Breaking News

Home / Finance

Selasa, 28 Oktober 2025 - 14:52 WIB

Pasar Kripto Menguat, Keputusan Suku Bunga The Fed Jadi Penentu Arah pada Sisa Tahun

warta-kota.com JAKARTA. Saat ini, pasar mata uang kripto sedang menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang menjanjikan. Arah pergerakan pasar ke depan sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga yang diambil oleh Federal Reserve, atau yang lebih dikenal dengan The Fed.

Data terbaru dari Coinmarketcap, yang diperbarui pada hari Selasa, 28 Oktober 2025, pukul 20.38 WIB, menunjukkan bahwa harga Bitcoin (BTC) mengalami kenaikan sebesar 0,23% dalam periode 24 jam, mencapai US$ 115.044. Dalam kurun waktu satu minggu, aset kripto dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar ini telah mencatat pertumbuhan sebesar 5,69%.

Senada dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) juga menunjukkan performa positif, dengan kenaikan harian sebesar 0,06% dan kenaikan mingguan sebesar 6,42%, sehingga harganya mencapai US$ 4.144.

Menurut Fahmi Almuttaqin, seorang analis kripto dari Reku, ekspektasi pasar terhadap The Fed yang diperkirakan akan kembali menurunkan suku bunga acuannya pada pekan ini, menjadi pendorong utama masuknya dana ke aset-aset yang dianggap berisiko, termasuk di antaranya adalah aset kripto.

Baca Juga  Kalbe Farma (KLBF) Berpotensi Raup Dividen Rp446 Miliar dari Enseval (EPMT)

Tahun 2026 Akan Jadi Awal Siklus Ekspansi Kripto Berikutnya?

Selain itu, Fahmi juga menyoroti koreksi pasar yang signifikan sebelumnya, yang menyebabkan kapitalisasi pasar kripto menyusut hingga sekitar US$3,53 triliun pada tanggal 17 Oktober. Hal ini mendorong institusi untuk melakukan akumulasi aset kripto, terutama pada BTC, ETH, dan beberapa altcoin besar.

“Aset kripto saat ini memiliki harga yang lebih menarik untuk dibeli, seiring dengan berkurangnya tekanan jual yang ada di pasar,” ungkap Fahmi dalam keterangan tertulis yang diterima oleh Kontan pada hari Selasa, 28 Oktober 2025.

Setelah mengalami periode penurunan harga yang cukup tajam, terlihat adanya indikasi aliran dana yang mulai kembali masuk ke pasar kripto. ETF BTC dan ETH spot mencatatkan total net inflow masing-masing sekitar US$ 477 juta dan US$ 141 juta pada sesi perdagangan tanggal 21 Oktober 2025.

Kapitalisasi Pasar Kripto Tembus US$ 3,89 Triliun, Investor Global Masih Optimistis

Untuk pekan ini, Fahmi menekankan pentingnya mencermati beberapa sentimen pasar yang krusial. Salah satunya adalah keputusan suku bunga serta proyeksi ekonomi yang akan diumumkan oleh The Fed.

Baca Juga  Rupiah menguat 0,16% dalam sepekan, simak proyeksinya untuk pekan depan

“Apabila The Fed memberikan sinyal dovish, atau secara tegas mengindikasikan adanya penurunan suku bunga lanjutan pada bulan Desember, hal ini berpotensi memicu gelombang risk-on yang baru,” jelasnya.

Fahmi memprediksi, jika skenario bullish terjadi, BTC berpotensi menembus level US$ 120.000 hingga US$ 125.000. Namun, jika skenario tersebut gagal dan The Fed mengambil sikap yang lebih hati-hati, BTC berpotensi mengalami penurunan kembali ke level US$ 108.000.

Fahmi menambahkan, dalam berinvestasi pada aset yang volatil seperti di pasar kripto, investor harus memprioritaskan keamanan dan kecepatan platform yang mereka gunakan.

“Investor sebaiknya memilih bursa kripto yang menawarkan eksekusi cepat, seperti Reku, yang memungkinkan proses pembelian, penjualan, dan penarikan keuntungan dapat dilakukan dalam hitungan detik,” pungkasnya.

Transaksi Kripto RI Tembus Rp 446 Triliun, Cerminan Tingkat Kepercayaan Masyarakat?

Share :

Baca Juga

Finance

Perang Tarif Mereda: IHSG Berpotensi Tembus 7.100 di Kuartal II 2025

Finance

Serunya Cosplay Jadi Pegawai BI Sehari di Perpustakaan

Finance

Finex Trader Beri Kejutan: Raih BYD M6 Lewat Promo Get X2!

Finance

Harga Ayam Meroket? Rekomendasi Saham CPIN, JPFA, dan MAIN untuk Investasi Anda

Finance

Toyota Akuisisi Saham Astra Digital Mobil: Perkuat Dominasi Pasar Mobil Bekas

Finance

Saham MGLV, BWPT, dan UANG Dihentikan Sementara: Harga Melonjak Drastis di BEI

Finance

Bank Indonesia Turunkan Suku Bunga: Kabar Baik untuk IHSG September Ini

Finance

Lowongan Kerja Bank Indonesia: Syarat PCPM Angkatan 40 dan Jurusan yang Dibutuhkan