Pandeglang, warta- kota.com
Berkaitan dengan pemberitaan yang telah muncul sebelumnya terkait kondisi kejadian banjir di wilayah sekitar proyek pembangunan tol Serang – Panimbang, pihak Humas PPKSO yang diwakili oleh Adi Subagja telah melakukan klarifikasi terkait peristiwa tersebut. Berikut adalah penjelasan secara rinci mengenai hal yang terjadi beserta langkah-langkah yang akan dilakukan ke depannya, serta paparan terkait kontribusi proyek yang telah diberikan kepada masyarakat sekitar.

Adi Subagja menyampaikan bahwa informasi mengenai terjadinya banjir di Desa Gombong, lokasi DST A78 khususnya di RT 1 dan RT 4, merupakan hal yang benar adanya. “Kejadian banjir tersebut disebabkan oleh kombinasi antara curah hujan yang ekstrim dan kapasitas penampungan saluran air yang belum memadai. Pihak KSO mengucapkan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga yang terdampak oleh kejadian tersebut,” beber Adi Subagja dikonfirmasi warta-kota.com pada Sabtu, (14/2/2026) dilokasi.
Sebagai tambahan, Adi Subagja menjelaskan bahwa pihak perusahaan sebelumnya telah melakukan upaya normalisasi saluran air di lokasi terkait dengan memperlebar bagian tertentu dari saluran. Namun, kondisi saluran di hilir tidak sebesar bagian yang telah diperlebar, sehingga menyebabkan aliran air tidak dapat terarah dengan optimal dan akhirnya berujung pada terjadinya banjir yang tidak dapat dihindari.
Dalam menyikapi kejadian ini, pihak perusahaan telah secara berkala memberikan bantuan sosial kepada masyarakat sekitar. Bantuan tersebut diberikan setiap 3 bulan dalam bentuk pembagian sembako dan bahan kebutuhan lainnya. Selain itu, pada setiap perayaan hari besar Islam (PHBI) maupun hari besar Nasional (PHBN), pihak perusahaan juga secara konsisten berkontribusi dalam bentuk dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yang dapat dicek langsung di Kampung 6 dan wilayah sekitar. Pihak perusahaan juga selalu melakukan sosialisasi secara berkala terkait aktivitas dan upaya yang dilakukan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.
Menanggapi pertanyaan mengenai langkah-langkah yang akan dilakukan ke depannya, Adi Subagja menyampaikan bahwa pihak perusahaan berkomitmen untuk segera mencari solusi yang tepat terkait permasalahan saluran air, khususnya yang berada di RT 4. Dalam jangka waktu 2 hari ke depan, akan dilakukan perbaikan terhadap saluran irigasi yang hingga saat ini belum mendapatkan penanganan dan telah menyebabkan terjadinya keterlambatan penanganan ketika musim hujan tiba, yang akhirnya membuat aliran air mengarah ke area belakang rumah warga. Progres perbaikan tersebut akan segera dipercepat sesuai dengan rencana yang telah disusun.
Selain itu, pihak perusahaan juga mengharapkan dan menghimbau kepada seluruh warga masyarakat agar segera menghubungi pihak Humas atau perwakilan perusahaan lainnya ketika menemukan adanya permasalahan atau ketidaksesuaian di lapangan. Hal ini bertujuan agar setiap permasalahan dapat ditangani secara cepat dan tepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar. Pihak perusahaan menegaskan bahwa kedepannya akan lebih memperbaiki kinerja, selalu mengedepankan kepentingan masyarakat, tidak akan melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, serta senantiasa menjalankan kolaborasi dan pendekatan yang humanis di lapangan.
Ridwan Hanapi, warga RT 05 yang menjadi salah satu pihak yang diberitakan dan juga menjabat sebagai koordinator Karang Taruna yang bermitra dengan proyek pembangunan tol Serang Panimbang, menyampaikan bahwa keluhan yang diajukan oleh masyarakat memang sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Menurutnya, setiap pembangunan pasti memiliki dampak positif dan negatif, namun pihak warga telah secara langsung berkomunikasi dengan tokoh masyarakat, pengurus RT/RW, elemen kepemudaan, serta pihak humas pembangunan proyek tol Serang Panimbang untuk menindaklanjuti keluhan yang diajukan.
Ridwan Hanapi menambahkan, bahwa pihak proyek telah memberikan tanggapan yang positif dan berkomitmen untuk segera mencari solusi terkait permasalahan banjir. Di balik dampak negatif yang muncul, proyek pembangunan tol Serang Panimbang juga telah memberikan berbagai kontribusi positif kepada masyarakat sekitar, antara lain dengan menyerap tenaga kerja lokal yang banyak melibatkan warga sekitar, memberikan bantuan sosial melalui program CSR setiap 3 bulan sekali dalam bentuk sembako, serta memberikan dukungan terhadap beberapa titik majelis pengajian dan aktivitas anak-anak dengan cara menyumbangkan bantuan untuk pengembangan fasilitas atau kebutuhan kegiatan tersebut.
Menurut Ridwan Hanapi, sikap masyarakat yang menyampaikan aspirasi dan keluhan merupakan hal yang positif karena menunjukkan bahwa di negara ini masih ada kebebasan untuk berbicara dan menyampaikan pendapat. Namun, ia menghimbau agar setiap permasalahan dapat lebih dahulu diobrolkan melalui jalur yang tepat, seperti melalui pengurus RT/RW atau langsung kepada pihak perusahaan, sebelum dilakukan tindakan yang lebih lanjut. Jika setelah beberapa kali disampaikan tidak mendapatkan respon, baru dilakukan langkah berikutnya. Ia juga mengungkapkan bahwa kritik dan aspirasi dari masyarakat sebenarnya merupakan hal yang positif untuk perkembangan proyek, karena dapat menjadi masukan untuk memperbaiki kualitas pembangunan.
Ridwan Hanapi berharap agar seluruh warga dapat bersabar dan bersama-sama mengawal proses pembangunan proyek ini agar berjalan lancar, serta dampak lingkungan yang muncul dapat diatasi secara bertahap. Selain itu, ia juga mengharapkan pihak perusahaan dapat menerima dan memahami setiap kritik serta aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat dengan sikap yang terbuka dan penuh pemahaman.
Pardi, salah satu warga masyarakat sekitar lokasi proyek, menyampaikan bahwa menurut pandangan masyarakat, kontribusi yang diberikan oleh perusahaan terkait pembangunan proyek tol Serang Panimbang tergolong baik. Banyak bantuan yang telah diterima oleh masyarakat, termasuk kesempatan kerja yang terbuka bagi warga lokal. Ke depannya, masyarakat berharap pihak perusahaan dapat lebih memahami kebutuhan dan harapan dari warga sekitar, sehingga permasalahan yang muncul dapat diminimalkan dan berbagai keinginan yang menjadi kepentingan bersama dapat terlaksana dengan baik. (YNA)
















