Solok, Warta-kota.com.- Pemerintah Kabupaten Solok bersama PT PLN (Persero) UP3 Solok mencatat capaian signifikan dalam pelaksanaan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) Tahun 2025. Dari total target 1.399 rumah tangga, sebanyak 1.395 rumah tangga telah berhasil menikmati sambungan listrik, atau setara dengan 99,7 persen realisasi.
Capaian tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Evaluasi BPBL 2025 dan Sinkronisasi Data Usulan BPBL 2026 yang digelar pada Kamis, 23 April 2026, di Gedung C Setda Kabupaten Solok.
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, S.Sos., M.Si., yang membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya tiga pilar utama dalam percepatan program, yakni sinergi, akurasi data, dan disiplin dalam pelaksanaan. Ia menekankan agar proses pengusulan penerima BPBL ke depan lebih selektif, terutama dalam memastikan kelengkapan administrasi dan kelayakan teknis calon penerima.
“Rumah tangga yang tidak memenuhi persyaratan awal, seperti jarak lebih dari 50 meter dari tiang listrik, tidak boleh diinput. Jika tetap diusulkan, data akan ditolak dan berpotensi menghanguskan kuota bantuan” tegasnya.
Medison juga menyoroti pentingnya kualitas data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan agar proses verifikasi oleh pemerintah pusat berjalan lancar. Ia optimistis, dengan koordinasi yang kuat, Kabupaten Solok dapat segera mencapai target elektrifikasi 100 persen.
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Jefrizal, S.Pt., M.T., menjelaskan bahwa program BPBL menyasar rumah tangga tidak mampu yang belum memiliki akses listrik. Menurutnya, kehadiran listrik tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membuka peluang bagi peningkatan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
“Elektrifikasi merupakan fondasi pemerataan pembangunan. Dengan listrik, masyarakat memiliki akses lebih luas terhadap berbagai peluang, termasuk pengembangan UMKM dan pendidikan digital” ujarnya.
Kepala Bagian Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Solok, Dr. Anthony Saliza, S.E., M.Ec.Dev., memaparkan bahwa sejak tahun 2024 terdapat 4.247 rumah tangga yang diusulkan sebagai penerima BPBL. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.080 rumah tangga telah disurvei dan divalidasi oleh PLN pada tahun 2025.
“Hasilnya, 1.467 rumah tangga dinyatakan valid dan siap sambung, sementara 613 lainnya belum memenuhi kriteria teknis” jelasnya.
Dari total yang valid tersebut, sebanyak 1.395 rumah tangga telah tersambung listrik, sedangkan sisanya direncanakan akan diselesaikan pada tahun 2026.
Untuk meningkatkan kualitas pendataan, Pemerintah Kabupaten Solok juga tengah menyiapkan inovasi berupa aplikasi khusus evaluasi BPBL 2026. Aplikasi ini dilengkapi dengan 16 kolom input wajib, sistem validasi otomatis, integrasi GPS, serta fitur pembuatan dokumen secara otomatis.
Perwakilan PT PLN (Persero) UP3 Solok, Dito Nusa Putra, mengungkapkan bahwa penerima BPBL 2025 tersebar di 13 kecamatan dan 31 nagari di Kabupaten Solok. Ia juga menyampaikan bahwa untuk tahun 2026, Kabupaten Solok memperoleh alokasi awal sebanyak 2.778 rumah tangga dari Kementerian ESDM.
Namun demikian, data tersebut masih akan melalui tahapan verifikasi dan survei lapangan sebelum ditetapkan sebagai penerima manfaat.
“Pelaksanaan BPBL 2026 masih menunggu keputusan final dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM. Kami berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh tahapan tepat waktu” ujarnya.
Dito juga mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kabupaten Solok dalam mendukung program BPBL, yang dinilai sebagai salah satu daerah paling aktif dalam memastikan keberhasilan program tersebut di Sumatera Barat.
Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, PLN, kecamatan, dan pemerintah nagari diharapkan semakin solid guna memastikan seluruh masyarakat dapat menikmati akses listrik secara merata.**(PB07)















