Breaking News

Home / Politics

Rabu, 22 Oktober 2025 - 12:51 WIB

Presiden Jokowi Resmikan Ditjen Pesantren Sambut Hari Santri

Kabar gembira datang dari Kementerian Agama. Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren. Pengumuman ini bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, Rabu, 22 Oktober 2025.

Menurut Nasaruddin, persetujuan pembentukan badan baru ini dikomunikasikan melalui surat Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi bernomor B-617/M/D-1/HK.03.00/10/2025, tertanggal 21 Oktober 2025. Surat tersebut secara eksplisit menginstruksikan Kementerian Agama untuk segera merealisasikan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren.

Direktorat Pesantren diharapkan menjadi wadah konsolidasi pesantren secara nasional. Menteri Nasaruddin menjelaskan bahwa selama ini, banyak pesantren yang belum tercatat secara resmi dan belum sepenuhnya mendapatkan akses terhadap bantuan pemerintah. “Dengan kehadiran direktorat jenderal ini, permasalahan tersebut dapat ditangani secara lebih efektif, berkat adanya struktur organisasi yang lebih luas dan sistem yang lebih terkoordinasi,” ungkap Menteri Nasaruddin dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Rabu, 22 Oktober 2025.

Baca Juga  Ancaman Pencabutan Status Geopark Toba: Desakan Legislator PDIP untuk Perbaikan Segera

Ide pembentukan Direktorat Pesantren sebenarnya telah muncul sejak tahun 2019, pada masa jabatan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Namun, inisiatif tersebut sempat tertunda hingga tahun 2021. Kemudian, Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas kembali mengajukan usulan tersebut kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) Kemenpan pada tahun 2021 dan 2023.

Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren akan membawa perubahan signifikan pada struktur organisasi yang ada. Sebelumnya, urusan pesantren ditangani oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. “Nantinya direktorat ini akan menggantikan Dirjen haji yang sudah dipindahkan ke entitas tersendiri,” imbuh Nasaruddin.

Menteri Nasaruddin juga menuturkan bahwa sistem pendataan dan sertifikasi pesantren akan ditingkatkan secara signifikan di masa mendatang. Tujuannya adalah untuk memastikan data pesantren yang lebih akurat dan pelaksanaan program yang lebih terarah. “Proses sertifikasi sudah berjalan selama ini, tetapi akan lebih diperkuat ke depannya agar data pesantren semakin valid dan program-program pembinaan dapat tepat sasaran,” jelasnya.

Baca Juga  Breaking News: Presiden Prabowo Lantik Menteri Kabinet Baru Hari Ini!

Pada tanggal 9 Oktober lalu, Direktur Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menekankan pentingnya perubahan ini karena fungsi pesantren tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan. “Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019, pesantren memiliki tiga fungsi utama, yaitu pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” kata Basnang.

Ia menambahkan bahwa dua fungsi terakhir, yaitu dakwah dan pemberdayaan masyarakat, selama ini kurang mendapat perhatian yang memadai karena Direktorat Pesantren masih berada di bawah naungan pendidikan. “Dengan adanya dirjen khusus, potensi pesantren dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dapat dimaksimalkan secara lebih optimal,” pungkas Basnang.

Dani Aswara berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Pilihan Editor:

Tradisi ‘Nguli’ di Pesantren: Apakah Masuk Kategori Eksploitasi Anak?

Share :

Baca Juga

Politics

Kasus Google Cloud: KPK Lanjutkan Investigasi Korupsi Meski Nadiem Makarim Tersangka

Politics

Polemik Usulan Dedi Mulyadi: Vasektomi Syarat Bansos Tuai Kecaman Publik

Politics

Kedatangan Presiden Macron dan Istri di Indonesia: Foto Eksklusif Turun dari Pesawat

Politics

Puan Maharani Di Rumah Duka Affan Kurniawan, Bungkam Soal Penolakan Demonstran DPR

Politics

Reuni 212 Hari Ini: Salat Gaib untuk Korban Banjir Sumatera dan Doa Bersama

Politics

Jadwal Lengkap Samsat Keliling Bali Jumat, 23 Mei: Lokasi & Informasi Penting

Berita Utama Daerah

Dalam Rangka Wujudkan Kepedulian, Kapolres Solok Mengunjungi Salah Satu Rumah Personel Yang Lagi Sakit

Politics

Para Pemimpin Eropa Sambut Paus Leo XIV: Harapan Damai di Tengah Krisis