Breaking News

Home / Finance

Jumat, 7 November 2025 - 22:51 WIB

Garuda Indonesia GIAA Terbitkan Saham Baru Demi Modal Rp 23 Triliun

“`html

warta-kota.com JAKARTA. PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) tengah mempersiapkan langkah strategis dengan menerbitkan saham baru. Aksi korporasi ini dilakukan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD), sebagai bagian penting dari upaya restrukturisasi dan pemulihan kesehatan finansial perusahaan.

Dalam rencana yang telah disusun, Garuda Indonesia berencana untuk menerbitkan sebanyak 315,61 miliar saham seri D, dengan nilai nominal yang ditetapkan sebesar Rp 75 per saham. Tujuan utama dari penerbitan saham baru ini adalah untuk memperkuat struktur permodalan, meningkatkan likuiditas, mengurangi beban liabilitas, serta secara keseluruhan memperbaiki kondisi keuangan perusahaan agar operasional dapat terus berjalan dengan baik.

Data keuangan hingga 30 Juni 2025 menunjukkan bahwa Garuda Indonesia memiliki modal kerja bersih negatif sebesar US$ 1,49 miliar. Total liabilitas perusahaan tercatat sebesar US$ 8,01 miliar, sementara total aset mencapai US$ 6,51 miliar. Dengan demikian, persentase total liabilitas terhadap total aset pada periode tersebut adalah sebesar 123%.

Danantara Suntik Modal ke Garuda Indonesia (GIAA) Lewat Private Placement

Manajemen GIAA, dalam ringkasan prospektus yang diterbitkan, menjelaskan bahwa dana yang diharapkan terkumpul dari pelaksanaan PMTHMETD adalah sebesar Rp 23,67 triliun. Dana ini akan bersumber dari dua komponen utama: modal tunai sebesar Rp 17,02 triliun dan konversi pinjaman dari pemegang saham sebesar Rp 6,65 triliun.

Baca Juga  IHSG Berpeluang Lanjut Melemah pada Kamis (23/10), Cek Rekomendasi Saham Berikut

Adapun alokasi dana yang diperoleh dari pelaksanaan PMTHMETD telah dirancang sebagai berikut:

  • Sebesar 37% akan dialokasikan untuk modal kerja dan operasional, termasuk pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat. Rinciannya, biaya perawatan dan perbaikan pesawat sebesar US$ 111,34 juta berasal dari shareholder loan (SHL), serta Rp 6,88 triliun dari penambahan modal tunai untuk pesawat tertentu yang jatuh tempo pada periode 2025/2026.
  • Sebesar 63% akan digunakan untuk memperkuat permodalan anak perusahaan, Citilink, melalui konversi pinjaman pemegang saham menjadi modal dan setoran modal tunai. Fokus restrukturisasi pada Citilink ini bertujuan untuk memitigasi potensi risiko strategis dan dampak sosial yang mungkin timbul. Peningkatan modal ini dijadwalkan akan dilakukan pada Desember 2025. Nantinya, Citilink akan menggunakan dana tersebut sebesar 47% untuk membiayai modal kerja dan operasional, seperti pembayaran biaya perawatan dan perbaikan pesawat. Sementara 16% akan digunakan untuk membayar utang pokok pembelian bahan bakar pesawat Citilink kepada Pertamina sebesar US$ 225 juta.

Pelaksanaan PMTHMETD ini akan dilakukan oleh PT Danantara Aset Manajemen (DAM), yang bertindak sebagai pihak terafiliasi. Keputusan ini diambil mengingat kondisi keuangan GIAA yang dinilai memerlukan intervensi segera. Sebagai pemegang saham utama, Danantara Aset Manajemen dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan bisnis Garuda Indonesia.

DAM nantinya akan menyetorkan modal secara tunai kepada Garuda Indonesia sebesar Rp 17,02 triliun, yang diperoleh dari partisipasinya dalam pengambilan bagian atas saham yang diterbitkan melalui PMTHMETD.

Baca Juga  Divestasi 12% saham Freeport untuk Indonesia masuk finalisasi

Sisa dana dari PMTHMETD, yang berjumlah sekitar Rp 23 triliun, akan digunakan untuk membayar utang anak usaha Citilink kepada DAM sebesar Rp 6,65 triliun. Pinjaman senilai US$ 405 juta ini sebenarnya merupakan pinjaman yang telah disepakati sejak 24 Juni 2025.

Namun, dalam prospektus dijelaskan bahwa pinjaman ini akan dikonversi menjadi saham. “Saat ini, Garuda Indonesia dan DAM telah sepakat untuk mengkonversi seluruh SHL yang telah dicairkan menjadi Saham Baru melalui mekanisme PMTHMETD berdasarkan rencana konversi SHL yang termuat dalam 16 Surat DAM No. SR.022/DI-DAM/MDR/2025 tanggal 29 Oktober 2025 perihal Penambahan Penyertaan Modal kepada PT Garuda Indonesia Tbk,” demikian pernyataan manajemen dalam keterbukaan informasi. Harga wajar saham yang akan menjadi dasar pelaksanaan konversi akan ditetapkan dalam RUPSLB sebesar Rp 75 per saham. Penetapan harga ini telah disesuaikan dengan ketentuan kewajaran yang berlaku.

Namun, rencana ini masih memerlukan persetujuan dari para pemegang saham yang akan dibahas dalam RUPSLB pada tanggal 12 November. Pada hari Jumat (7/11), harga saham GIAA tercatat berada di level Rp 110 per saham.

“`

Share :

Baca Juga

Finance

Sentimen Pasar Mendukung: Kenaikan Harga Minyak Terbatas Hingga Akhir Tahun

Finance

Konflik Internal PSBS Biak: Pemegang Saham Mundur, Klub Kembali ke Bupati

Finance

KPK Ungkap Tumpukan Uang Korupsi Taspen: Sitaan Rp 300 Miliar dari Investasi Fiktif

Finance

Insanul Fahmi Ungkap Alasan Jatuh Hati pada Inara Rusli: Bukan Sekadar Bisnis!

Finance

Kiwoom Sekuritas Ungkap 7 Sektor Saham Potensial Kuartal IV: Cek Daftarnya!

Finance

Toyota Akuisisi Saham Astra Digital Mobil: Perkuat Dominasi Pasar Mobil Bekas

Finance

PT Vale Indonesia: Manfaatkan Energi Air untuk Keberlanjutan Hijau

Finance

Semen Indonesia Bagikan Dividen Jumbo Rp648,75 Miliar & Reshuffle Direksi