Breaking News

Home / Finance

Minggu, 28 September 2025 - 23:52 WIB

IHSG Melesat: Dampak Positif Kesepakatan Dagang RI-Uni Eropa Terhadap Pasar Saham

JAKARTA, KOMPAS.com – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan tren positif dengan penguatan sebesar 0,60 persen sepanjang minggu lalu.

Menurut analisis dari PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), aktivitas investor asing mencatatkan aksi jual bersih atau outflow sejumlah Rp 1 triliun di pasar reguler selama periode tersebut.

David Kurniawan, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, menyoroti bahwa IHSG sempat mencatatkan rekor tertinggi baru di angka 8.168 pada tanggal 24 September 2025.

“Kenaikan IHSG pada minggu ini juga didukung oleh adanya kesepakatan perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa, memberikan dorongan positif bagi saham-saham perusahaan eksportir,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang dirilis pada hari Senin (29/9/2025).

Baca juga: IHSG Diprediksi Menguat, Investor Bisa Pantau Sektor Perbankan hingga Komoditas Ekspor

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sejumlah sentimen baik dari dalam maupun luar negeri turut memengaruhi dinamika IHSG selama periode 22-26 September 2025. Dari sisi global, harapan akan adanya pelonggaran kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) menjadi faktor pendorong.

Baca Juga  Rekomendasi Saham TINS, BBTN, AKRA: Peluang Trading Kamis, 11 September 2025

Sentimen tersebut memicu optimisme di pasar global bahwa The Fed akan kembali menurunkan suku bunga, sehingga mendorong aliran dana investasi menuju pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

David juga menambahkan bahwa perjanjian perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa memainkan peran krusial. Perjanjian ini mencakup kesepakatan substantif terkait penurunan tarif hingga 80 persen untuk produk-produk ekspor Indonesia, yang akan mulai berlaku pada tahun 2027.

“Hal ini berpotensi meningkatkan prospek perdagangan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Selain itu, pergerakan IHSG juga dipengaruhi oleh lonjakan harga emas spot yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, menyentuh angka sekitar 3.759 dollar AS per troy ounce.

Baca juga: IHSG Sepekan Meningkat 0,60 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp Rp 14.888 Triliun

Dari sisi domestik, sentimen force majeure Grasberg, yang merupakan gangguan produksi di sektor pertambangan, turut memberikan pengaruh. Operasional tambang Freeport di Grasberg terhenti akibat bencana lumpur (mudflow), yang berpotensi berdampak pada prospek ekspor tembaga dan emas.

Baca Juga  IHSG Anjlok: Dana Jumbo Danantara Diharapkan Jadi Penyelamat

Ia juga menuturkan bahwa stabilitas nilai tukar rupiah yang dijaga oleh Bank Indonesia semakin memperkuat kepercayaan investor asing untuk terus melakukan akumulasi aset di pasar domestik.

“Jika sentimen positif ini terus berlanjut, IHSG berpotensi bergerak dalam tren bullish jangka pendek,” tegasnya.

Sebagai informasi tambahan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan peningkatan sebesar 0,60 persen selama sepekan, mencapai level 8.099,33, naik dari penutupan minggu sebelumnya yang berada di level 8.051,11.

Kapitalisasi pasar bursa juga mengalami kenaikan sebesar 1,74 persen, mencapai Rp 14.888 triliun, dibandingkan dengan angka Rp 14.632 triliun pada minggu sebelumnya.

Share :

Baca Juga

Finance

Oktober Berkah: Jadwal Pembagian Dividen Interim Delapan Emiten Terungkap!

Finance

Panduan Lengkap: 7 Langkah Investasi Saham Aman Bagi Pemula

Finance

Rupiah Perkasa: Menguat ke Rp 16.699, Dolar AS Tertekan!

Finance

IHSG Melonjak ke 7.929,3: BRPT, MDKA, & ADRO Teratas LQ45

Finance

Strategi Lo Kheng Hong: Saham Blue Chip Wajib Beli atau Jual? Panduan Investor Receh

Finance

Desakan DPR AS: Hapus Saham Alibaba dan Perusahaan China Lainnya dari Bursa

Finance

Ancaman Penurunan Eksposur Indonesia di Pasar Global: Saham BEI Terancam Keluar MSCI

Finance

Dana Kopdes Merah Putih Cair: Purbaya Ungkap Jadwal Pencairan Saat Program Siap