BAGANSIAPIAPI,warta-kota.com | Perum Bulog Cabang Dumai memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) guna memastikan kelancaran program bantuan pangan nasional. Langkah ini ditandai dengan koordinasi dan sosialisasi intensif terkait skema penyaluran yang akan menyasar puluhan ribu warga di Negeri Seribu Kubah tersebut.

Lonjakan Penerima Manfaat
Asisten Manajer Perum Bulog Dumai, Riyanto Aprizal, mengungkapkan bahwa terdapat perubahan signifikan pada basis data penerima bantuan tahun ini. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial yang divalidasi oleh Bappenas, jumlah Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Rokan Hilir melonjak drastis.
“Untuk kegiatan kali ini, ada peningkatan jumlah PBP yang sangat signifikan, yakni dari sebelumnya 33.280 menjadi 67.970 PBP. Jika dipersentasekan, kenaikannya mencapai sekitar 104 persen dibandingkan penyaluran periode sebelumnya,” jelas Riyanto dalam keterangannya saat kegiatan sosialisasi di Rohil.

Alokasi dan Jadwal Penyaluran
Bantuan yang akan didistribusikan merupakan alokasi untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret. Meski merupakan jatah bulan sebelumnya, realisasi distribusi dijadwalkan berlangsung pada bulan April atau Mei ini secara serentak.
Adapun rincian bantuan yang diterima setiap keluarga mencakup:
• Beras: 10 kg per bulan (Total 20 kg untuk dua bulan).
• Minyak Goreng: 2 liter per bulan (Total 4 liter untuk dua bulan).
Riyanto menambahkan bahwa sejauh ini bantuan yang dikelola melalui Bulog difokuskan pada dua komoditas tersebut, sementara bantuan jenis lain disalurkan melalui sektor kementerian terkait lainnya.
Mekanisme Transparan dengan Sistem Barcode
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan meminimalisir penyimpangan, Bulog menerapkan sistem undangan digital. Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah hingga tingkat kepenghuluan (desa) untuk pendistribusian surat undangan.
“Undangan tersebut sudah dilengkapi dengan barcode yang menentukan identitas penerima secara spesifik. Jadi, data sudah terkunci dari pusat, kita tidak mengambil lagi data baru di lapangan. Masyarakat tinggal datang ke kantor kepenghuluan atau kelurahan dengan membawa undangan, KTP, dan KK asli,” tegasnya.
Pihak Bulog juga memastikan ketersediaan stok dengan melakukan dropping barang ke lokasi pembagian satu hari sebelum jadwal pendistribusian dilakukan kepada masyarakat.
Komitmen Pemerintah Hadapi Gejolak Harga
Program bantuan pangan ini merupakan langkah intervensi pemerintah di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok yang cenderung meningkat. Kehadiran bantuan ini diharapkan mampu memberikan rasa tenang dan menjaga daya beli masyarakat kelas bawah.
“Intinya, pemerintah mengharapkan agar masyarakat tidak risau karena pemerintah akan tetap mem-backup. Saat ini harga barang sedang bergejolak, jadi inilah bentuk perhatian nyata agar masyarakat tidak terlalu terbebani oleh kondisi ekonomi saat ini,” tutur Riyanto.
Mengenai kelanjutan program di bulan-bulan berikutnya, Riyanto menyebutkan bahwa hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Pusat melalui Kementerian PPN/Bappenas. “Ke depan kita belum tahu, tergantung pusat. Yang jelas, komitmen kami saat ini adalah menyelesaikan penyaluran untuk dua bulan ini dengan lancar,” pungkasnya.(Redaksi)















