Breaking News

Home / Public Safety And Emergencies

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 06:51 WIB

Demo 28-29 Agustus: Sorotan Media Asing terhadap Unjuk Rasa di Indonesia

Gelombang demonstrasi yang melanda Indonesia dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan utama media-media internasional. Aksi unjuk rasa yang dimulai pada Kamis, 28 Agustus 2025, berlanjut dengan eskalasi pada Jumat, 29 Agustus 2025, di berbagai kota, dipicu oleh insiden tragis yang menimpa Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online, yang meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari kendaraan taktis Brimob.

Media-media asing tersebut secara intensif mengamati dan melaporkan perkembangan protes, menyoroti bahwa demonstrasi yang semakin meluas merupakan wujud akumulasi kekecewaan mendalam di kalangan masyarakat. Mereka menekankan bahwa kematian Affan telah menjadi katalisator kemarahan publik, terutama terkait isu-isu mendasar seperti kondisi sosial, ketidaksetaraan ekonomi, dan dinamika politik nasional.

BBC

Dalam laporannya yang berjudul Protesters and Police Clash After Death of Taxi Driver in Indonesia, BBC menyoroti secara khusus kasus Affan Kurniawan sebagai faktor utama yang memicu demonstrasi besar-besaran di seluruh Indonesia.

Kantor berita asal Inggris ini melaporkan terjadinya bentrokan antara demonstran dan aparat kepolisian di berbagai wilayah. Di Makassar, dilaporkan bahwa kantor DPRD setempat mengalami kebakaran yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia karena terjebak di dalam gedung. BBC juga menyoroti penggunaan gas air mata oleh polisi untuk membubarkan massa, sementara para demonstran merespons dengan melemparkan batu dan kembang api.

Lebih lanjut, BBC memberikan perhatian khusus pada suasana pemakaman Affan, yang dihadiri oleh ribuan pengemudi ojek online yang mengenakan seragam hijau khas Gojek. Beberapa tokoh publik, termasuk Kapolda Metro Jaya dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, turut hadir untuk menyampaikan ucapan belasungkawa.

BBC juga mencatat bahwa Presiden Prabowo telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan represif yang dilakukan oleh aparat. Lebih lanjut, BBC berpendapat bahwa demonstrasi ini menjadi ujian signifikan bagi kepemimpinan Prabowo, terutama di tengah sorotan publik terkait isu tunjangan pejabat dan meningkatnya biaya hidup.

Baca Juga  Tragis! Gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Roboh: Tiga Tewas, Puluhan Hilang

Al Jazeera

Dalam laporannya yang berjudul Why Are Antigovernment Protests Taking Place in Indonesia?, Al Jazeera melihat gelombang kerusuhan di Indonesia sebagai manifestasi dari akumulasi kemarahan yang telah lama terpendam di kalangan masyarakat.

Media yang berbasis di Qatar tersebut menjelaskan bahwa tuntutan para demonstran tidak hanya terbatas pada kasus kematian Affan, tetapi juga mencakup penolakan terhadap berbagai kebijakan ekonomi dan politik yang dianggap tidak adil dan tidak memihak kepada kepentingan rakyat. Salah satu isu yang disoroti adalah kebijakan tunjangan perumahan sebesar Rp 50 juta per bulan untuk anggota DPR, yang dianggap sebagai bukti nyata kesenjangan antara elite politik dan masyarakat luas.

Selain itu, Al Jazeera juga menyoroti tuntutan terkait kenaikan upah, beban pajak yang memberatkan, dan inflasi yang terus meningkat. Mereka menilai bahwa aksi demonstrasi ini merupakan tantangan terbesar yang dihadapi oleh Presiden Prabowo sejak ia dilantik pada bulan Oktober tahun lalu.

Al Jazeera juga melaporkan dampak langsung demonstrasi terhadap pasar keuangan, termasuk penurunan indeks saham dan pelemahan nilai tukar rupiah. Laporan tersebut diakhiri dengan pernyataan bahwa respons Presiden Prabowo terhadap situasi ini akan menentukan apakah pemerintahannya akan tetap berada di jalur demokrasi atau justru berpotensi berbelok ke arah otoritarianisme.

