Jember, 15 April 2026 warta-kota.com Kasus dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar yang terjadi di SPBU 54.681.11 Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, hingga kini belum juga menemui titik terang.
Peristiwa yang terjadi pada Sabtu dini hari, 14 Maret 2026 itu telah memasuki tahap penyidikan oleh Satreskrim Polres Jember. Namun, setelah empat pekan berlalu, perkembangan kasus dinilai stagnan.
Kuasa hukum pelapor, M. Husni Thamrin, menyebut aparat penegak hukum sebenarnya memiliki cukup petunjuk untuk mengungkap kasus tersebut.
“Secara kasat mata bisa diurai, mulai dari kendaraan hingga alur distribusi. Tinggal ada kemauan atau tidak dari aparat kepolisian,” ujarnya.
Dugaan Rekayasa dan Keterlibatan Internal
Thamrin menjelaskan, berdasarkan data di lapangan, terdapat indikasi kuat adanya keterkaitan antara sopir truk dengan petugas SPBU.
Sebelum membawa kabur truk, sopir disebut datang menggunakan mobil Toyota Rush warna hitam, lalu berkomunikasi dengan pegawai SPBU menggunakan kode tertentu.
“Pengemudi turun dari Toyota Rush, lalu berpindah ke truk dan langsung membawa kabur kendaraan yang sudah terisi BBM,” jelasnya.
Penyidik juga disebut telah menemukan bahwa nomor polisi truk yang digunakan merupakan palsu. Namun, pihak pelapor mempertanyakan identitas kendaraan lain yang terlibat.
“Kalau truk pakai pelat palsu bisa dimaklumi karena untuk kegiatan ilegal. Tapi bagaimana dengan Toyota Rush?” tambahnya.
Kronologi Penggerebekan
Kasus ini bermula saat anggota DPRD Jember, David Handoko Seto, melakukan pengecekan langsung ke lokasi setelah menerima laporan masyarakat terkait dugaan praktik penyelewengan BBM subsidi.
Saat tiba di SPBU di Jalan Teuku Umar, David mendapati sebuah truk tengah mengisi solar ke dalam empat drum berkapasitas masing-masing 1.000 liter.
“Dua drum sudah penuh, satu masih proses pengisian,” ungkap David kala itu.
Ia kemudian menghubungi pihak kepolisian dan Hiswana Migas untuk melakukan penanganan.
Namun situasi berubah saat seorang pria berpakaian loreng datang menggunakan Toyota Rush hitam dan membawa kabur truk tersebut.
Kejar-kejaran hingga Dugaan Percobaan Pembunuhan
Aksi pelarian itu memicu kejar-kejaran antara pelaku dan David Handoko Seto sejauh lebih dari 40 kilometer.
Insiden semakin serius ketika truk tersebut diduga sempat menyeret kendaraan milik David di wilayah Ambulu.
Peristiwa itu tidak hanya dilaporkan sebagai penyalahgunaan BBM bersubsidi, tetapi juga mengandung unsur dugaan percobaan pembunuhan.
Desakan Transparansi
Pihak pelapor mendesak Polres Jember segera memberikan perkembangan penanganan kasus secara terbuka kepada publik.
Dengan sejumlah bukti awal yang dinilai cukup kuat, lambannya pengungkapan kasus ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Kalau mau, saya bisa bantu:
�bikin versi headline yang lebih “nendang” (clickbait tapi tetap etis)
atau �tambah angle investigasi (indikasi mafia, alur distribusi BBM subsidi, dll) biar lebih kuat secara jurnalistik.















