Solok, Warta-kota.com.- Gerak cepat ditunjukkan calon Wali Nagari PAW Saniang Baka, Drs. Antri Sopen, dalam merespons persoalan krusial yang dihadapi petani pascabencana. Bersama Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, ia turun langsung meninjau sejumlah titik irigasi yang mengalami kerusakan parah.
Peninjauan lapangan tersebut mengungkap kondisi yang memprihatinkan. Saluran irigasi di berbagai titik terlihat rusak, tertimbun material, bahkan ada yang terputus total. Dari hasil identifikasi sementara, sedikitnya 13 titik irigasi terdampak, dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.
Situasi ini berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian masyarakat. Petani kesulitan mengalirkan air ke sawah, sementara di sisi lain, proses penggarapan lahan telah mulai dilakukan oleh Dinas Pertanian sebagai bagian dari upaya pemulihan.
“Ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Petani butuh air sekarang, bukan nanti. Karena itu, kita akan kawal usulan perbaikan 13 titik ini hingga benar-benar terealisasi” tegas Antri Sopen di sela peninjauan lokasi

Lokasi persawahan yang terdampak bencana
Ia menambahkan, perbaikan irigasi merupakan faktor kunci dalam memastikan keberhasilan musim tanam. Tanpa dukungan sistem pengairan yang memadai, upaya pengolahan lahan berpotensi sia-sia.
Tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, Antri Sopen juga berkomitmen mendorong percepatan penanganan hingga ke tingkat provinsi dan pemerintah pusat. Ia berharap adanya respons cepat dari pihak terkait, termasuk Direktorat Irigasi.
“Kita akan dorong bersama, mulai dari kabupaten, provinsi, hingga pusat. Ini menyangkut hajat hidup petani dan ketahanan pangan masyarakat” ungkapnya
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Deslirizaldi, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti hasil peninjauan dengan langkah teknis, sekaligus mengusulkan program rehabilitasi irigasi ke jenjang pemerintahan yang lebih tinggi.
Kehadiran langsung Antri Sopen bersama jajaran pemerintah daerah di tengah masyarakat pun mendapat apresiasi. Seorang petani setempat mengaku melihat keseriusan yang berbeda dari sosok calon pemimpin tersebut.
“Baru calon saja sudah turun langsung ke lapangan. Ini yang kami harapkan, bukan sekadar janji” ujarnya.
Peninjauan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemulihan sektor pertanian di Saniang Baka membutuhkan langkah nyata dan kolaborasi lintas pemerintahan. Kini, masyarakat berharap agar upaya yang telah dimulai ini segera berlanjut pada aksi konkret, sehingga 13 titik irigasi yang rusak dapat kembali berfungsi dan menghidupkan kembali sawah-sawah mereka.**(PB07)















