
warta-kota.com JAKARTA. Kabar gembira dari pasar modal! Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan di awal Desember 2025 dengan sentimen positif, memasuki zona hijau.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI, pada hari Senin, 1 Desember 2025, pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat menguat sebesar 0,33%, mencapai level 8.536,51.
Momentum kenaikan IHSG didorong oleh penguatan pada tujuh indeks sektoral. Sektor keuangan menunjukkan performa terbaik, diikuti oleh sektor barang konsumer non primer, teknologi, kesehatan, infrastruktur, energi, dan barang baku.
IHSG Sempat Menunjukkan Volatilitas di Pembukaan Perdagangan Kamis (27/11), Walaupun Pasar Asia Cenderung Menguat
Volume perdagangan saham di BEI pagi ini mencapai 2,27 miliar lembar saham, dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,47 triliun. Terdapat 273 saham yang mengalami kenaikan harga, sementara 207 saham mengalami penurunan, dan 201 saham lainnya stagnan.
Top gainers (saham-saham dengan kenaikan tertinggi) di antara konstituen LQ45 adalah:
1. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) mencatat kenaikan sebesar 4,51% menjadi Rp 2.550 per saham
2. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mengalami peningkatan sebesar 2,75% menjadi Rp 2.990 per saham
3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik sebesar 1,75% menjadi Rp 2.320 per saham
JPFA Chart by TradingView
IHSG Melambung Tinggi Sebesar 1,85% ke Level 8.570 pada Senin (24/11), AMMN, TLKM, DSSA Memimpin Kenaikan di LQ45
Top losers (saham-saham dengan penurunan terbesar) di antara konstituen LQ45 adalah:
1. PT Astra International Tbk (ASII) mengalami penurunan sebesar 2,67% menjadi Rp 6.375 per saham
2. PT Amman Mineral International Tbk (AMMN) turun sebesar 2,27% menjadi Rp 6.450 per saham
3. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) terkoreksi sebesar 1,91% menjadi Rp 1.025 per saham















