Breaking News

Home / Society Culture And History

Selasa, 2 September 2025 - 22:52 WIB

Kisah Inspiratif Driver Ojol Bertemu Gibran: Ada Harapan Baru?

Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, menjalin interaksi dengan delapan perwakilan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai platform aplikasi di Istana Wakil Presiden, Jakarta, pada hari Minggu (31/8) lalu.

Pertemuan ini berlangsung di tengah sorotan tajam terkait kasus tragis yang menimpa Affan Kurniawan (21), yang meninggal dunia akibat terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat kericuhan di Pejompongan, Jakarta, pada hari Kamis (28/8).

Sontak, pertemuan ini menjadi topik hangat di kalangan publik. Muncul berbagai spekulasi, termasuk dugaan bahwa para pengemudi ojol yang hadir dalam pertemuan dengan Gibran tersebut bukanlah pengemudi ojol yang sebenarnya.

Kisah Para Ojol yang Hadir dalam Pertemuan

Pada hari Selasa (2/9), tim kumparan berkesempatan bertemu dengan lima dari delapan pengemudi yang berpartisipasi dalam pertemuan tersebut. Mereka adalah Rio (36), Doni (37), Joko (52), Riska Amelia (29), dan Arief (50).

Mereka turut serta dalam serangkaian aksi damai berupa pembagian bunga dari para pengemudi ojol kepada aparat kepolisian dan TNI di area Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat.

Kepada tim kumparan, Rio dengan tegas menyatakan bahwa mereka benar-benar berprofesi sebagai pengemudi ojol. Dalam pertemuan tersebut, mereka hadir atas undangan.

“Intinya, pada tanggal 31, hari Minggu kemarin, sekitar jam 10-11 siang, kami menerima pesan WA atau dihubungi oleh protokol Wakil Presiden, protokol dinas Wakil Presiden. Isi pesannya adalah undangan untuk bertemu dengan Wakil Presiden, guna membahas situasi ojol yang sedang bergejolak saat ini,” ungkap Rio di Monas.

“Karena diundang, tentu saya menyetujui. Apalagi hingga saat ini, sampai tanggal 31 kemarin, belum ada kejelasan mengenai tragedi yang menimpa saudara kita, Almarhum Affan. Yang muncul di media sosial hanyalah penahanan patsus selama 20 hari atau sanksi kode etik. Sementara, pencuri ayam saja bisa dipenjara 5 tahun. Masa melindas orang hanya 20 hari? Akhirnya, saya pribadi dan teman-teman sepakat untuk hadir ke sana,” imbuhnya.

Gibran Meminta Masukan

Rio melanjutkan ceritanya, mengungkapkan bahwa Gibran meminta masukan dari mereka mengenai cara meredam amarah para pengemudi ojol setelah kepergian Affan.

“Di situ, Bapak Wakil Presiden juga bertanya, bagaimana cara meredakan situasi agar para pengemudi ojol tidak bergejolak. Kami memberikan saran. Sebagai Wakil Presiden atau RI 2, mengapa tidak bisa mengusut tuntas kasus Almarhum Affan? Selain itu, prosesnya harus transparan agar teman-teman ojol di luar sana tahu berapa lama pelaku akan dihukum,” jelasnya.

Baca Juga  Lima Zodiak dengan Aura Paling Memikat: Rahasia Pesona Mereka Menurut Astrologi

Selain meminta pengusutan tuntas kasus Affan, para pengemudi ojol juga berharap pemerintah segera memulihkan keadaan. Mereka merasa dirugikan karena kericuhan menyebabkan hilangnya banyak pelanggan.

Menanggapi permintaan tersebut, Rio mengatakan bahwa Gibran berjanji akan mengusut tuntas kasus Affan dan segera menstabilkan situasi nasional.

Menepis Tudingan Anggota Polisi dan TNI serta Menjawab Sorotan Sepatu Air Jordan

Di media sosial, banyak yang menduga bahwa para pengemudi ojol yang hadir di Istana Wakil Presiden sebenarnya adalah anggota polisi dan TNI. Salah satu pengemudi ojol yang diwawancarai oleh kumparan, Arief, menanggapi tudingan tersebut.

“(Saya) kemarin dibilang bukan ojol. Dikira saya TNI atau polisi. Padahal saya memang tukang ojek,” tegas Arief.

Arief menjelaskan bahwa dirinya telah menjadi pengemudi ojol di sebuah aplikasi sejak tahun 2018. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada isu yang beredar.

“Jangan termakan isu bahwa ini settingan. Kami benar-benar murni ojol. Pesan saya untuk teman-teman ojol di seluruh Indonesia, jangan sampai terprovokasi untuk ikut aksi demo anarkis,” imbau Arief.

“Mari tetap bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Kita juga ingin situasi Indonesia kembali stabil dan normal. Kita ingin tenang mencari uang. Jangan pernah lagi menggunakan nama ojol untuk kepentingan golongan atau pribadi,” tambahnya.

Selain dituding sebagai anggota TNI-Polri, publik juga menyoroti Arief dan Riska Amelia, yang mengenakan sepatu Air Jordan 1. Riska pun menjelaskan bahwa pengemudi ojol juga mampu membeli sepatu bermerek.

“Jangan menilai hanya dari penampilan luar saja. Kita sebagai Ojek Online juga harus menjaga penampilan agar pelanggan merasa nyaman saat dibonceng,” ujar Riska.

