Breaking News

Home / Politics

Kamis, 6 November 2025 - 02:51 WIB

Zohran Mamdani: Ambisi Politiknya Mengguncang New York

NEW YORK CITY, KOMPAS.com – Sebuah era baru telah tiba di Kota New York. Zohran Mamdani secara meyakinkan memenangkan pemilihan wali kota pada hari Selasa, 4 November 2025, mengungguli dua pesaing kuat, Andrew Cuomo dan Curtis Sliwa.

Sebagai seorang demokrat sosialis yang berdedikasi, Mamdani berkampanye dengan platform politik kiri progresif, yang dianggap sebagai salah satu yang paling berani dan visioner dalam sejarah modern New York. 

Mamdani berjanji untuk mengatasi krisis biaya hidup yang menekan warga, memperluas akses terhadap layanan publik penting, dan menyusun ulang prioritas anggaran kota dengan memberlakukan pajak yang adil bagi korporasi besar dan individu superkaya.

Baca juga: Trump Melunak, Tiba-tiba Mau Bantu Zohran Mamdani meski Sedikit

Dari Uganda ke Jantung New York

Lahir di Uganda dari keluarga dengan akar India yang kuat, Mamdani, yang lahir pada 18 Oktober 1991, memulai perjalanan hidupnya di New York pada usia tujuh tahun. 

Ia menempuh pendidikan di Bronx High School of Science yang bergengsi dan kemudian melanjutkan studinya, meraih gelar di bidang Africana Studies dari Bowdoin College, di mana ia juga turut berperan dalam pendirian kelompok Students for Justice in Palestine.

Dengan latar belakang yang kaya dan beragam – India, Afrika, dan Amerika – Mamdani seringkali menekankan pentingnya merangkul keberagaman dalam arena politik. 

Sebelum mengabdikan diri pada dunia politik, Mamdani bekerja sebagai konselor perumahan di Queens, berjuang membela hak-hak warga berpenghasilan rendah dari ancaman penggusuran.

Janji-janji Utama Mamdani

Salah satu janji kunci Mamdani adalah membekukan harga sewa selama empat tahun untuk sekitar satu juta unit apartemen yang telah distabilkan sewanya di seluruh New York.

“Ini adalah kota di mana satu dari empat orang berjuang dalam kemiskinan, di mana 500.000 anak tidur dalam keadaan lapar setiap malam,” ungkap Mamdani kepada BBC pada musim panas yang lalu. 

Baca Juga  KPU Buka Dokumen Capres-Cawapres Usai Keputusan Kontroversial

“Dan pada akhirnya, ini adalah kota yang berisiko kehilangan hal-hal unik yang membuatnya begitu istimewa,” imbuhnya.

Namun, para analis di Maverick Real Estate Partners memperingatkan bahwa kebijakan tersebut dapat membawa dampak “katastrofik” bagi banyak pemilik bangunan, karena akan menekan pendapatan operasional mereka secara signifikan.

Selain itu, Mamdani berencana untuk mendirikan jaringan toko bahan makanan milik kota yang tersebar di lima wilayah New York, dengan tujuan menawarkan harga yang lebih terjangkau bagi semua warga. 

Ide ini menuai kritik dari sejumlah ekonom yang berpendapat bahwa rencana tersebut kurang mempertimbangkan kompleksitas yang terlibat dalam rantai pasokan pangan.

Dalam sektor transportasi, Mamdani berkomitmen untuk menyediakan layanan bus umum yang gratis dan lebih efisien bagi seluruh penduduk.

Ia memperkirakan bahwa biaya untuk menjalankan program ini mencapai 630 juta dollar AS (sekitar Rp 10 triliun) per tahun, meskipun pejabat dari Metropolitan Transportation Authority (MTA) memperkirakan angka tersebut dapat mencapai 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 16 triliun).

Untuk meringankan beban keluarga muda, Mamdani bertekad untuk menurunkan biaya penitipan anak, yang selama ini menjadi alasan utama banyak warga meninggalkan kota. 

