Breaking News

Home / Finance

Senin, 25 Agustus 2025 - 06:51 WIB

Pengendali Jual 10 Juta Saham NAYZ: Dampaknya Bagi Hassana Boga Sejahtera?

warta-kota.com – JAKARTA. Kabar terbaru dari bursa saham, pemegang saham pengendali PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ), yaitu PT Nusa Perkasa International, dilaporkan telah melakukan pengurangan terhadap porsi kepemilikan saham yang dimilikinya.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan pada hari Senin (25/8/2025), PT Nusa Perkasa International tercatat menjual sebanyak 10.002.294 lembar saham NAYZ. Penjualan tersebut dilakukan dengan harga Rp 40 per saham. Dengan demikian, PT Nusa Perkasa International berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 400,09 juta dari transaksi ini.

Asiavesta Investama Jaya Melepas Seluruh Saham Hassana Boga Sejahtera (NAYZ)

Menurut Direktur Utama NAYZ, Arief Banang Trinovan, transaksi penjualan saham ini dilakukan sebagai bagian dari strategi divestasi dengan status kepemilikan saham secara langsung. Transaksi tersebut dilaksanakan pada tanggal 21 Agustus 2025.

Baca Juga  Wall Street Melemah: Saham Teknologi Terpuruk Pengaruhi Pasar

“Sebelum transaksi, jumlah saham yang dimiliki mencapai 76,05 juta lembar atau setara dengan 2,98%. Persentase saham yang ditransaksikan adalah sebesar 0,39%, sehingga jumlah saham setelah transaksi menjadi 66,04 juta lembar atau 2,59%,” jelas Arief dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Senin (25/8/2025).

  NAYZ Chart by TradingView  

Pada sesi perdagangan I hari Selasa (5/8/2025), pergerakan saham NAYZ menunjukkan angka Rp 69 per saham, mengalami kenaikan sebesar 9,52% dari harga pembukaan perdagangan yaitu Rp 63. Secara tahun berjalan, harga saham NAYZ telah mengalami penguatan sebesar 21,05%.

Baca Juga  IHSG menguat tipis ke 8.678,3 di sesi pertama, top gainers LQ45: INCO, ADRO, MBMA

Sementara itu, pada laporan keuangan semester I tahun 2025, NAYZ mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 29,87% secara tahunan (year on year/YoY), yaitu dari Rp 25,39 miliar menjadi Rp 17,80 miliar.

Emiten yang bergerak di bidang produksi makanan bayi ini juga membukukan kerugian bersih sebesar Rp 1,16 miliar, berbanding terbalik dengan periode sebelumnya yang mencatatkan laba bersih senilai Rp 1,18 miliar.

Share :

Baca Juga

Finance

Renovasi Ponpes Al Khoziny: Bisakah APBN Digunakan Tanpa Melanggar Aturan?

Finance

Harga Ayam Meroket? Rekomendasi Saham CPIN, JPFA, dan MAIN untuk Investasi Anda

Finance

CEO Indosat (ISAT) Vikram Sinha Tambah Kepemilikan Saham

Finance

Kiwoom Sekuritas Ungkap 7 Sektor Saham Potensial Kuartal IV: Cek Daftarnya!

Finance

IHSG Menguat Signifikan: MBMA, BUMI, TLKM Pimpin Kenaikan LQ45 Pagi Ini

Finance

Prediksi Rupiah: Peluang Penguatan Terbatas dan Sentimen Pasar Pekan Ini

Finance

Sentimen Pasar Mendukung: Kenaikan Harga Minyak Terbatas Hingga Akhir Tahun

Finance

Pemerintah Indonesia Pinjam Dana Rp304 Triliun di Bulan April: Rincian dan Dampaknya