Breaking News

Home / Finance

Minggu, 14 September 2025 - 06:52 WIB

Saham Himbara BMRI, BBRI: Peluang Investasi Usai Kucuran Dana Rp200 Triliun?

warta-kota.com, JAKARTA — Sejumlah pengamat pasar modal memberikan pandangan beragam terkait prospek saham-saham bank pelat merah, yang meliputi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS).

Rekomendasi ini muncul seiring dengan langkah pemerintah yang berencana mengalihkan dana sekitar Rp200 triliun yang sebelumnya ditempatkan di Bank Indonesia (BI) ke sistem perbankan, sebuah kebijakan yang memicu optimisme di kalangan investor saham.

Maximilianus Nicodemus, Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, berpendapat bahwa sentimen ini akan memberikan dampak positif dalam jangka pendek, karena akan menambah likuiditas yang dapat mempercepat aktivitas ekonomi dan mendukung implementasi program-program prioritas pemerintah.

: Dana Mengendap Rp200 Triliun Dilepas ke Perbankan, Likuiditas Diproyeksi Naik

“Dalam jangka pendek, tentu saja ini kabar baik. Pasar akan merespons positif setiap stimulus yang mendukung pertumbuhan,” ujarnya kepada Bisnis, Minggu (14/9/2025).

Namun, ia juga mengingatkan tentang potensi risiko terkait kualitas aset. Menurutnya, peningkatan penyaluran kredit yang tidak diimbangi dengan pengelolaan kualitas yang baik dapat berdampak negatif pada kinerja bank. “Jika pertumbuhan kredit meningkat, tetapi kualitas aset justru menurun, hal ini dapat menjadi kerugian bagi bank,” jelasnya.

: : OJK Sebut Guyuran Rp200 Triliun ke Himbara Belum Tentu Pacu Kredit

Nico menyarankan agar investor tetap berhati-hati. Meskipun saham-saham bank besar mengalami kenaikan, penting untuk memantau keberlanjutan sentimen tersebut. Ia menyoroti bahwa kinerja beberapa bank BUMN masih dalam tahap pemulihan dan belum sekuat PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang stabil. “Untuk saham BUMN, tantangannya adalah kinerja mereka sedang kurang baik, jadi sebaiknya tunggu dan lihat dulu,” katanya.

Baca Juga  IHSG Tangguh? Analisis Dampak Shutdown Pemerintah AS

Sementara itu, Oktavianus Audi dari Kiwoom Sekuritas melihat adanya peluang untuk melakukan akumulasi saham-saham bank pelat merah dalam jangka menengah. Ia memberikan rekomendasi beli untuk saham BBRI dengan target harga 4.250 dan saham BMRI dengan target harga 5.600.

: : Bunga Penempatan Rp200 Triliun Purbaya Lebih Mahal dari Dana Kopdes Sri Mulyani

Audi menjelaskan bahwa penyaluran dana melalui bank dapat memperluas jangkauan penyaluran kredit. Dampak berganda dari kebijakan ini diperkirakan dapat menyumbang tambahan likuiditas sekitar 3,2%—4,3% terhadap jumlah uang beredar (M2). Selain dampak langsung terhadap likuiditas, langkah ini juga memberikan sinyal positif terhadap ekspektasi inflasi.

“Sinyal ekspektasi dan inflasi, serta koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter, berpotensi mengubah ekspektasi inflasi, terutama jika dana tersebut digunakan untuk mendorong konsumsi masyarakat,” kata Audi kepada Bisnis.

Pasar juga menilai bahwa kebijakan ini berpotensi menurunkan biaya dana atau cost of fund bank. Peningkatan likuiditas akan memungkinkan bank untuk lebih fleksibel dalam menyalurkan kredit produktif, yang pada akhirnya dapat mempercepat realisasi proyek-proyek pemerintah dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga  China Akhiri Larangan Impor Pesawat Boeing: Dampaknya pada Industri Penerbangan Global

Namun, efektivitas kebijakan ini akan sangat bergantung pada kecepatan dan ketepatan sasaran penyaluran dana, serta respons dari pihak perbankan sebagai penerima. “Jika penyaluran dana tepat sasaran dan BI dapat mengelola sterilisasinya dengan baik, maka skenario ini akan memberikan dampak positif bagi pasar,” ujar Audi.

Audi menambahkan bahwa sektor perbankan, konstruksi, dan barang konsumsi berpotensi menjadi sektor yang paling diuntungkan. Sementara itu, sektor properti, semen, dan ritel diperkirakan akan mendapatkan dampak positif secara sekunder.

Di sisi lain, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyatakan bahwa pernyataan Menteri Keuangan mengenai penarikan dana sebesar Rp200 triliun menjadi pemicu kenaikan harga saham-saham bank BUMN pada perdagangan hari ini. “Hal ini menarik bagi investor ritel untuk mempertimbangkan investasi pada saham-saham bank BUMN,” katanya.

Mirae Asset memberikan rekomendasi beli bertahap atau accumulative buy untuk saham BBNI dengan target harga 4.470 hingga 5.000, saham BBRI dengan target harga 4.220 hingga 4.730, saham BMRI dengan target harga 5.075 hingga 7.175, dan merekomendasikan penambahan kepemilikan atau re-accumulating add untuk saham BBTN dengan target harga 1.350 hingga 1.610.

Disclaimer: berita ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul akibat keputusan investasi pembaca.

Share :

Baca Juga

Finance

IHSG naik 0,32 persen dalam sepekan, kapitalisasi pasar bertambah jadi Rp 15.882 T

Finance

Analisis Bitcoin: September Effect Mempengaruhi Harga, Proyeksi Optimis Hingga 2025

Finance

Kinerja JPFA Tertekan Semester I-2025, Tapi Saham Menguat Jelang Public Expose

Finance

Pemerintah Indonesia Pinjam Dana Rp304 Triliun di Bulan April: Rincian dan Dampaknya

Finance

Desakan DPR AS: Hapus Saham Alibaba dan Perusahaan China Lainnya dari Bursa

Finance

Emas Antam Hari Ini: Harga 20 Oktober 2025 Anjlok Rp 13.000!

Finance

Harga Emas Antam Stabil Hari Ini, Meski Sebulan Lalu Melonjak 5,16%

Finance

Kiwoom Sekuritas Ungkap 7 Sektor Saham Potensial Kuartal IV: Cek Daftarnya!