The Diplomat

Laporan yang berjudul Indonesian Protesters Clash With Police During Demonstrations Over Parliamentary Perks menyoroti bahwa aksi ribuan demonstran di Jakarta mencerminkan ketidakpuasan mendalam terhadap arah kebijakan ekonomi dan politik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Media yang berbasis di Asia tersebut juga menyoroti tewasnya Affan Kurniawan sebagai pemicu utama gelombang protes yang lebih luas. Mereka juga mengutip enam tuntutan utama yang disuarakan oleh para demonstran, termasuk penghentian praktik outsourcing, pembentukan satuan tugas PHK, dan reformasi sistem pajak tenaga kerja. Kesenjangan yang mencolok antara gaji anggota parlemen dan rata-rata pendapatan nasional menjadi simbol jurang sosial yang semakin menganga.

Baca Juga  Tragis! Kebakaran Hong Kong Renggut Nyawa 2 WNI, 2 Lainnya Luka-Luka

Bloomberg

Bloomberg dalam laporannya berjudul Prabowo Criticizes Police as Protest Death Fuels Jakarta Unrest menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto yang secara terbuka mengkritik kinerja kepolisian setelah kematian Affan Kurniawan. Ia menyatakan “terkejut dan kecewa” atas tindakan brutal aparat, namun tetap menyerukan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan waspada terhadap pihak-pihak yang mungkin mencoba memanfaatkan situasi untuk kepentingan mereka sendiri.

Media tersebut juga melaporkan tentang ribuan demonstran yang terus bertahan di jalan-jalan, menghadapi tembakan gas air mata, membakar barikade, dan meneriakkan slogan-slogan seperti “polisi pembunuh” di depan markas besar kepolisian Jakarta.

Bloomberg juga melaporkan bahwa organisasi mahasiswa menuntut pencopotan Kapolri, sementara kelompok buruh menyatakan siap untuk melanjutkan aksi demonstrasi hingga tuntutan mereka dipenuhi. Selain itu, media ini juga menyoroti dampak ekonomi dari peristiwa ini, seperti penurunan tajam pada indeks saham sebesar 1,5 persen, pelemahan nilai tukar rupiah hampir 1 persen, dan kenaikan imbal hasil obligasi secara signifikan.

Media ini juga menyoroti kebijakan tunjangan perumahan sebesar Rp 50 juta per bulan untuk anggota DPR sebagai simbol ketidakadilan, terutama mengingat fakta bahwa 42 ribu pekerja telah secara resmi terkena PHK dalam enam bulan terakhir.

Bloomberg juga menyertakan pandangan para analis mengenai situasi ini. Kevin O’Rourke, pimpinan konsultan Reformasi Information Services yang berbasis di Jakarta, menggambarkan fenomena ini sebagai masalah serius dan berpendapat bahwa Presiden Prabowo sedang berada dalam “jalur tabrakan” dengan mahasiswa dan investor sekaligus.

Pilihan Editor: Buntut Kematian Affan Kurniawan: Presiden Prabowo Didesak Evaluasi Kinerja Polri

Share :

Baca Juga

Public Safety And Emergencies

Korban kecelakaan bus di Tol Krapyak akan dapat santunan

Public Safety And Emergencies

Ledakan Amunisi Garut: Ketua Komisi I DPR Sebut Akibat Kecerobohan Fatal

Public Safety And Emergencies

Tragedi Sumatera: Banjir Bandang dan Longsor Tewaskan Ratusan, Ribuan Mengungsi

Public Safety And Emergencies

Waspada! 3 Titik Demo Jakarta Hari Ini, 8 September 2025

Public Safety And Emergencies

Polda Jatim Resmikan Crisis Center untuk Korban Ponpes Al-Khoziny

Public Safety And Emergencies

Pemadaman Listrik Bali Hari Ini: Ubud & Sekitarnya Terkena Dampak

Public Safety And Emergencies

Polda Metro Jaya Didesak Hentikan Pemeriksaan 14 Demonstran Hari Buruh

Public Safety And Emergencies

Fakta banjir bandang Guci Tegal yang lenyapkan kolam pemandian air panas