Solok, Warta-kota.com.- Pemerintah Kabupaten Solok melaksanakan kegiatan labelisasi rumah penerima bantuan sosial (bansos) di Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, pada Kamis (23/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi serta memastikan bantuan tepat sasaran bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Solok, Jon Firman Pandu, bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, Kepala Dinas Sosial beserta jajaran, Kepala BPS Kabupaten Solok, Bambang Suryanggono, Camat Kubung, Acil Fasra, serta unsur Forkopimcam.
Berdasarkan data Dinas Sosial, saat ini terdapat sekitar 1.700 rumah penerima bansos di Kecamatan Kubung, dengan 435 rumah di antaranya berada di Nagari Koto Baru yang akan dilakukan labelisasi.

Bupati solok beserta ketua tp-pkk kabupaten solok Ny Nia Jon Firman Pandu
Selain itu, setelah dilaksanakannya sosialisasi beberapa waktu lalu, Dinas Sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Solok berhasil merapikan data penerima bansos. Hasilnya, sekitar 1.000 keluarga secara sukarela mengundurkan diri dari daftar penerima karena merasa sudah tidak lagi layak menerima bantuan.
Capaian tersebut menjadikan Kabupaten Solok sebagai salah satu daerah dengan tingkat pengunduran diri penerima bansos tertinggi di tingkat nasional.
Dalam arahannya, Bupati Solok menegaskan bahwa labelisasi ini merupakan bentuk keterbukaan pemerintah kepada masyarakat terkait penyaluran bantuan sosial.
“Ini merupakan bentuk transparansi pemerintah daerah terhadap bantuan yang diberikan, sekaligus menjadi bukti kepada masyarakat bahwa bantuan benar-benar disalurkan kepada yang berhak” ujar Jon Firman Pandu.

Bupati Solok memberi tanda di rumah warga penerima Bansos
Ia juga menekankan pentingnya pendataan yang akurat agar bantuan sosial dapat tepat sasaran. Para koordinator penerima bansos diharapkan dapat memastikan bahwa data yang dihimpun benar-benar mencerminkan kondisi masyarakat di lapangan.
“Kita tentu ingin membantu seluruh masyarakat, namun dengan keterbatasan yang ada, maka prioritas kita saat ini adalah masyarakat miskin dan kurang mampu” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Solok berharap ke depan penyaluran bantuan sosial dapat semakin akuntabel, transparan, dan tepat sasaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan.**(PB07)















