Breaking News

Home / Finance

Jumat, 7 November 2025 - 07:51 WIB

Superbank Beri Sinyal Kuat untuk IPO Tahun Ini?

“`html

warta-kota.com JAKARTA. Setelah beberapa waktu lalu isu mengenai rencana PT Super Bank Indonesia untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) atau melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) ramai diperbincangkan, kini indikasi ke arah realisasi rencana tersebut semakin menguat. Informasi terbaru yang beredar adalah munculnya draf awal prospektus terkait dengan rencana penawaran saham perdana dari bank digital ini.

Dalam halaman depan draf prospektus awal yang tengah beredar, Superbank diperkirakan akan menawarkan sebanyak 5,2 miliar lembar saham dalam aksi korporasi tersebut. Jumlah ini setara dengan sekitar 15% dari total modal yang ditempatkan di Superbank.

Adapun rentang harga yang ditawarkan dalam IPO ini diperkirakan antara Rp 500 hingga Rp 1.030 per saham. Apabila harga tertinggi tersebut tercapai, Superbank berpotensi meraih dana segar mencapai sekitar Rp 5,35 triliun.

Sinyal positif juga datang dari pihak BEI. Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, tidak memberikan konfirmasi maupun penolakan terkait kabar ini. Alih-alih mengomentari secara langsung, Yetna justru menekankan adanya aturan yang melarang penyebaran prospektus sebelum mendapatkan persetujuan dari regulator.

Dalam pernyataannya, Nyoman mengacu pada Peraturan Bapepam dan LK No. IX.A.2 nomor 2 ayat 1. Peraturan tersebut melarang pihak manapun untuk menyebarkan prospektus ringkas sebelum diterimanya pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Baca Juga  Bangunan BMKG Diduduki: Warung dan Lapak Hewan Kurban Berdiri di Atas Lahan Negara

Superbank Lebih Pilih Bungkam Terkait Rumor Terbaru IPO

“Emiten wajib mengumumkan prospektus ringkas sesuai dengan Formulir Nomor: IX.A.2-9 lampiran 9 tersebut,” jelas Nyoman pada hari Jumat, 7 November 2025.

Oleh karena itu, beliau enggan memberikan komentar lebih lanjut jika calon perusahaan yang akan tercatat belum memperoleh izin dari regulator. Nyoman baru bersedia memberikan tanggapan setelah izin dari regulator kepada perusahaan tersebut telah dikeluarkan.

“BEI akan memberikan komentar mengenai proses calon perusahaan tercatat apabila regulator sudah mengizinkan calon perusahaan tercatat untuk menyampaikan prospektus ringkas ke publik,” imbuhnya.

Sebelumnya, Nyoman sempat mengisyaratkan bahwa saat ini terdapat tiga perusahaan yang termasuk dalam pipeline IPO lighthouse. Sebagai informasi tambahan, IPO lighthouse memiliki kriteria kapitalisasi pasar minimal sebesar Rp 3 triliun dan *free float* sebesar 15%.

“Ada tiga *lighthouse*. Satu *finance*, kemudian yang kedua infrastruktur. Satu lagi *mining*,” ungkap Nyoman pada Kamis, 6 November 2025.

Sementara itu, Juru Bicara Superbank yang menolak disebutkan identitasnya menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin memberikan komentar apapun. Ia beralasan bahwa kabar tersebut hanyalah rumor yang beredar di pasar.

IPO Superbank Dikabarkan Digelar Akhir Tahun Ini, Harga Penawaran Sampai Rp 1.030

“Superbank tidak memberikan komentar atas rumor atau spekulasi pasar,” tegasnya pada hari Jumat, 7 November 2025.

Baca Juga  CEO Indosat (ISAT) Vikram Sinha Tambah Kepemilikan Saham

Lebih lanjut, ia hanya menyampaikan bahwa fokus utama Superbank saat ini adalah menjaga kinerja yang solid melalui penyediaan solusi keuangan yang inovatif, meningkatkan jumlah nasabah, serta menjalin kolaborasi dengan ekosistem yang terpercaya untuk mendorong pertumbuhan inklusif di Indonesia.

Di sisi lain, Sucor Sekuritas, yang juga dikabarkan menjadi salah satu penjamin emisi dalam IPO bank digital milik Grup Emtek dan Grup Grab ini, menolak untuk memberikan komentar. CEO Sucor Sekuritas, Bernardus Wijaya, menyatakan bahwa selama belum tercantum dalam sistem e-IPO, keabsahannya belum dapat dikonfirmasi.

“Selama belum ada e-IPO, belum bisa dikonfirmasi keabsahannya,” tambahnya.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, berpendapat bahwa Superbank memiliki fundamental yang menarik untuk turut meramaikan daftar bank digital yang terdaftar di BEI. Menurutnya, Superbank memiliki ekosistem yang kuat dengan dukungan dari Grab dan Emtek.

Namun demikian, Nico menekankan perlunya melihat bagaimana Superbank nantinya akan memanfaatkan akses ke ekosistem tersebut. Ia berpendapat bahwa salah satu faktor kunci keberhasilan bank digital adalah dukungan dari ekosistem yang dimilikinya.

“Bagaimana nantinya sinergi dan kolaborasi yang dilakukan,” pungkasnya.

Superbank Bukukan Laba Bersih Rp 60,12 Miliar per Kuartal III-2025

“`

Share :

Baca Juga

Finance

Analisis Bitcoin: September Effect Mempengaruhi Harga, Proyeksi Optimis Hingga 2025

Finance

IHSG Terkoreksi Akibat Profit Taking dan Perdagangan Saham Pendek

Finance

Gangguan BCA Mobile: Nasabah Kesulitan Transaksi Keuangan

Finance

Waspada! Dana Asing Diprediksi Cabut Hingga 2025, Ini Saham Pilihan Analis!

Finance

SpaceX siap IPO raksasa, ambisi Elon Musk: bangun AI dan pangkalan manusia di Bulan

Finance

Rupiah Melemah? Ini Strategi Investasi Valas Cerdas untuk Investor Indonesia

Finance

Saham MGLV, BWPT, dan UANG Dihentikan Sementara: Harga Melonjak Drastis di BEI

Finance

Segmen Data dan Internet Topang Kinerja Telkom (TLKM) Saat Kinerja Indihome Lesu