Breaking News

Home / Sports

Sabtu, 24 Mei 2025 - 02:52 WIB

Keberhasilan Conte di Napoli: Bukti Gagalnya Manajemen AC Milan?

warta-kota.com – Juni 2024 lalu, Zlatan Ibrahimovic, penasihat senior AC Milan, menyatakan Antonio Conte bukanlah profil pelatih yang dibutuhkan klub. Ironisnya, Milan kini terdampar di luar zona Eropa, sementara Conte sukses mengantarkan Napoli meraih gelar Serie A.

Jelang musim 2024-2025, AC Milan, yang saat itu baru berpisah dengan Stefano Pioli, sempat dikaitkan dengan Antonio Conte.

Pada 13 Juni 2024, Ibrahimovic mengumumkan pelatih baru Milan, bukan Conte, melainkan Paulo Fonseca.

“Setelah mempertimbangkan berbagai aspek dan kriteria, pilihan jatuh pada Fonseca. Beliau dinilai mampu membangun identitas tim dengan gaya permainan dominan dan ofensif, sesuai visi kami,” jelas Ibrahimovic.

“Kami telah mempelajarinya dengan baik, kami menetapkan kriteria tentang apa yang kami cari dan inginkan.”

“Dengan banyak pertimbangan, kami memilih Fonseca untuk membawa identitasnya kepada pemain yang kami miliki, sesuai dengan keinginan kami melihat tim bermain dengan gaya dominan dan ofensif,” ucap Ibrahimovic.

Baca juga: Napoli Juara Liga Italia: Keajaiban Conte, Meleleh bak Salju hingga Jadi Nomor Satu

Menurut laporan Milan News, Milan lebih menginginkan pelatih, bukan manajer ala klub-klub Inggris.

Ibrahimovic menilai Conte lebih cenderung sebagai manajer yang sangat terlibat dalam kebijakan transfer.

Sementara itu, Milan memiliki mekanisme perekrutan pemain tersendiri yang berbasis data dan statistik.

“Mengapa bukan Conte? Berdasarkan kriteria kami, namanya tidak masuk dalam pertimbangan.”

Baca Juga  Hojlund Sumpah Seram Usai Gagal di Manchester United: Kisah Sebenarnya

“Fonseca lebih cocok dengan tim kami. Bukan berarti pelatih baru akan langsung mengubah seluruh pemain, tapi penting untuk memilih pelatih yang sesuai dan mampu meningkatkan performa tim secara kolektif dan individual,” tegas Ibrahimovic.

Fonseca dianggap lebih tepat bagi Milan mengingat rata-rata usia skuad yang akan lebih muda setelah kepergian Simon Kjaer (35 tahun) dan Olivier Giroud (37 tahun).

Conte, yang lebih menyukai bekerja dengan pemain berpengalaman, tidak sesuai dengan kriteria Milan.

“Kami tidak mempertimbangkannya karena kriteria yang kami tetapkan. Dengan segala hormat, beliau bukan yang kami cari,” ujar Ibrahimovic.

Baca juga: Kata Antonio Conte Usai Bawa Napoli Juara Liga Italia 2024-2025

Sebelas bulan kemudian, Conte membawa Napoli menjadi juara Liga Italia 2024-2025. Sebaliknya, AC Milan terpuruk di peringkat sembilan dan gagal lolos ke kompetisi Eropa musim depan.

Fonseca bahkan hanya bertahan hingga Desember 2024. Penggantinya, Sergio Conceicao, juga kesulitan membawa stabilitas bagi Rossoneri.

“Conte bukan sekadar pilihan, ia adalah solusi. Kegagalan memahami hal ini bukan sekadar kesalahan, tetapi bukti nyata kegagalan manajemen yang kini terlihat jelas,” kritik Milan News terhadap keputusan manajemen Milan musim panas 2024.

Di Napoli, Conte menunjukkan perannya sebagai “manajer” yang krusial. Ia berperan penting dalam merealisasikan transfer Romelu Lukaku.

Baca Juga  Neymar Comeback Brasil? Ini Syarat Rahasia dari Ancelotti!

Lukaku, yang pernah berkolaborasi dengan Conte di Inter Milan saat meraih gelar Serie A 2020-2021, mengalami kebangkitan di Napoli.

Ia menjadi salah satu kunci keberhasilan Napoli meraih gelar Liga Italia 2024-2025, mencetak 14 gol dan 10 assist di Serie A musim ini.

Conte juga yang ngotot mendatangkan Billy Gilmour ke Napoli. Gilmour tampil konsisten dengan 26 penampilan di Serie A 2024-2025.

Mendatangkan Conte bagi Napoli bagaikan membeli scudetto. Prestasi ini semakin mengagumkan karena Napoli kehilangan bintang utamanya, Khvicha Kvaratskhelia, yang pindah ke PSG pada Januari 2025.

Conte tetap mampu membawa Napoli meraih gelar meskipun manajemen tidak membeli pengganti Kvaratskhelia.

“Scudetto ini adalah hasil yang kami inginkan dan rencanakan sejak awal,” ujar Presiden Napoli, Aurelio De Laurentiis, seperti dikutip dari Tuttomercatoweb.

“Pada November, saya meyakinkan Conte untuk bergabung, setelah bertemu dengannya di Maladewa beberapa tahun lalu dan menyadari bahwa dia adalah sosok pemenang.”

“Dalam hidup ini kita harus menjadi pemenang, saya telah menjadi pemenang di dunia perfilman, dan juga di dunia sepak bola. Dari puing-puing sebuah kegagalan, kami berhasil menembus 15 tahun di kompetisi Eropa.”

“Menurut saya, kami tidak bisa meminta lebih dari itu,” ucap De Laurentiis.

Share :

Baca Juga

Sports

Patrick Kluivert Dipecat: Ungkapan Terakhir Kontroversial dari Timnas Indonesia!

Sports

Strategi Ducati Bocor? Quartararo Ancam Dominasi Bagnaia di MotoGP Prancis 2025

Sports

Peringkat berapa gol Rizky Ridho di Puskas Award 2025? Ini hasil voting final FIFA

Berita Utama

Para Tokoh Sepak Bola Nagari Talang Melaksanakan Turnamen Antar Suku Di Lebaran Hari Kedua

Sports

Exco PSSI: Sanksi FIFA Jadi Pelajaran dari Skandal Naturalisasi Malaysia

Sports

Terungkap! Alasan Calvin Verdonk Hilang dari Skuad Lille Jelang Laga PSG

Sports

Independiente Didiskualifikasi dari Copa Sudamericana Akibat Kerusuhan Suporter

Sports

Perbasi dan IBL Resmi Tanggapi Kasus Blacklist Pemain Asing Jarred Dwayne Shaw