Breaking News

Home / Public Safety And Emergencies

Minggu, 24 Agustus 2025 - 00:51 WIB

Terungkap: Kronologi Lengkap OTT KPK Wamenaker Immanuel Ebenezer!

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Immanuel Ebenezer, yang menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan yang melibatkan sejumlah perusahaan. Kasus ini berkaitan dengan proses pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.

Penangkapan Noel Ebenezer oleh KPK dilakukan melalui operasi tangkap tangan (OTT KPK) yang berlangsung pada hari Rabu, 20 Agustus 2025. Dalam operasi tersebut, tim KPK berhasil mengamankan 14 orang dari berbagai lokasi, yang terdiri dari pegawai Kementerian Ketenagakerjaan dan pihak-pihak dari sektor swasta.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Terjerat Kasus Pemerasan

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, mengungkapkan bahwa Immanuel Ebenezer diduga kuat terlibat dalam tindak pidana pemerasan ini. “Bahkan, terdapat indikasi permintaan. Artinya, proses yang dilakukan oleh para tersangka ini dapat dikatakan diketahui oleh IEG (Noel),” jelasnya di Gedung Merah Putih KPK pada hari Jumat, 22 Agustus 2025.

Kronologi Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Noel Ebenezer

Setyo menjelaskan bahwa penangkapan Ebenezer berawal dari laporan pengaduan masyarakat yang diterima oleh KPK. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim KPK bergerak secara paralel pada hari Rabu hingga Kamis, 21 Agustus 2025, di beberapa lokasi di Jakarta, dan berhasil mengamankan 14 orang.

Fokus awal penyidikan KPK adalah proses serah terima uang antara perusahaan jasa dan seorang koordinator bernama IBM. Diketahui bahwa IBM adalah inisial dari salah satu tersangka, yaitu Irvian Bobby Mahendro, yang menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 periode 2022-2025.

Baca Juga  Freeport: Kisah Pekerja Tambang Bawah Tanah dan Upaya Keselamatan Kerja

“Dari proses tersebut, dilakukan pendalaman lebih lanjut di lapangan yang kemudian mengarah kepada beberapa pihak, salah satunya adalah IEG,” ujar Setyo. IEG sendiri merupakan inisial dari Immanuel Ebenezer Gerungan.

Modus pemerasan dalam pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan, menurut Setyo, berawal dari adanya perbedaan tarif yang signifikan. Seharusnya, biaya resmi yang dikenakan kepada para pekerja hanya sebesar Rp 275 ribu. Namun, fakta di lapangan yang ditemukan KPK menunjukkan bahwa pungutan yang terjadi mencapai angka hingga Rp6 juta.

“Biaya sebesar Rp 6 juta ini bahkan mencapai dua kali lipat dari rata-rata pendapatan atau upah UMR yang diterima oleh para pekerja,” ungkap Setyo.

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menyatakan bahwa praktik pemerasan ini telah berlangsung sejak tahun 2019. Sementara itu, Immanuel Ebenezer, yang lebih dikenal dengan sapaan Noel, baru menduduki jabatan sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan pada tahun 2024. Seharusnya, selama masa jabatannya hingga tahun 2025, Noel memiliki kesempatan untuk menghentikan praktik yang sudah lama berlangsung tersebut.

“Artinya, IEG (Noel) mengetahui, membiarkan, bahkan meminta dan menerima sesuatu, berupa Rp 3 miliar dan sebuah motor, yaitu motor Ducati,” kata Asep.

Baca Juga  Rektor Unisba Bantah: Tidak Ada Polisi Masuk Area Kampus!

Dalam OTT tersebut, KPK berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain 15 kendaraan bermotor roda empat, 7 unit sepeda motor, serta uang tunai sebesar Rp 170 juta dan USD 2.201. “Dugaan pemerasan ini telah terjadi sejak beberapa periode waktu sebelumnya. Penyidikan perkara ini berlangsung sejak tahun 2019 hingga saat ini,” tegas Setyo.

Atas tindakan tersebut, Immanuel Ebenezer bersama tersangka lainnya diduga melanggar Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP, juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Selain itu, Ebenezer juga diberhentikan dari jabatannya sebagai Wamenaker oleh Presiden Prabowo Subianto. Pemecatan ini dilakukan oleh Prabowo pada malam hari setelah KPK menetapkan Noel sebagai tersangka dalam kasus pemerasan ini.

“Presiden telah menandatangani keputusan presiden (Keppres) tentang pemberhentian Immanuel Ebenezer dari jabatannya sebagai wakil menteri ketenagakerjaan,” ujar Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam keterangan resmi pada Jumat malam, 22 Agustus 2025.

Dede Leni M, Rizki Yusrial, dan Raihan Muzzaki turut serta dalam penulisan artikel ini.

Pilihan Editor: Prabowo Resmi Memberhentikan Immanuel Ebenezer dari Jabatan Wamenaker

Share :

Baca Juga

Public Safety And Emergencies

Polda DIY Terapkan Metode Ilmiah Ungkap Kasus Kecelakaan Maut Mahasiswa UGM

Public Safety And Emergencies

Kemacetan Jakarta Parah: Pramono Ancam Jasa Marga Soal Tanggung Jawab

Public Safety And Emergencies

Desakan Puan Maharani: Panggil Panglima TNI Terkait Ledakan Amunisi Garut

Public Safety And Emergencies

Gempa Filipina M7,4 Picu Tsunami Minor di 7 Wilayah Indonesia

Public Safety And Emergencies

Ledakan Amunisi Garut: Ketua Komisi I DPR Sebut Akibat Kecerobohan Fatal

Public Safety And Emergencies

Demo Besar-besaran Ojol: Janji Prabowo Soal Kesejahteraan Driver Terancam?

Public Safety And Emergencies

Le Minerale Sigap Ulurkan Bantuan Korban Bencana Sumatra

Public Safety And Emergencies

Fakta banjir bandang Guci Tegal yang lenyapkan kolam pemandian air panas