PANDEGLANG, Senin 19/8/2024 Warta Kota.com – Miris, diduga terancam punah, ekosistem flora dan fauna di Pulau Popole, kawasan perairan Selat Sunda di Desa Cigondang, Kecamatan Labuan, Pandeglang- Banten perlu adanya perhatian khusus dari Pemerintah.
Pasalnya, kawasan pulau yang berjarak kurang lebih 1-2 Km dari bibir pantai Desa Cigondang tersebut dihuni oleh ratusan monyet liar yang kelaparan menempati Pulau tersebut dengan luas area sekitar 25 Hektar.
Dari hasil penelusuran dan pantauan awak media pada minggu lalu, ratusan monyet liar tersebut tampak bergerombol dan turun dari pepohonan untuk mengais sisa-sisa makanan yang dibuang oleh pengunjung. Terpantau kondisi fisik mereka yang terlihat kurus dan tampak guratan tulang- belulangnya.
” Sejak awal tahun 2000 an, sepasang monyet yang sengaja dibawa oleh sekelompok mahasiswa dari kota, kemudian dilepas di Pulau ini dengan tujuan untuk dikembang biakan dan guna menjaga kelestarian suaka alam di pulau ini,” ungkap Iman, ketua Kelompok Tani Hutan Popole saat dikonfirmasi media.
Senin, (19/8/2024)

Lebih lanjut ia mengatakan, puluhan tahun berlalu hingga saat ini, perkembangan pesat dari satwa yang liar tersebut dirasa sangat mengkhawatirkan.
” Kurang lebih hampir 300 ekor monyet liar tersebut hidup di Pulau ini. Pada akhirnya, karena langka nya tumbuhan maupun buah- buahan yang menjadi pasokan makanan mereka di Pulau ini, sehingga mengakibatkan sering terjadinya barang bawaan dari pengunjung maupun pemancing ikan ke pulau ini dibawa kabur oleh mereka,” ucapnya sambil berkelakar.
Hal senada diungkapkan oleh salah satu pemilik perahu warga sekitar. Menurutnya, dulu sebelum satwa liar tersebut dilepas di pulau Popole, aneka hasil tumbuhan menjadi produksi dan bermanfaat bagi warga.
” Dulu sekitar tahun 90 an saya sering bawa kelapa dari pulau, karena kebetulan banyak buah kelapa dan buah melinjo juga waktu pulau itu dipegang oleh salah satu tokoh di Banten,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Menurutnya, saat ini jangankan buah kelapa muda maupun tua, pucuk pohon kelapanya pun habis digerogoti oleh kawanan monyet liar tersebut, karena tak ada pohon produksi lain yang menjadi sumber makanan mereka.
” Diharapkan bagi Pemerintah terkait segera mengambil tindakan tepat untuk menyelamatkan suaka marga satwa serta flora dan fauna di Pulau tersebut, kami khawatir monyet liar itu nyebrang ke kawasan penduduk. Bukan tidak mungkin akibat kelaparan dan minimnya makanan di pulau itu, sehingga mereka bermigrasi ke kawasan warga sekitar yang jaraknya tidak seberapa jauh dari pulau tersebut,” ungkap salah satu tokoh masyarakat Desa Cigondang.
Waktu berlalu tak terasa, lelah seharian mengitari kawasan pulau yang menjadi salah satu aset di Kabupaten Pandeglang ini. Jika di biarkan dan terbengkalai, alangkah sangat disayangkan jika pulau yang satu ini sejak dahulu telah dilirik oleh wisata lokal maupun mancanegara, dengan pesona daya tariknya memiliki hutan alam yang alami, dibalur hamparan karang purba bak geopark cantik yang menjadi pesona daya tarik wisata.
Reporter : yona















