Breaking News

Home / Finance

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 05:51 WIB

IHSG: Valuasi Menarik, Dividen Tinggi, Masih Layak Investasi?

warta-kota.com JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memiliki daya tarik yang kuat jika dibandingkan dengan performa bursa saham di kawasan regional. Pada penutupan perdagangan hari Jumat (29/9), IHSG tercatat berada pada posisi 7.839,49.

Selama sesi perdagangan, investor asing mencatatkan angka net sell yang signifikan, mencapai Rp 1,12 triliun di seluruh pasar. Namun, perlu dicatat bahwa dalam kurun waktu sebulan terakhir, investor asing masih menunjukkan aktivitas net buy dengan nilai mencapai Rp 10,82 triliun.

Adrian Joezer, Head of Equity Research and Strategy Mandiri Sekuritas, mengamati bahwa arus dana asing yang masuk ke aset saham tidak hanya terjadi di pasar saham Indonesia, melainkan juga di bursa saham lainnya di berbagai negara.

BEI Tegaskan Fundamental Pasar Saham RI Masih Kuat

Data per 20 Agustus 2025 menunjukkan bahwa aliran dana bersih investor asing di pasar Jepang mencapai angka US$ 21,39 miliar dalam satu bulan terakhir. Pada periode yang sama, pasar Korea Selatan juga mencatat aliran dana asing masuk sebesar US$ 1,83 miliar.

Baca Juga  Pahami 5 Fakta Mengejutkan tentang Money Laundering: Pencucian Uang yang Harus Anda Ketahui

Menurut Joezer, masuknya arus dana asing ke sejumlah pasar saham juga dipengaruhi oleh sentimen pasar, terutama ekspektasi mengenai potensi penurunan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan FOMC September 2025, serta pelemahan nilai tukar dolar AS.

Inflow tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Thailand, yang sudah menunjukkan tren positif. Selain itu, penurunan yield bond juga berkontribusi terhadap peningkatan likuiditas yang masuk ke pasar saham,” jelasnya dalam presentasi baru-baru ini.

Sementara itu, Joezer menjelaskan bahwa aliran dana asing yang masuk ke pasar saham Indonesia didorong oleh pencarian investor terhadap aset keuangan yang masih menawarkan imbal hasil yang kompetitif, mengingat IHSG mengalami tekanan pada paruh pertama tahun 2025.

“Selain itu, antisipasi masuknya beberapa saham ke dalam indeks global, seperti MSCI, berpotensi memicu inflow, dan hal ini sudah terlihat pada pekan lalu. Momentum ini dimanfaatkan oleh para investor,” ungkap Joezer.

Baca Juga  IHSG Melesat: Dampak Positif Kesepakatan Dagang RI-Uni Eropa Terhadap Pasar Saham

IHSG Anjlok 1,53% ke 7.830 pada Jumat (29/8/2025), SCMA, TOWR, KLBF Top Losers LQ45

Joezer menekankan bahwa secara valuasi, posisi IHSG masih menarik dan relatif rendah. Berdasarkan perhitungan Mandiri Sekuritas, valuasi IHSG berada di sekitar 11,6 kali Price Earning (PE) dengan dividend yield sebesar 5,6%.

Untuk saham-saham big caps, Joezer memperkirakan valuasi IDX30 berada pada level 10,6 kali. Sementara itu, dividend yield yang ditawarkan oleh konstituen IDX30 diproyeksikan oleh Joezer dapat mencapai 5,9%.

“Kemungkinan masih ada ruang bagi valuasi untuk meningkat, karena yield SBRI dan obligasi mengalami tekanan. Ini mengindikasikan bahwa investor memiliki peluang untuk berinvestasi pada saham blue chip di atas tingkat suku bunga,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Finance

BI Jatim Ungkap Strategi Ampuh Kendalikan Harga Pangan

Finance

Investor Asing Jual Saham Ini Secara Masif, Senin

Finance

Pengendali Jual 10 Juta Saham NAYZ: Dampaknya Bagi Hassana Boga Sejahtera?

Finance

Pertumbuhan Ekonomi India Melambat, Namun Tetap Tercepat di Dunia

Finance

Garuda Indonesia GIAA Terbitkan Saham Baru Demi Modal Rp 23 Triliun

Finance

Renovasi Ponpes Al Khoziny: Bisakah APBN Digunakan Tanpa Melanggar Aturan?

Finance

China Akhiri Larangan Impor Pesawat Boeing: Dampaknya pada Industri Penerbangan Global

Finance

Roblox dan Empat Perusahaan Lainnya Ditunjuk DJP Sebagai Pemungut Pajak PMSE