Breaking News

Home / Finance

Senin, 15 Desember 2025 - 13:51 WIB

Saham blue chip tertekan, pergerakan IHSG ditopang saham lapis dua

warta-kota.com JAKARTA. Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini ditopang oleh saham-saham lapis kedua hingga keempat. Ini berbanding terbalik dengan kinerja emiten keping biru.

Pada akhir perdagangan Senin (15/12/2025), IHSG ditutup melemah 0,13% ke level 8.649,66. Namun sepanjang tahun berjalan ini, indeks komposit ini sudah melesat 22,17%.

Jika ditarik dari awal tahun, saham-saham keping biru masih menjadi pemberat IHSG. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), misalnya, terkoreksi 14,12% dan menekan IHSG sebanyak 76,36 poin.

Santa Claus Rally Berpeluang Mengangkat IHSG 2%-5%, Ini Kuncinya

Kemudian ada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang menggerus IHSG sebesar 66,28 poin. Adapun sepanjang 2025 berjalan ini, saham bank dengan logo pita emas ini sudah melemah 12,46%.

Baca Juga  Saham Himbara BMRI, BBRI: Peluang Investasi Usai Kucuran Dana Rp200 Triliun?

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mencermati saham-saham yang menguat cenderung berasal dari kelompok konglomerasi atau saham lapis kedua hingga keempat.

Menurutnya, perbedaan sentimen global dan domestik sangat memengaruhi arah pergerakan indeks. Selain itu, rotasi sektor menjadi faktor penting yang menentukan sektor mana yang akan menjadi penggerak pasar.

“Sektor teknologi yang pada tahun lalu kurang diminati investor, namun pada tahun ini sektor tersebut justru menjadi salah satu penopang utama kenaikan IHSG,” katanya kepada Kontan, Minggu (14/12/2025).

Baca Juga  Sentimen Positif: Bursa Asia Bergairah Imbas Isu Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Peluang IHSG Naik Dalam Santa Claus Rally Masih Terbuka, Cek Rekomendasi Sahamnya

Seperti diketahui, indeks IDX sektor Teknologi menjadi indeks sektoral dengan kinerja positif di sepanjang 2025. Hingga akhir perdagangan Senin (15/12), indeks IDX sektor Teknologi melesat 157,64%.

Kendati demikian, Nico menilai BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, BBTN, dan BRIS masih menarik untuk dicermati. Selain itu, saham ritel dan konsumer seperti ACES, AMRT, MAPA, MAPI, serta saham komoditas seperti ANTM dan emiten teknologi juga berpotensi menarik menjelang akhir tahun.

Share :

Baca Juga

Finance

Harga Batubara Diprediksi Turun: Analisis dan Sentimen Pasar Terbaru

Finance

BP Tapera Tanggapi Risiko Rumah Subsidi Jurnalis: Ancaman PHK di Media

Finance

Desakan DPR AS: Hapus Saham Alibaba dan Perusahaan China Lainnya dari Bursa

Finance

Harga emas Antam hari ini pecah rekor tertinggi sepanjang sejarah, cek rinciannya!

Finance

Rupiah Terancam Melemah Lagi Rabu, 20 Agustus 2025: Sentimen Penting yang Perlu Diwaspadai

Finance

Shell Jual Bisnis SPBU: Bimo Wijayanto dan Djaka Budhi Bergabung Kemenkeu

Finance

Paus Fransiskus: Hidup Sederhana, Tanpa Gaji Tapi Semua Biaya Ditanggung Vatikan

Finance

Harga Emas Kembali Berkilau: Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed Meningkat!