Padang, Warta-kota.com.- Bupati Solok Dr. (H.C) Jon Firman Pandu, SH, didampingi kepala perangkat daerah terkait, menghadiri Rapat Koordinasi Kepala Daerah mengenai penanganan infrastruktur terdampak bencana di Sumatera Barat. Rapat tersebut digelar di Auditorium Gubernur Sumbar, Kota Padang, Jumat malam (28/1/2026).
Rakor ini turut dihadiri Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, serta para kepala daerah se-Sumatera Barat. Dalam kesempatan tersebut, Andre Rosiade menerima dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dari Gubernur Sumbar sebagai dasar pengawalan pemerintah pusat dalam percepatan pemulihan pascabencana di daerah.
Bupati Solok Jon Firman Pandu menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Solok terhadap upaya percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana, terutama yang berdampak langsung pada konektivitas wilayah, permukiman masyarakat, dan sistem penyediaan air bersih.
“Pemerintah Kabupaten Solok siap menindaklanjuti arahan pemerintah pusat dan provinsi, termasuk melengkapi data kerusakan secara akurat agar proses penganggaran dan pelaksanaan rehabilitasi tidak terkendala secara administratif” ujar Jon Firman Pandu.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menegaskan perhatian serius pemerintah pusat terhadap pemulihan pascabencana di Sumatera Barat. Dukungan tersebut, kata dia, datang langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta sejumlah menteri terkait lainnya.
Mahyeldi menekankan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana harus bersifat permanen dan dirancang lebih kuat agar tahan terhadap risiko bencana di masa mendatang. Ia memaparkan empat fokus utama penanganan pascabencana, yakni perbaikan jalan dan jembatan, penanganan permanen kawasan Lembah Anai, relokasi dan rehabilitasi rumah di zona rawan bencana, serta pemulihan sistem penyediaan air bersih, termasuk di Kabupaten Solok.

Rapat di pimpin oleh Gubernur Sumatera Barat yang di hadiri oleh Andre Rosiade Anggota DPR RI dari fraksi Gerindra
Andre Rosiade dalam arahannya menyampaikan bahwa DPR RI akan mengawal percepatan penganggaran serta memastikan keterlibatan BUMN Karya dalam pelaksanaan pembangunan di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pembangunan, terutama pada jalur strategis yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.
Dalam rakor tersebut, balai-balai teknis Kementerian Pekerjaan Umum turut menyampaikan laporan teknis terkait rencana penanganan jalan dan jembatan, permukiman, penyediaan air bersih, serta pengendalian sumber daya air.
Kabupaten Solok menjadi salah satu daerah prioritas dalam program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya pada sektor infrastruktur dasar dan penyediaan air bersih.
Rapat koordinasi ditutup dengan kesepakatan antara pemerintah pusat dan daerah untuk mempercepat pemulihan Sumatera Barat melalui pembangunan yang permanen, terintegrasi, dan berorientasi pada ketahanan bencana jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Solok menyatakan kesiapan untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, balai teknis, dan kementerian terkait guna memastikan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan optimal serta tepat sasaran
















