Breaking News

Home / Finance

Minggu, 2 November 2025 - 19:51 WIB

Harga Batubara Diprediksi Turun: Analisis dan Sentimen Pasar Terbaru

warta-kota.com – JAKARTA. Dinamika pasar komoditas global kembali menjadi sorotan, dengan harga batu bara dunia yang menunjukkan tren penguatan sesaat. Namun, para analis memperkirakan bahwa momentum kenaikan ini tidak akan bertahan lama.

Berdasarkan data dari Trading Economics, pada penutupan perdagangan hari Jumat, 31 Oktober 2025, harga batu bara tercatat mengalami peningkatan sebesar 0,32%, mencapai level US$ 109,25 per ton.

Ibrahim Assuaibi, seorang Pengamat Komoditas, berpendapat bahwa harga batu bara berpotensi melanjutkan tren penurunan hingga pengujung tahun ini.

“Pergerakan harga batu bara cenderung menunjukkan penurunan. Hal ini mungkin dipicu oleh dampak sanksi ekonomi yang diterapkan Amerika Serikat terhadap Rusia, yang dinilai kurang optimal,” ungkapnya kepada Kontan, Minggu (2/11/2025).

Produksi Batubara PTBA Naik 9% pada Kuartal 3-2025, Cek Rekomendasi Sahamnya

Baca Juga  Strategi Gates Foundation: 3 Fokus Utama 20 Tahun Mendatang Sebelum Penutupan

Menurut Ibrahim, rencana AS untuk menjatuhkan sanksi penuh terhadap ekspor energi Rusia belum sepenuhnya terealisasi, sehingga pengaruhnya terhadap pasokan global relatif minim. Di sisi lain, penurunan produksi batu bara di Tiongkok mengindikasikan kondisi oversupply, yang semakin menekan harga di pasar global.

Ia menambahkan bahwa pergeseran menuju energi terbarukan di Eropa juga menjadi faktor yang berkontribusi pada penurunan harga batu bara dalam jangka panjang.

“Beberapa negara di Eropa telah berhasil memanfaatkan sumber energi listrik dari air, cahaya matahari, dan angin. Perkembangan ini sangat signifikan,” jelas Ibrahim.

Saat ini, harga batu bara, yang sempat mencapai US$108 per ton, telah mengalami koreksi kembali ke kisaran US$100 per ton. Ibrahim memprediksi bahwa tren penurunan ini masih akan berlanjut, dengan estimasi level wajar di sekitar US$98 per ton hingga akhir tahun. Namun, ia juga mengisyaratkan adanya peluang harga untuk kembali menguat di tahun mendatang.

Baca Juga  IPO, Cipta Sarana Medika (DKHH) Tawarkan Harga Saham Perdana Rp 132 Per Saham

Emiten Batubara Rajin Diversifikasi Bisnis, Begini Pandangan Analis

“Ada kemungkinan besar bahwa harga batu bara akan kembali melampaui US$100, bahkan berpotensi mencapai US$110 per ton,” terangnya.

Meskipun demikian, Ibrahim menegaskan bahwa tren jangka panjang harga batu bara diperkirakan akan terus menurun seiring dengan transisi global menuju sumber energi yang lebih bersih.

“Berbagai negara kini beralih ke energi terbarukan, seperti gas alam, energi angin, tenaga surya, dan energi air. Faktor inilah yang mendorong proyeksi penurunan harga batu bara ke depan,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Finance

JP Morgan Prediksi IHSG 10.000: Analisis Lengkap dan Faktor Pendorong

Finance

DMO batubara bakal diperketat, cermati rekomendasi ADRO, ITMG, PTBA dan UNTR

Finance

AZKO (ACES) Merambah ke Kota Lapis Dua dan Tiga, Saham Menuju Rp550

Finance

Sentimen Pasar Mendukung: Kenaikan Harga Minyak Terbatas Hingga Akhir Tahun

Finance

IHSG Melesat: Dampak Positif Kesepakatan Dagang RI-Uni Eropa Terhadap Pasar Saham

Finance

Pendapatan Negara Sumut Tembus Rp4,97 Triliun di Kuartal Pertama 2025

Finance

Rekomendasi Saham Teknikal Hari Ini: Peluang AMRT, BBTN, JSMR

Ekonomi

Penolakan Pembayaran Uang Tunai di Era Digitalisasi