 hingga Rp200.000 per hari,” ujarnya saat ditemui di RSUD Pameungpeuk, Garut, Selasa, 13 Mei 2025.

Baca Juga  Gus Alam Tutup Usia: Ketua DPRD Kendal Sampaikan Belasungkawa, Kenang Sosok Humorisnya

Endang terakhir kali menghubungi keluarga sehari sebelum kejadian. Dalam komunikasi tersebut, ia hanya menyampaikan bahwa sedang bekerja di area peledakan dan dalam keadaan baik. “Kakak saya pekerja serabutan. Syukurlah, pemerintah akan bertanggung jawab kepada keluarga,” tambah Farid.

Bantahan serupa disampaikan keluarga korban Yus dan Anwar, warga Kecamatan Pameungpeuk. Mereka menolak tudingan bahwa kerabatnya merupakan pemulung. Keluhan ini disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat mengunjungi RSUD Pameungpeuk.

“Saya menuntut pertanggungjawaban. Karena ayah saya di sana bukan seperti yang orang pikirkan. Ayah saya bukan pemulung, melainkan bekerja sama dengan tentara. Saya tahu itu sejak masa sekolah. Ayah saya tidak sembarangan melawan TNI,” ungkap salah satu anak perempuan korban sambil menangis.

Sigit Zulmunir berkontribusi dalam penulisan artikel

Pilihan Editor: Koalisi Sipil Desak DPR Bentuk Tim Pencari Fakta Pemusnahan Amunisi TNI

Share :

Baca Juga

Public Safety And Emergencies

Demo 28-29 Agustus: Sorotan Media Asing terhadap Unjuk Rasa di Indonesia

Public Safety And Emergencies

Polisi Bone Pukul Mundur Demonstran Tolak Kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan

Public Safety And Emergencies

Terungkap: Kronologi Lengkap OTT KPK Wamenaker Immanuel Ebenezer!

Public Safety And Emergencies

Keluarga Arya Daru Desak Rekonstruksi Ulang Kasus Misterius!

Public Safety And Emergencies

Polda Metro Jaya Antisipasi Demo Ojol Jakarta: Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas Besok

Public Safety And Emergencies

Taman Daan Mogot Digerebek, Dua Pria Diduga Prostitusi Gay Diamankan

Public Safety And Emergencies

Prabowo tinjau pengungsi banjir Langkat, tegaskan negara tak tinggalkan warga

Public Safety And Emergencies

Tiga Jenderal Polri Beri Klarifikasi Kasus Tewasnya Pengemudi Ojol Terlindas