Solok, Warta-kota.com.- Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Solok memberikan dampak signifikan terhadap pelayanan air bersih Perumda Tirta Solok Nan Indah. Kerusakan terjadi pada berbagai infrastruktur Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), mencakup pipa transmisi, pipa distribusi, bronchaptering, intake, hingga Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Akibat kejadian ini, sebanyak 6.181 Sambungan Rumah (SR) mengalami gangguan suplai air minum dan membutuhkan penanganan segera.
Lima kecamatan tercatat sebagai wilayah terdampak terparah, yakni Kubung, X Koto Singkarak, Junjung Sirih, Lembang Jaya, dan Gunung Talang. Sejumlah kawasan pemukiman padat seperti Koto Baru, Kubang Gajah, Saniang Baka, Paninggahan, Bukit Sileh, Jawi-Jawi, dan Guguk turut merasakan dampak gangguan tersebut.
Menindaklanjuti situasi ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok sekaligus Dewan Pengawas Perumda Tirta Solok Nan Indah, Medison, menggelar rapat terbatas bersama Direktur Perumda, Asisten Ekbang, Dinas PUPR, dan Bagian Perekonomian untuk merumuskan langkah-langkah percepatan pemulihan, Selasa 2/12/2025 di samping posko utama.
Dalam kesempatan tersebut, Medison menegaskan bahwa pemerintah daerah bergerak cepat untuk memastikan layanan air bersih dapat kembali normal.
“Bencana ini memberikan dampak yang cukup besar terhadap infrastruktur SPAM kita. Pemerintah daerah bersama Perumda langsung mengambil langkah strategis agar masyarakat tidak terlalu lama mengalami gangguan layanan. Kami meminta seluruh jajaran terkait untuk bekerja cepat, tepat, dan terkoordinasi” ujar Medison.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan mendukung penuh kebutuhan teknis maupun administratif selama proses pemulihan berlangsung.
“Kita pastikan setiap kerusakan diinventarisir dengan jelas, termasuk kewenangan perbaikannya, agar penanganan bisa dilakukan secara efektif. Yang terpenting, kebutuhan dasar masyarakat tetap terjamin,” tegasnya.
Adapun langkah percepatan yang disepakati dalam rapat tersebut meliputi:
1. Memanfaatkan instalasi yang masih berfungsi untuk mempercepat pemulihan distribusi air.
2. Menginventarisasi tingkat kerusakan (ringan, sedang, berat) sekaligus memetakan kewenangan perbaikan antara Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat melalui BWS.
3. Menyampaikan informasi resmi kepada masyarakat melalui kecamatan, nagari, dan media sosial Perumda Tirta Solok Nan Indah.
4. Mengusulkan penyediaan 18 unit tandon air (tedmon) pada titik-titik terdampak sebagai bagian dari tanggap darurat.
5. Berkoordinasi dengan asosiasi pengusaha penyedia air baku untuk membantu suplai air sementara bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Solok dan Perumda Tirta Solok Nan Indah memastikan pemulihan infrastruktur dan layanan air bersih akan terus dipercepat, agar masyarakat dapat kembali menikmati layanan secara normal dalam waktu dekat.**(PB07)















