Breaking News

Home / Public Safety And Emergencies

Selasa, 20 Mei 2025 - 02:53 WIB

Pengemudi Ojol Ancam Matikan Aplikasi Grab: Simak Strategi Antisipasi Mereka

warta-kota.com – , Jakarta – Menanggapi rencana aksi demonstrasi dan penonaktifan aplikasi serentak oleh para pengemudi ojek online (ojol) pada Selasa, 20 Mei 2025, Tirza Munusamy, Kepala Hubungan Masyarakat Grab Indonesia, memberikan keterangan resmi.

Tirza menegaskan bahwa Grab Indonesia tidak akan menghalang-halangi aksi tersebut, menyatakan bahwa setiap warga negara berhak menyampaikan aspirasinya melalui demonstrasi.

Grab Indonesia telah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalisir gangguan layanan akibat penonaktifan aplikasi, guna memastikan pelanggan tetap dapat mengakses layanan. “Kami menghormati hak tersebut. Kami berupaya agar layanan dan operasional tetap berjalan normal besok,” ujar Tirza dalam diskusi di Pakubuwono, Jakarta Selatan, Senin, 19 Mei 2025.

Tirza menyadari potensi keterlambatan dan kendala akibat aksi tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna aplikasi Grab atas kemungkinan keterlambatan dalam pemesanan layanan ojol selama demonstrasi berlangsung. “Jika terjadi keterlambatan, akan ada pemberitahuan. Jika pesanan dibatalkan, sistem akan mengalokasikannya ulang secara otomatis,” jelas Tirza.

Baca Juga  Waspada! 6.517 Orang Keracunan Makanan MBG, BGN Beri Peringatan!

Seruan penonaktifan aplikasi sebelumnya disampaikan oleh Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI), Lily Pujiati. Ia menjelaskan bahwa aksi penonaktifan massal di seluruh Indonesia merupakan bagian dari demonstrasi para pengemudi ojol yang memprotes diskriminasi akibat status kemitraan mereka. “Hapuskan status kemitraan, tetapkan sebagai pekerja tetap,” tegas Lily dalam keterangan tertulisnya, Senin, 19 Mei 2025.

Selain SPAI, Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, juga menginstruksikan penonaktifan aplikasi serentak pada Selasa, 20 Mei 2025. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Jakarta dan daerah lain yang terdampak aksi penonaktifan massal ini.

Baca Juga  Inilah Suasana Rumah Duka Alvaro: Keluarga Sangat Terpukul

Menurut Raden, aksi demonstrasi dan penonaktifan aplikasi akan terpusat di Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang, Solo, Palembang, Medan, Makassar, Balikpapan, Manado, dan Ambon.

Raden memperkirakan aksi ini akan berlangsung serentak di hampir seluruh kota di Indonesia. “Kami berharap masyarakat memahami aksi penonaktifan ini sebagai bentuk pembelajaran bagi perusahaan aplikasi yang melanggar regulasi,” imbuhnya.

Pilihan Editor: Retret Kepala Daerah Berlanjut. Buat Apa?

Share :

Baca Juga

Public Safety And Emergencies

Tragis! Gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Roboh: Tiga Tewas, Puluhan Hilang

Public Safety And Emergencies

Masalah Wahana: Mencari Pihak yang Bertanggung Jawab

Public Safety And Emergencies

Waspada! 3 Titik Demo Jakarta Hari Ini, 8 September 2025

Public Safety And Emergencies

Tragis! Banjir Longsor Aceh: Puluhan Tewas, Puluhan Lainnya Hilang – BNPB

Public Safety And Emergencies

Tragedi Pilu Gajah di Malaysia: Induk Berduka, Konflik Manusia-Satwa Terungkap

Public Safety And Emergencies

Tragis: Prajurit Marinir Meninggal Dunia dalam Latihan Penerjunan HUT TNI

Public Safety And Emergencies

Waspada! 6.517 Orang Keracunan Makanan MBG, BGN Beri Peringatan!

Public Safety And Emergencies

Reuni 212: Massa Salat Gaib untuk Korban Bencana Sumatera