Elektabilitas pasangan bakal calon Bupati Kabupaten Lebak Banten, Sanuji – Fajar unggul dalam survei yang dilakukan lembaga Survei Jaringan Nusantara (Jarinusa) Reseaech and Consulting.
Survei yang dilaksanakan pada periode 5-13 Agustus itu memperlihatkan elektabilitas Sanuji – Fajar untuk pilkada Kabupateb Lebak mencapai 45,05%, jauh di atas pesaingnya Hasbi – Amir 38,09%.
Menurut Vrita Kusumaningtias, pengamat politik Jarinusa, mengatakan tingginya elektabilitas Sanuji – Fajar yang notabene bukan keturunan atau Trah Jayabaya sangat di luar perkiraan, karena Lebak selama ini selalu didominasi oleh keturunan Jayabaya.
Hal itu didasari oleh berbagai, menurut Vrita, masyarakat Lebah mulai jenuh dengan kepemimpinan Bupati trah Jayabaya, yang belakangan dinilai gagal membangun Kabupaten Lebak.
“Trah Jayabaya di Kabupaten Lebak memudar. Pasalnya, masyarakat mulai jenuh dengan trah Jayabaya di Lebak. Hal itu dibuktikan dengan hasil survei yang memperlihatkan persepsi masyarakat soal bakal calon Bupati Lebak mendatang. Unggulnya Sanuji-Fajar, sangat di luar perkiraan,” katanya, Rabu (14/8/2024).
“Selama berkuasa, Jayabaya juga dinilai gagal dalam membangun Kabupaten Lebak. Hal itu juga yang mungkin membuat masyarakat memberikan persepsi berbeda untuk pilkada Lebak tahun ini,” tambahnya.
Selanjutnya, Vrita menilai Sanuji-Fajar menjadi jawaban dari segala harapan masyarakat yang menginginkan kemajuan untuk Kabupaten Lebak.
“Masyarakat memandang, Sanuji-Fajar ini sebagai harapan baru untuk Kabupaten Lebak. Rekam jejaknya selama menjadi DPR, cukup menjadi pertimbangan masyarakat untuk menambahkan persepsi positif untuknya,” jelasnya.
Terakhir, hasil survei yang mengungguli Hasbi-Amir tersebut, menurut Vrita, tak terlepas dari dukungan partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM), peluang menangnya juga relatif besar.
“Dukungan partai KIM untuk Sanuji-Fajar semakin memperbesar peluang menang di pilkada Lebak. Jika keduanya bisa memanfaatkan peluang jenuhnya masyarakat terhadap trah Jayabay, maka jalan mulus menang di Kabupaten Lebak bagi Sanuji-Fajar.” tandasnya.
Survei tersebut dilakukan dengan menggunakan metodologi multistage random sampling. Dalam survei ini, jumlah sampel basis sebanyak 1.200 orang yang merupakan warga Lebak yang telah memiliki hak pilih atau sudah berusia minimal 17 tahun saat wawancara berlangsung.
Responden terpilih diwawancarai secara tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20% dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti.















