Breaking News

Home / Crime

Minggu, 18 Mei 2025 - 21:53 WIB

Tragedi Mengerikan: Beauty Influencer Tewas Tertembak di Siaran Langsung TikTok

warta-kota.com – Tragedi menimpa beauty influencer Meksiko, Valeria Marquez. Perempuan berusia 23 tahun ini meninggal dunia setelah ditembak saat siaran langsung TikTok pada Selasa (13/5/2025).

Kejaksaan Agung Jalisco melaporkan peristiwa nahas tersebut terjadi di salon milik Valeria, Blossom The Beauty Lounge, di Avenida Servidor Publico, Zapopan, sekitar pukul 18.30 waktu setempat.

Pihak berwenang menerima laporan penembakan melalui layanan darurat 911. Meskipun petugas medis segera tiba di lokasi, nyawa Valeria tak dapat diselamatkan.

Baca juga: Google Bikin Chatbot AI Mirip Selebriti dan Influencer?

Berdasarkan penyelidikan awal, seorang pria tak dikenal memasuki salon dan menembak Valeria saat ia sedang live TikTok.

Baca Juga  Operasi "Identify Me" Ungkap Identitas Jasad Wanita di Spanyol Setelah 20 Tahun

Sebelum melancarkan aksinya, pria tersebut dilaporkan menyapa Valeria dan menanyakan namanya.

Setelah itu, ia langsung menembak Valeria hingga korban terjatuh dari kursinya, kemudian melarikan diri.

Siaran langsung Valeria di TikTok masih berjalan saat penembakan terjadi dan disaksikan oleh para penggemarnya. Siaran baru dihentikan beberapa saat kemudian oleh seseorang.

Saat ini, kepolisian dan pihak terkait tengah menyelidiki kasus ini secara intensif, termasuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sebagaimana dilaporkan KompasTekno yang mengutip CNN.

Baca juga: Gen Z Amerika Pilih Jadi Influencer dan Rela Resign dari Pekerjaan

Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengumumkan motif pembunuhan dan identitas tersangka. Valeria, yang memiliki ratusan ribu followers di Instagram dan TikTok, menjadi korban dalam peristiwa tragis ini.

Baca Juga  Heboh! Teman Searah Luruskan Isu Perselingkuhan Inara Rusli dan Insan

Namun, Kejaksaan Agung Jalisco menyatakan bahwa kasus ini sedang diselidiki sebagai dugaan femisida, pembunuhan terhadap perempuan karena alasan gender.

Femisida di Meksiko seringkali melibatkan kekerasan yang merendahkan martabat perempuan, pelecehan seksual, hubungan yang buruk antara pelaku dan korban, hingga pemaksaan untuk mempertontonkan bagian tubuh korban di depan umum.

Data resmi pemerintah Meksiko mencatat sekitar 847 kasus femisida pada tahun 2024. Angka tersebut meningkat menjadi 162 kasus pada tiga bulan pertama tahun 2025.

Share :

Baca Juga

Crime

KPK periksa 9 orang dalam OTT di Banten, sita Rp 900 juta

Crime

‘Mata Elang’ tewas dikeroyok saat melakukan penagihan utang di Kalibata Jaksel

Crime

Gary Iskak Kecelakaan: Polisi Ungkap Fakta Penting Soal Helm

Crime

Polisi Buru Satu Tersangka Kasus Perdagangan Orang Grup Fantasi Sedarah

Crime

Laras Faizati Jadi Tersangka: Diduga Provokasi Demo Bakar Mabes Polri!

Crime

Abdul Mu’ti Angkat Bicara: Tragedi Bullying Siswa SMPN 19 Tangsel

Crime

Polisi Bali Tangkap Admin Grup Facebook “Cinta Sedarah”

Crime

Guru Pecat Siswa SD Karena Banting Saat Futsal: Ayah Korban Tuntut Tanggung Jawab