Breaking News

Home / Politics

Sabtu, 10 Mei 2025 - 11:53 WIB

Tanggapan Ketua KWI Soal Kontroversi Paus Leo XIV

warta-kota.com – , Jakarta – Konklaf Dewan Kardinal telah menghasilkan keputusan final: Kardinal Robert Francis Prevost dari Amerika Serikat terpilih sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Beliau resmi menggantikan Paus sebelumnya dan mengambil nama Paus Leo XIV.

Pilihan editor: Cara Kerja Biometrik Mata Worldcoin untuk Dompet Digital

Namun, pemilihan Paus Leo XIV ini menimbulkan kontroversi. Nama Prevost sebelumnya terseret dalam beberapa kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan gereja. Sebelum terpilih, ia menghadapi kritik terkait penanganan beberapa kasus tersebut.

Salah satu kasus terjadi sekitar 25 tahun lalu di Chicago. Ia dituduh mengizinkan seorang imam yang telah dinyatakan bersalah melakukan pelecehan terhadap anak di bawah umur untuk tinggal dekat sebuah sekolah dasar Katolik.

Kemudian, selama masa tugasnya di Peru, ia dinilai gagal menindaklanjuti investigasi terhadap dua pastor yang dituduh melakukan pelecehan terhadap tiga perempuan muda. Prevost dianggap memberikan informasi yang tidak memadai kepada Vatikan, sehingga menghambat penyelidikan yang menyeluruh. Pihak Vatikan telah membantah semua tuduhan ini.

Menanggapi kontroversi ini, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Monsiyur Antonius Subianto Bunjamin, menyatakan bahwa umat tidak perlu khawatir. Meskipun mengaku belum mengetahui detail informasi tersebut, ia berharap tuduhan-tuduhan itu tidak benar.

“Paus bukanlah manusia super, bukan superman. Paus adalah seorang murid Kristus yang dipilih menjadi gembala dan akan menjalankan kekuatan dan kuasa dari Allah,” jelas Anton di Kantor KWI, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 10 Mei 2025.

Baca Juga  Istana Negara Tegaskan Menghormati Hasil Investigasi Bareskrim Perihal Ijazah Presiden Jokowi

Uskup Keuskupan Bandung ini kemudian mencontohkan kisah Santo Petrus, seorang nelayan dan salah satu dari dua belas murid Yesus, yang pernah menyangkal Yesus tiga kali—sebuah peristiwa yang sering dibandingkan dengan pengkhianatan Yudas Iskariot. Namun, Petrus bertobat dan dipulihkan Yesus sebagai pemimpin pertama Gereja Katolik. “Kalaupun ada kekurangan, kami tidak khawatir karena Roh Kudus akan meneguhkan dan menguatkan,” imbuh Anton menanggapi kontroversi seputar Paus Leo XIV.

Menurutnya, pemilihan paus bukanlah semata-mata pilihan manusia, “tetapi pilihan Allah melalui tangan-tangan manusia,” tegasnya. Paus yang terpilih, lanjutnya, merupakan figur yang memang dibutuhkan Gereja dan dunia.

Ia yakin Kardinal Prevost akan melanjutkan perjuangan Paus Fransiskus. Ia menggambarkan Kardinal asal Amerika Serikat yang memilih nama kepausan Leo XIV sebagai cerminan mendiang Paus Fransiskus.

“Seakan-seakan ini kembaran Paus Fransiskus yang lebih muda, dengan hidup sederhana, penuh empati, hidup suci, penuh dedikasi yang terpancar dari pribadi Kardinal Robert Francis Prevost,” tutur Anton.

Pemilihan nama kepausan Leo, menurutnya, sangat bermakna. Nama tersebut merujuk pada Paus Leo XIII, penulis ensiklik Rerum Novarum (Mei 1891), dokumen yang menandai awal dari doktrin sosial modern Gereja Katolik.

Anton menjelaskan bahwa semua ajaran sosial Gereja saat ini, termasuk ajaran mendiang Paus Fransiskus, berakar pada ensiklik tersebut. “Maka saya menduga begini, beliau ingin melanjutkan karya pastoral menghadirkan semangat Paus Fransiskus dengan gebrakan Paus Leo XIII,” katanya.

Baca Juga  Shutdown Pemerintah AS: Dampak Ekonomi Global dan Lokal yang Perlu Anda Ketahui

Anton optimistis bahwa perjuangan selama 12 tahun kepemimpinan Paus Fransiskus akan diteruskan, bahkan diintensifkan, oleh Paus Leo XIV, yang lebih muda usianya daripada pendahulunya. “Bahkan lebih diintensifkan dengan energi yang luar biasa karena Paus Leo jauh lebih muda dibandingkan Paus Fransiskus,” ujar Anton.

Dengan terpilihnya Kardinal Prevost, Anton berharap Gereja Katolik akan semakin bersemangat menyuarakan pesan-pesan kenabian untuk perdamaian dunia, serta membela kaum miskin, lemah, dan menderita.

Kardinal Robert Francis Prevost dari Chicago, Illinois, terpilih sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik melalui konklaf yang dimulai pada 7 Mei 2025. Usia 69 tahun, ia merupakan paus ke-267 dan paus pertama asal Amerika Serikat yang memimpin Takhta Suci.

Pengumuman resmi terpilihnya Paus Leo XIV disampaikan oleh Kardinal Protodiakon Dominique Mamberti dari balkon Kapel Sistina, Vatikan, Kamis, 8 Mei 2025, waktu setempat. Mamberti menyatakan, “Aku memberitakan kepadamu suka cita yang besar. Kita memiliki seorang Paus: Tuan yang Maha Terkemuka dan paling terhormat, Robert Francis, Kardinal Gereja Roma Suci Prevost yang telah memilih nama Paus Leo XIV.”

Pilihan editor: Istana: Peringatan Prabowo Soal Ancaman Perang Terbukti

Share :

Baca Juga

Politics

DPR dan Pemerintah Sepakati 6 Poin Krusial, Jawab Tuntutan Demonstrasi 17+8

Politics

Zohran Mamdani: Ambisi Politiknya Mengguncang New York

Politics

Menkeu Sri Mulyani Jawab Kritik Komunikasi Hasan Nasbi: Perintah Presiden!

Politics

PKB Desak KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi Gubernur Riau

Politics

Tersangka Korupsi di Kabinet Prabowo: Belum Setahun Menjabat

Politics

Pemerintahan Prabowo Prioritaskan Pembangunan Manusia Papua: Penjelasan Menkopolkam

Politics

Prabowo Subianto: Ancaman terhadap Penegak Hukum yang Bongkar Korupsi

Politics

Hamas Lepaskan 20 Sandera Israel: Harapan Gencatan Senjata Abadi di Timur Tengah?