Riska kemudian membuktikan dengan menunjukkan pendapatannya dalam sehari. Ia mengaku bisa mendapatkan Rp 500 ribu dalam sehari.

Penjelasan Maxim Mengenai Ojol yang Bertemu Gibran

Public Relations Specialist Maxim, Arkam Suprapto, mengonfirmasi bahwa salah satu pengemudi ojol yang memenuhi undangan Gibran adalah mitra resmi mereka.

“Kami ingin menyampaikan bahwa mitra pengemudi yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah pengemudi resmi yang terdaftar di platform Maxim dan aktif melayani masyarakat. Pertemuan pada hari Minggu, 31 Agustus 2025, merupakan agenda resmi atas arahan Kantor Wakil Presiden yang melibatkan perwakilan mitra ojol dari seluruh aplikasi,” jelas Arkam kepada wartawan pada hari Selasa (2/9).

Arkam menambahkan bahwa tujuan diundangnya para pengemudi ojol adalah untuk mendapatkan masukan dari mereka.

“Kehadiran mereka sebagai tamu undangan merupakan hasil kesepakatan dan inisiatif mitra pengemudi sendiri dalam kapasitasnya sebagai perwakilan,” tuturnya.

Baca Juga  Jelajahi Keindahan Tersembunyi: Kisah Menakjubkan dari Setiap Negara

Respons GoTo

Pihak GoTo memberikan penjelasan terkait mitra pengemudi mereka yang diundang oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada hari Minggu (31/8). GoTo mengakui bahwa salah satu dari mereka yang hadir memang tercatat sebagai mitra.

“Kami ingin menegaskan bahwa Mohamad Rahman Tohir atau yang akrab disapa Cang Rahman, salah satu peserta dialog yang ramai diperbincangkan publik akhir-akhir ini, adalah benar mitra aktif Gojek sejak 2015,” kata Direktur Public Affairs & Communications PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, Ade Mulya, dalam keterangannya, Selasa (2/9).

Ia menjelaskan bahwa pihak aplikator dihubungi oleh Kantor Wakil Presiden untuk menghadirkan perwakilan mitra ojol dari seluruh aplikasi dalam dialog bersama Wakil Presiden. Tujuannya adalah untuk mendengarkan langsung aspirasi dan harapan para mitra.

GoTo sangat mengapresiasi setiap undangan resmi yang ditujukan kepada mitra pengemudi. Dengan demikian, GoTo dapat memastikan bahwa mitra yang hadir benar-benar mitra aktif yang sehari-hari bekerja, terlibat dalam komunitas, dan dipercaya oleh rekan-rekannya.

Pernyataan Grab Mengenai Ojol yang Bertemu Wakil Presiden

Grab memberikan klarifikasi terkait mitranya yang menghadiri pertemuan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Namun, pertemuan tersebut memicu polemik di tengah masyarakat. Salah satu asosiasi pengemudi ojol, Garda Indonesia, menyatakan bahwa mereka tidak terdaftar sebagai anggotanya.

Tirza Munusamy, Chief of Public Affairs Grab Indonesia, menjelaskan bahwa mitra mereka diundang oleh Gibran untuk berdialog. Tidak hanya Grab, aplikator lain juga menerima undangan serupa.

“Akhir pekan lalu, Grab bersama aplikator lain diundang oleh Kantor Wakil Presiden Republik Indonesia untuk menghadirkan perwakilan Mitra Pengemudi dalam dialog bersama pemerintah,” ungkap Tirza kepada wartawan pada hari Selasa (2/9).

“Kami menganggap undangan ini sebagai kesempatan penting bagi para mitra pengemudi untuk menyampaikan pengalaman dan harapan mereka secara langsung,” tambahnya.

Dalam pertemuan tersebut, hadir dua mitra Grab, yaitu Riska yang telah bergabung dengan Grab sejak 2016. Ia aktif di komunitas Lady Grab Jakarta Barat. Selain Riska, ada Arief yang menjadi mitra sejak 2018 dan aktif di komunitas Grab Militan Cikarang.

“Keduanya dikenal di komunitas masing-masing sebagai sosok yang selalu aktif mendampingi rekan-rekannya, terbiasa menyuarakan aspirasi sesama mitra pengemudi, dan dipercaya untuk membawa suara komunitas ke ruang dialog,” pungkas Tirza.

Share :

Baca Juga

Society Culture And History

Terungkap: Skandal Seks Penyebab Raja Charles Mencopot Gelar Pangeran Andrew

Society Culture And History

Pesantren Al Khoziny Sidoarjo: Sejarah Panjang dan Santri dari Seluruh Indonesia

Society Culture And History

Rekor Dunia: 10 Patung Tertinggi, Tiga Ada di Asia Tenggara

Society Culture And History

Tragis! Ratusan Santri Tertimpa Saat Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Ambruk

Society Culture And History

Jelajahi Keindahan Tersembunyi: Kisah Menakjubkan dari Setiap Negara

Society Culture And History

Kisah Haru Ibunda Luna Maya, Profil Desa Maya di Momen Siraman Putri Tersayang

Society Culture And History

Tujuh Paus Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah Gereja Katolik

Society Culture And History

Rumah Atalarik Syah Dibongkar Paksa: Reaksi Tak Terduga Sang Aktor