Breaking News

Home / Crime

Sabtu, 8 November 2025 - 07:52 WIB

DPR Minta Polisi Dalami Peran Korban Bullying dalam Ledakan SMAN 72 Jakarta

WAKIL Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat, Lalu Hadrian Irfani, mengungkapkan keprihatinannya mendalam atas insiden ledakan yang mengguncang SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada hari Jumat, 7 November 2025. Dengan nada tegas, Lalu Hadrian mengutuk keras peristiwa tersebut dan mendesak aparat kepolisian untuk segera menginvestigasi secara komprehensif akar penyebab ledakan itu. Ia menekankan perlunya penelusuran terhadap kemungkinan keterlibatan siswa yang menjadi korban bullying atau perundungan di lingkungan sekolah.

Pilihan Editor: Peta Relawan Politik di Pemerintahan Prabowo

“Pihak kepolisian wajib menguak motif serta latar belakang di balik kejadian tragis ini secara menyeluruh dan transparan. Termasuk, apabila terdapat indikasi bahwa pelaku merupakan korban perundungan. Aspek ini harus menjadi perhatian serius bagi seluruh elemen masyarakat,” ujar Lalu dalam keterangan tertulisnya yang disampaikan pada hari Sabtu, 8 November 2025.

Lebih lanjut, Lalu Hadrian berpendapat bahwa insiden ini bukan sekadar permasalahan ledakan atau tindakan kekerasan semata, melainkan berpotensi menjadi representasi dari permasalahan sosial dan psikologis yang lebih kompleks yang berakar di lingkungan pendidikan.

Menurut pandangannya, kasus ini mengindikasikan bahwa isu perundungan di lingkungan sekolah telah menjelma menjadi persoalan genting yang memerlukan penanganan terpadu dari berbagai sektor. Penanganannya tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan sinergi dari Kementerian Pendidikan, pemerintah daerah, para tenaga pendidik, psikolog, hingga peran aktif orang tua siswa.

Baca Juga  Polisi Amankan 123 Tersangka Pembakaran Gedung DPRD dan Polsek Kediri

“Seluruh pihak harus bersatu padu mengambil tindakan. Upaya pencegahan dan penanganan perundungan tidak dapat hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Harus ada sistem deteksi dini yang efektif, penanaman pendidikan karakter yang kokoh, serta penyediaan layanan konseling yang berkualitas,” tegas politikus dari Partai Kebangkitan Bangsa tersebut.

Lalu Hadrian juga menyatakan bahwa Komisi X DPR, yang memiliki tanggung jawab dalam bidang pendidikan, akan secara aktif memantau perkembangan kasus ini, sembari mendorong dilakukannya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan serta iklim sosial di lingkungan sekolah.

“Kami di Komisi X DPR RI akan terus berkoordinasi dengan Kemendikdasmen dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang kembali. Sekolah harus benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh anak bangsa,” tandasnya.

Ledakan di SMAN 72 terjadi pada hari Jumat, 7 November 2025, sekitar pukul 12.15 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dua ledakan terjadi; yang pertama di aula SMAN 72 saat berlangsungnya khotbah salat Jumat, dan yang kedua di area pintu belakang sekolah. Akibat insiden tersebut, sebanyak 54 siswa mengalami luka-luka.

Baca Juga  Laras Faizati Jadi Tersangka: Diduga Provokasi Demo Bakar Mabes Polri!

Beberapa saksi mata melaporkan bahwa seorang siswa kelas XII ditemukan tergeletak tidak sadarkan diri dengan replika senjata di dekatnya. Pihak kepolisian juga menemukan kaleng minuman yang telah dimodifikasi dengan sumbu serta sebuah remote kecil di lokasi kejadian.

Siswa tersebut mengenakan sepatu boots, celana panjang berwarna hitam, serta kaus tanpa lengan berwarna putih dengan tulisan “Natural Selection”. Dalam foto-foto yang beredar, terlihat beberapa tulisan pada replika senjata yang ditemukan di dekat siswa tersebut. Tulisan-tulisan itu antara lain “Welcome to Hell,” “For Agartha,” serta nama-nama pelaku penembakan masjid di luar negeri, yaitu Brenton Tarrant, Alexandre Bissonnette, dan Luca Traini.

Sejumlah saksi mengungkapkan bahwa siswa tersebut dikenal pendiam dan seringkali menjadi sasaran bullying oleh teman-temannya. Menurut salah seorang saksi, ZA, siswa tersebut kerap menggambar senjata dan gemar menonton video-video kekerasan. Siswa lain, I, membenarkan bahwa siswa tersebut pendiam dan seringkali dirundung. Namun, I mengaku tidak mengenal siswa tersebut secara personal.

Hammam Izzudin berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Share :

Baca Juga

Crime

Pemasok Narkoba ke Onad Terancam Hukuman Berat: Simak Detailnya!

Crime

Mahasiswa ITB Terancam 12 Tahun Penjara Kasus Meme Prabowo-Jokowi

Crime

Ketua RW Ungkap Detik-Detik Penggerebekan Penculik Kepala Cabang Bank Jakarta

Crime

Nadiem Makarim Kunjungi Keluarga Affan, Sampaikan Belasungkawa Mendalam

Crime

16 Tersangka Perusakan Halte-Kafe Demo Ricuh Ditangkap Polisi, Gunakan Molotov!

Crime

Laras Faizati Jadi Tersangka: Diduga Provokasi Demo Bakar Mabes Polri!

Crime

KPK periksa 9 orang dalam OTT di Banten, sita Rp 900 juta

Crime

BNN Gerebek Sindikat Narkoba, Ribuan Tersangka Diciduk di Seluruh Indonesia