Breaking News

Home / Berita Utama / Semarang

Jumat, 13 Desember 2024 - 03:07 WIB

Aksi Kamisan Semarang Serukan Hukum Berat Polisi Pembunuh, Usut Tuntas Pelaku Fitnah Penembakan Gamma

Warta-kota.com || Semarang – Massa kembali menggelar Aksi Kamisan di depan Mapolda Jawa Tengah Kamis (12/12/2024) sore.

Aksi Kamisan ini menuntut pencopotan Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar terkait rekayasa kasus penembakan Gamma yang disebut sebagai anggota gangster.

Peserta aksi juga membentangkan poster-poster dengan tulisan nada sindiran, Kompolnas= Jubir Polri, Robig Tidak Bercerita Tiba-Tiba Tembak Siswa, Hukum Berat Polisi Pembunuh, Robig Betah Isin Dipecat Malah Banding.

Aksi ini menyuarakan kecaman keras terhadap rekayasa dan narasi kebohongan terhadap penembakan Gamma yang disebut karena ada perlawanan saat dilerai tawuran gangster.

Baca Juga  2.524 KPM Labuan Menerima Bansos Beras  20 Kg Juni - Juli 2025

Peserta aksi berjajar rapi membawa payung berwarna hitam dan menyuarakan pencopotan Kapolrestabes yang dinilai mengaburkan fakta-fakta peristiwa penembakan dan adanya intimidasi terhadap keluarga korban.

Aksi ini juga menyoroti slogan kepolisian yaitu melayani, melindungi, dan mengayomi. Lewat pembacaan puisi, aksi ini menyuarakan polisi melayani siapa, melindungi siapa, mengayomi siapa.

“Kalau kita tidak mengawal kasus ini, kita akan menjadi korban-korban berikutnya kawan, ” seruan orator.

“Saya mengutip sedikit perkataan Gus Dur yang mengatakan bahwa bangsa ini adalah bangsa penakut,” ujar orator lainnya.

Baca Juga  Bupati Jon Firman Pandu Dituntut Serius Dalam Mutasi Pejabat Di Dinas Sosial Kabupaten Solok

“Akan menjadi ironi apabila kasus penembakan Gamma ini hanya menjadi berita kecil disaat kasus Gus Miftah yang mengolok-olok penjual es teh sangat viral,” ungkapnya.

Aksi ini menyerukan Presiden Prabowo dan Kapolri Listyo Sigit mencopot Kapolrestabes Semarang.

“Kita menuntut dilakukan evaluasi besar-besaran. Reformasi di kepolisian. Copot Kapolrestabes Semarang dari jabatannya yang menghalang-halangi kasus penembakan Gamma,” seru orator lainnya.

“Kita sudah merdeka hampir 80 tahun. Namun keadilan di bangsa kita ini tidak merdeka,” seru orator lainnya.

(Yulius)

Share :

Baca Juga

Banjir

Dinas PUPR Turunkan Seluruh Alat Berat Tangani Longsor dan Banjir di Kabupaten Solok

Berita Utama

Semarak HUT ke-113, Pemkab Solok Gelar Laga Sepak Bola Legenda Solok Raya

Berita Utama

Remaja Asal Rokan Hilir Raih Runner Up IV Duta Wisata Riau 2025 Angkat Advokasi MENYASAW Besamo Putri

Berita Utama

Gesek No Ranmor 50 Ribu, Uang Formulir 15 Ribu, Modus Pungli di Samsat Langkat

Bencana Alam

Jajaran PDAM Basitungkin Pastikan Gangguan Air Bersih Alahan Panjang Tuntas

Berita Utama

Wabup Solok Safari Ramadhan ke Musholla Al Jihad Koto Baru, Serahkan Bantuan Rp15 Juta

Berita Utama

Sekda Medison Angkat Bicara Terhadap Tudingan Miring Dan Menuduhnya Ikut Politik Praktis Di Pilkada 2024.

Berita Utama

Bupati Solok Resmikan Launching Perdana Pembayaran PBB P2 Tahun 2025