
warta-kota.com – , Jakarta – Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan pemerintah menghargai hasil penyelidikan Bareskrim Polri terkait keabsahan ijazah sarjana mantan Presiden Jokowi dari Fakultas Kehutanan UGM. Beliau menekankan pentingnya fokus pada pekerjaan daripada memperdebatkan keabsahan ijazah tersebut.
“Prioritas kita adalah bekerja,” tegasnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, Jumat, 23 Mei 2025.
Prasetyo mengajak semua pihak untuk fokus pada tugas masing-masing demi kepentingan masyarakat, serta mengurangi isu-isu yang tidak produktif. “Hasil penyelidikan Bareskrim patut kita hormati. Fokus kita bukan di sana,” tambahnya.
Bareskrim Polri menghentikan penyelidikan dugaan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo karena tidak ditemukan bukti tindak pidana.
Bareskrim telah membandingkan ijazah sarjana Jokowi dengan tiga ijazah milik teman satu angkatannya di Fakultas Kehutanan UGM.
Ijazah asli S1 Jokowi menjalani uji laboratorium, yang membandingkan sampelnya dengan ijazah tiga rekan seangkatannya di Fakultas Kehutanan UGM.
Laporan dugaan pemalsuan ijazah Jokowi diajukan oleh Tim Pembela Ulama dan Aktivis, yang diketuai oleh Eggi Sudjana.
Mereka melaporkan dugaan pemalsuan dan/atau pemalsuan akta autentik dan/atau memasukkan keterangan palsu ke dalam akta autentik dan/atau membantu memberikan dan menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan vokasi yang tidak memenuhi syarat, sebagaimana diatur dalam Pasal 263 KUHP dan/atau Pasal 264 KUHP dan/atau Pasal 266 KUHP dan/atau Pasal 68 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Tim kuasa hukum Jokowi menyerahkan ijazah kliennya untuk uji forensik. Bareskrim telah menyelesaikan uji forensik dan menyatakan keabsahan dokumen tersebut.
Hasil gelar perkara menunjukkan tidak adanya tindak pidana. “Laporan ini bukan hanya menjawab aduan masyarakat, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang fakta-fakta yang ditemukan polisi,” jelas Djuhandhani.
Selama penyelidikan, Bareskrim memeriksa 39 saksi, empat di antaranya dari TPUA, di 13 lokasi, termasuk Rektorat UGM, Fakultas Kehutanan UGM, perpustakaan dan arsip UGM, serta perpustakaan Fakultas Kehutanan UGM.
Pilihan Editor: Asal-usul Ijazah dan Pergeseran Maknanya
Hanin Marwah berkontribusi dalam tulisan ini















