Breaking News

Home / Berita Utama / Nasional / News / Semarang / Wilayah Hukum Nasional

Rabu, 18 Desember 2024 - 03:15 WIB

Keluarga Gamma Akan Melaporkan Kapolrestabes Semarang Ke Mabes Polri

Warta-kota.com || Semarang – Penembakan terhadap siswa SMKN 4 Semarang yang dilakukan oleh Aipda Robig Zaenudin di depan mini market yang berada di jalan Candi Penataran Raya pada hari Minggu (24/11/2024) dini hari hingga saat ini masih hanya sampai di tetapkannya Aipda Robig Zaenudin sebagai tersangka dan dijatuhi sanksi etik.

Aipda Robig Zaenudin diberikan sanksi etik Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan ditetapkan sebagai tersangka melalui sidang etik di Mapolda Jateng pada Selasa (10/11/2024).

Polrestabes Semarang melalui Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengatakan bahwa penembakan terjadi karena adanya perlawanan terhadap Aipda Robig Zaenudin ketika sedang membubarkan tawuran gangster.

Sedangkan Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Ari Supriyono menyampaikan bahwa motif penembakan yang dilakukan Aipda Robig tidak terkait dengan tawuran. Namun,karena kendaraannya dipepet.

Baca Juga  Even Festival Solok Lima Danau akan Segera Digelar 9 - 11 Oktober 2025

“Sedangkan dari keterangan saksi yaitu anak A, yang mengalami luka tembak dibagian dada mengatakan bahwa pada malam itu tidak ada tawuran dan tidak ada senggolan motor. Mereka sedang dalam perjalanan pulang,” ungkap keluarga.

Keluarga mengatakan sejak peristiwa penembakan yang mengakibatkan Gamma meninggal dunia, keluarga merasa banyak kejanggalan. Selain kronologis yang berbeda, keluarga juga menerima intimidasi agar tidak memperpanjang kasus ini.

Keluarga Gamma akan melaporkan Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar ke Propam Mabes Polri. Karena hingga saat ini sejak ditetapkannya Aipda Robig menjadi tersangka dan dijatuhi sanksi etik, belum ada tanda-tanda dilakukan evaluasi terhadap Kapolrestabes Semarang.

“Kami akan melaporkan Kapolrestabes Semarang ke Mabes Polri. Kami meminta Kapolri untuk memecat Kapolrestabes Semarang agar kasus ini diungkap dengan terang,” ujar keluarga Gamma.

Baca Juga  Masyarakat dan Pemerintahan Nagari Talang Salurkan Bantuan Sembako ke Nagari Muaro Pingai

“Anak kami Gamma disebut sebagai anggota gangster, kreak, adalah fitnah yang sangat kejam bagi kami. Gamma adalah anak yang berprestasi, dia adalah anggota paskibra di sekolahnya SMKN 4 Semarang,” ungkap keluarga.

Keluarga Gamma meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit memecat Kapolrestabes Semarang agar kasus ini dapat diungkap dengan jelas dan terang benderang.

Masyarakat juga menyoroti adanya perbedaan kronologis penembakan yang disampaikan oleh Kapolrestabes Semarang dan Kabid Propam Polda Jateng.

Masyarakat juga menuntut pencopotan Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar dalam Aksi Kamisan pada Kamis (12/12/2024).

“Kita menuntut dilakukan evaluasi besar-besaran di kepolisian. Kita mendesak pemecatan Kapolrestabes Semarang yang menghalang-halangi kasus penembakan Gamma,” seruan orator dalam Aksi Kamisan di depan Mapolda Jateng.

(Red)

Share :

Baca Juga

News

Penasehat DPD LDII Rohul Larang Warga LDII Golput dan Ajak Dukung Polri Jaga Kamtibmas Untuk Sukseskan Pilkada Serentak 2024

News

Bupati Solok Jon Firman Pandu Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Saniang Baka

Berita Utama

Sekda Medison Menyampaikan Tanggapan Pemerintahan Daerah Terkai Kisruh Alahan Panjang Resort

News

Jelang PON XXI 2024, Dirlantas Polda Sumut Pastikan Kelancaran serta Keamanan Lalu Lintas untuk Para Atlet

News

Bangun Sinergi, Lapas Narkotika Rumbai Terima Patroli Sambang Satuan Binmas Polresta Pekanbaru

News

Parah!! Kepsek SDN 193 Pekanbaru Diduga Jual Buku LKS di Sekolah

Berita Utama Daerah

Astaga..!! Gila..!! Media yang menerbitkan Judi Togel di Wilayah Semarang Utara menghapus berita liputan Judi Togel karena menerima uang

Berita Utama

Wakapolres Solok Pimpin Pengecekan Senjata Organik Personel Polres Solok