Diduga Meninggal Tak Wajar, Keluarga Jonres Sinaga Minta Polisi Ungkap Fakta
Warta-kota.com
Simalungun – SUMUT
Dugaan adanya motif penganiayaan hingga menewaskan Jonres Sinaga (34) mencuat setelah pihak keluarga menemukan sejumlah kejanggalan pada jenazah korban.
Peristiwa memilukan yang terjadi pada Selasa, 22/4 /25, di areal perkebunan kelapa sawit milik warga bermarga Pasaribu,Kelurahan Tanah Jawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun membuat gempar warga sekitar nya.
Ayah korban, Henry Sinaga, saat ditemui awak media di kediamannya pada Rabu, 30/4/ 2025, menyampaikan kecurigaan kuat bahwa anaknya meninggal tidak wajar dan diduga menjadi korban penganiayaan.
“Kami menduga anak saya itu dibunuh.karna selama ini dia sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit. Di tubuh almarhum anak saya ditemukan tanda-tanda kekerasan, seperti luka di bagian kaki, kening, dan belakang kepala,” ujarnya.
Iya berharap pihak kepolisian serius mengusut tuntas kasus ini secara profesional demi mendapatkan keadilan bagi keluarganya.
“Kami sekeluarga meminta Polres Simalungun dan Polsek Tanah Jawa agar benar-benar serius dalam menangani kasus ini dan mengungkap dugaan pembunuhan anak saya.Kami hanya ingin kebenaran dan keadilan untuk anak kami,” tegas Henry Sinaga.
Ketika awak media melakukan komfirmasi dengan Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verdy VJ Purba SH melalui pesan Aplikasi WhatsApp Rabu,(30/4/25 )terkait kasus meninggal Jonres Sinaga yang menurut keterangan keluarga diduga meninggal nya tak wajar,namun komfirmasi yang dilayangkan awak media tidak kunjung dibalas.
Selanjutnya awak media coba menghubungi Kapolsek Tanah Jawa Kompol Pol Asmon Befitra SH MH melalaui sambungan telepon WhatsApp terkait kasus meninggal nya Jonres Sinaga warga Tanah Jawa,bentar ya,chat saja dan memberikan jawaban melalui pesan aplikasi messenger”Masih kita lidik bang, Mohon doanya”,,ucar nya singkat Rabu,(30/4/25) sekira pukul 13:25 WIB.
Hingga berita ini dirilis ke meja redaksi,kasus meninggal nya Jonres Sinaga masih menyimpan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.Red/RG.
















