Breaking News

Home / Finance

Sabtu, 8 November 2025 - 17:52 WIB

Segmen Data dan Internet Topang Kinerja Telkom (TLKM) Saat Kinerja Indihome Lesu

warta-kota.com JAKARTA. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memperlihatkan performa yang menggembirakan di triwulan III-2025. Kinerja positif ini didorong oleh sektor seluler yang mengalami pemulihan signifikan, terutama berkat peningkatan pendapatan dari segmen data.

Penghasilan dari data, internet, dan IT mengalami kenaikan sebesar 5,5% dibandingkan kuartal sebelumnya, didukung oleh lonjakan *yield* data gabungan sebesar 11,2% menjadi Rp 3.400 per GB. Kenaikan tarif ini sangat membantu, meskipun lalu lintas data sedikit menurun sebesar 3% secara kuartalan, namun masih menunjukkan kenaikan 11,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perbaikan ini mencerminkan efektivitas strategi penyederhanaan produk serta rasionalisasi harga dan bonus, yang berkontribusi pada perbaikan harga (*price repair*) di segmen seluler. Di sisi lain, pendapatan dari layanan *legacy* mengalami penurunan tajam sebesar 22% secara kuartalan dan 34% secara tahunan. Saat ini, kontribusi pendapatan layanan *legacy* hanya sekitar 6,8% dari total pendapatan seluler Telkomsel, mendekati target yang ditetapkan manajemen sebesar 5%.

Kepailitan TELE Menambah Daftar Panjang Investasi Bermasalah di Telkom (TLKM)

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta, dalam risetnya tertanggal 7 November 2025, memperkirakan momentum positif pada *yield* ini akan terus berlanjut hingga kuartal IV-2025. Ia berpendapat bahwa hal ini didorong oleh kedisiplinan harga dan portofolio yang semakin efisien. Kendati demikian, pendapatan data untuk keseluruhan tahun 2025 diprediksi masih akan mengalami sedikit penurunan sebesar 1,8% *year-on-year*.

Baca Juga  BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Sementara itu, kinerja segmen IndiHome masih menghadapi tantangan. Pendapatan IndiHome mengalami penurunan sebesar 1,7% secara kuartalan dan 2,2% secara tahunan pada kuartal III tahun ini. Dalam risetnya, Kafi menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh penurunan *Average Revenue per User* (ARPU) menjadi Rp 210.000 pada kuartal III, sementara dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, ARPU Indihome mencapai Rp217.000. Meskipun demikian, jumlah pelanggan Indihome bertambah sebanyak 200.000 menjadi total 10,3 juta pelanggan.

Manajemen Telkom (TLKM) menjelaskan bahwa penurunan ARPU disebabkan oleh perpindahan pelanggan dari paket 3P/2P ke paket 1P (*internet only*) serta ekspansi ke segmen *entry-level* di luar Pulau Jawa. Pantauan harga IndiHome pada November 2025 menunjukkan penurunan rata-rata harga sebesar 3,6% dibandingkan bulan sebelumnya, seiring dengan peluncuran paket internet + *gaming*, yang mengindikasikan prospek pertumbuhan jangka pendek yang masih menantang.

Segmen Enterprise dan *Wholesale & International Business* (WIB) juga mengalami penurunan masing-masing sebesar 2,9% dan 7,7% *quarter-on-quarter*, yang dipengaruhi oleh pembatasan anggaran pemerintah dan penurunan struktural pada pendapatan interkoneksi.

Oleh karena itu, Kafi masih mempertahankan rekomendasi *buy* untuk saham TLKM, serta menaikkan target harga (TP) menjadi Rp 4.000 per saham, seiring dengan peralihan valuasi ke tahun 2026 dan penerapan *multiple* EV/EBITDA sebesar +1SD (5,8x). “Kenaikan target ini mencerminkan disiplin harga yang semakin baik dan eksekusi monetisasi *yield* yang solid,” ungkap Kafi.

Baca Juga  GOTO Tingkatkan Target EBITDA, Analis Ungkap Dampaknya Bagi Investor

Pada hari Jumat (7/11), harga saham TLKM ditutup turun 0,29% dari hari sebelumnya, berada di level Rp 3.470 per saham.

BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan ARPU pada tahun 2026 dan 2027 akan direvisi naik menjadi Rp 45.000 dan Rp 46.100.

Saham Telkom Indonesia (TLKM) Sempat Anjlok 3,08%, Apa Penyebabnya?

Namun, menurutnya, skenario dasar (*base case*) ini belum memperhitungkan potensi *re-rating* dari rencana *spin-off* InfraCo. Jika Telkom menjual 20%–30% saham InfraCo dengan valuasi 9–12x EV/EBITDA, transaksi ini berpotensi menghasilkan *dividen yield* sebesar 5,4%–7,8%.

Terkait klaim pajak senilai Rp 14,6 triliun, manajemen Telkom menegaskan posisi teknis yang kuat, dengan dukungan persetujuan dari Kementerian Keuangan atas transfer bisnis IndiHome pada nilai buku. Oleh karena itu, perusahaan menyatakan belum perlu membentuk provisi atas kasus tersebut saat ini.

Hingga akhir tahun 2025, Kafi memperkirakan pendapatan TLKM akan mencapai Rp 145,55 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 20,88 triliun. Sementara di tahun 2026, pendapatan TLKM diproyeksikan mencapai Rp 152,55 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 22,18 triliun.

Share :

Baca Juga

Finance

Alakh Pandey Physics Wallah: Kisah Miliarder Termuda India dari IPO Sukses

Finance

Rupiah Melemah, Nilai Tukar Tembus Rp 14.433 per Dolar AS

Finance

PHK Massal Industri Tekstil: Lonjakan Impor Benang dan Kain Jadi Biang Kerok

Finance

The Fed’s Sinyal: Dolar AS Lesu, Yen Jepang Menguat! Peluang Untung atau Rugi?

Finance

Gubernur The Fed Tegaskan: Trump Tak Mempengaruhi Keputusan Kebijakan Moneter

Finance

Iwan Setiawan Lukminto, Bos Sritex, Resmi Tersangka Kasus Korupsi Kredit Bank

Finance

Low Tuck Kwong: Analisis Mendalam Saham dan Kinerja Perusahaan

Finance

AS dan China Akhiri Perang Tarif: Kesepakatan Baru Pangkas Bea Impor