Breaking News

Retribusi Tak Cukup, Pengurus Pasar Taratak Galundi Bersihkan Pasar dengan Gotong Royong, Pemkab Diminta Segera Bertindak

Solok, Warta-kot.com.- Keterbatasan pendapatan operasional yang dialami Pasar Agrowisata Taratak Galundi, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, semakin menegaskan perlunya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Solok terhadap salah satu pusat perdagangan hortikultura terbesar di Sumatera Barat tersebut.

Di tengah minimnya pemasukan dari retribusi pasar dan belum adanya perpanjangan kerja sama pengelolaan parkir sejak awal tahun 2026, pengurus pasar terpaksa mengandalkan semangat gotong royong untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan pasar.

Terpantau Minggu (31/5/2026), para pengurus kembali turun langsung membersihkan kawasan pasar. Aktivitas tersebut dilakukan bukan karena tersedia anggaran khusus kebersihan, melainkan karena keterbatasan dana operasional yang membuat pengelola belum mampu membayar tenaga kebersihan secara rutin.

Ketua Badan Pengelola Pasar Agrowisata Taratak Galundi, Akmaldi, mengungkapkan bahwa hingga kini pendapatan retribusi pasar masih jauh dari cukup untuk membiayai kebutuhan operasional.

“Kami belum mendapatkan hasil yang mencukupi untuk membayar tenaga kebersihan secara rutin. Bahkan hingga saat ini honorarium pengurus pasar juga belum terpenuhi” ujarnya.

Menurut Akmaldi, kondisi tersebut terjadi karena infrastruktur pasar yang masih terbatas. Jumlah los dan kios yang tersedia untuk disewakan kepada pedagang masih minim sehingga potensi pendapatan retribusi belum dapat dimaksimalkan.

Di sisi lain, sumber pendapatan yang selama ini membantu menutupi kebutuhan operasional juga ikut terhenti. Pendapatan dari pengelolaan parkir yang sebelumnya menjadi salah satu penopang kegiatan pasar tidak lagi dapat dimanfaatkan sejak awal tahun 2026 karena kontrak kerja sama dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Solok belum diperpanjang.

Baca Juga  Suwandi S.Sos Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rohil : Saksikan Langsung Penyembelihan Hewan Qurban Idul Adha 1445. H

Akibatnya, kemampuan pengelola untuk memenuhi berbagai kebutuhan dasar operasional pasar semakin terbatas.

Padahal, Pasar Agrowisata Taratak Galundi telah berkembang menjadi salah satu sentra perdagangan hasil pertanian yang sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Solok, khususnya petani sayur di kawasan Alahan Panjang dan sekitarnya.

Selain persoalan operasional, pengelola juga menyoroti kondisi infrastruktur pasar yang dinilai masih jauh dari memadai. Sebagian besar area pasar masih berupa tanah sehingga saat hujan turun kawasan pasar berubah menjadi becek dan berlumpur, mengganggu aktivitas jual beli.

“Sebagai pasar milik Pemerintah Kabupaten Solok, kami berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Salah satu yang paling mendesak adalah pengecoran atau pengaspalan jalan lingkungan pasar” kata Akmaldi.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Solok, Rince Kusmaladewi, mengakui bahwa Pasar Agrowisata Taratak Galundi merupakan aset daerah yang memiliki prospek besar untuk terus dikembangkan.

Menurutnya, pemerintah daerah telah mengusulkan pembangunan sejumlah fasilitas pendukung, mulai dari kios, los pedagang, WC umum hingga mushalla melalui proposal bantuan yang diajukan kepada Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Baca Juga  Muhammad Zaky Terpilih sebagai Ketua PCNU Kabupaten Solok Periode 2026–2031

“Pasar Agrowisata Taratak Galundi menjadi salah satu prioritas yang kami usulkan karena memiliki potensi ekonomi yang besar bagi masyarakat” ujarnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Solok Fraksi Golkar, Feris Novel, menilai pasar tersebut merupakan urat nadi perekonomian petani sayur di Kabupaten Solok. Karena itu, pembangunan infrastruktur pasar tidak boleh terus tertunda.

Menurutnya, keberadaan pasar tersebut telah memberikan kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi masyarakat dan menjadi titik temu antara petani, pedagang pengumpul, hingga pembeli dari berbagai daerah.

“Kami akan mendorong pembahasan bersama pemerintah daerah agar pembangunan infrastruktur pasar dapat didukung melalui APBD. Pasar ini memiliki peran strategis dan harus mendapatkan perhatian yang sepadan dengan kontribusinya terhadap ekonomi masyarakat” tegasnya.

Besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Pasar Agrowisata Taratak Galundi kini berbanding terbalik dengan kondisi fasilitas yang masih terbatas. Di tengah semangat pengurus yang terus menjaga keberlangsungan pasar dengan segala keterbatasan yang ada, masyarakat berharap komitmen pemerintah untuk membangun infrastruktur pasar tidak berhenti sebatas perencanaan, melainkan segera diwujudkan melalui langkah nyata.**(PB07)

Share :

Baca Juga

Daerah

Lapor Pak Dirut PTPN IV SubPalmco!!Puluhan Ha Areal TBM-1 Regional II Kebun Balimbingan Tak Terawat,Manajer dan Askep di Comfirmasi Bungkam.

Berita Utama

Bupati Solok Sahur Bersama Warga dan Serahkan Bantuan Rumah Layak Huni di Nagari Gantung Ciri

Daerah

Terminal Kadubanen Pandeglang Akan Segera Menjadi Tipe A

Pandeglang

Dinas Pendidikan Pandeglang Lakukan Pemantauan Ujian Pendidikan Kesetaraan, Perkenalkan Program Unggulan ‘ CALAKAN ‘

50 Kota

Aksi Pengembokan KONI Sumbar, Simbol Kebobrokan Dan Kode Keruntuhan

Berita Utama

Bupati Solok Bersama Forkopimda Gelar Rapat Penanggulangan Bencana, Fokus Evaluasi Penyaluran Bantuan dan Percepatan Perbaikan Infrastruktur

Berita Utama

Keluarga Gamma Akan Melaporkan Kapolrestabes Semarang Ke Mabes Polri

Daerah

Monyet Liar Pulau Popole Kelaparan, KTH Cigondang Prihatin Lakukan Pemantauan