Ia juga mengusulkan kenaikan upah minimum menjadi 30 dollar AS (Rp 500.715) per jam pada tahun 2030, hampir dua kali lipat dari angka saat ini, yaitu 16,50 dollar AS (Rp 275.393).

Perlu diketahui, biaya hidup di New York terus meningkat dengan pesat, sementara ketimpangan sosial semakin memburuk.

Survei dari Citizens Budget Commission menunjukkan bahwa hanya 34 persen warga yang menilai kualitas hidup di New York “baik” atau “sangat baik” – penurunan yang signifikan dari 51 persen pada tahun 2017.

Sumber Pendanaan: Pajak Korporasi dan Warga Kaya

Untuk mewujudkan seluruh program ambisiusnya, Mamdani mengusulkan kenaikan pajak korporasi kota menjadi 11,5 persen, setara dengan batas atas di New Jersey, serta penerapan pajak tetap sebesar 2 persen bagi warga dengan pendapatan di atas 1 juta dollar AS (sekitar Rp 16 miliar) per tahun.

Baca Juga  Prabowo Subianto Janji Berantas Korupsi di Kabinet, Menteri Perumahan Sampaikan Ini

Baca juga: Trump Kalah dari Zohran Mamdani, Gedung Putih Datang Membela

Tim kampanye Mamdani memperkirakan bahwa langkah-langkah ini dapat menghasilkan tambahan pendapatan sebesar 9 miliar dollar AS (sekitar Rp 150 triliun). 

Namun, Gubernur New York State, Kathy Hochul, telah secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana kenaikan pajak tersebut.

Reformasi Keamanan dan Kesehatan Mental

Selain fokus pada isu-isu ekonomi, Mamdani juga memberikan perhatian khusus pada reformasi keamanan publik. 

Ia berencana untuk membentuk Department of Community Safety – sebuah lembaga baru yang akan memperluas layanan kesehatan mental dan memungkinkan pekerja sosial, bukan polisi, untuk menanggapi panggilan darurat 911 yang berkaitan dengan krisis mental.

Rencana ini mendapat kritik pedas dari lawan politiknya, kandidat dari Partai Republik, Curtis Sliwa, yang menganggap kebijakan tersebut “tidak realistis dan berisiko bagi keselamatan pekerja sosial.”

Pandangan tentang Konflik Israel-Gaza

Mamdani dikenal sebagai salah satu politisi Demokrat yang paling lantang membela hak-hak rakyat Palestina. 

Ia bahkan pernah mengusulkan agar status bebas pajak dicabut dari lembaga amal New York yang memberikan dukungan kepada permukiman Israel di wilayah pendudukan.

Ia secara terbuka menyebut Israel sebagai “negara apartheid” dan menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan tindakan genosida di Gaza.

Meskipun demikian, Mamdani menegaskan bahwa ia menolak segala bentuk antisemitisme dengan tegas. 

“Kami akan memperkuat pendanaan untuk memerangi kejahatan kebencian di kota ini,” tegasnya.

Baca juga: Bukan Unggulan dan Tak Terkenal, Bagaimana Zohran Mamdani Jadi Wali Kota New York?

Share :

Baca Juga

Politics

Balas Serangan India: Pakistan Kerahkan 400 Drone, Perang Memanas

Politics

Dedi Mulyadi: Gubernur Konten, Kebijakan Gaduh atau Strategi Politik Cerdas?

Politics

Atalarik Syach Bayar Rp 850 Juta & Kondisi Terkini Nikita Mirzani: 5 Berita Selebriti Terpanas

Politics

Prabowo Ungkap Kekayaan Indonesia Dirampas Asing Ratusan Tahun

Politics

Keracunan Massal MBG: Reaksi Tiga Pimpinan DPR Terungkap!

Politics

Prabowo Lantik Delapan Duta Besar RI, Termasuk untuk Amerika Serikat

Politics

Biaya Haji 2026 Disetujui: BPIH Turun Jadi Rp 87,4 Juta!

Politics

Prabowo Umumkan Soeharto dan Sembilan Tokoh Jadi Pahlawan Nasional