Breaking News

Aksi Pengembokan KONI Sumbar, Simbol Kebobrokan Dan Kode Keruntuhan

Oleh: Pax Alle
Penggiat Olahraga | Sporty Indonesia

Pagi itu, kopi yang biasanya menghangatkan malah terasa pahit. Ribuan pesan masuk ke gawai saya, menyeruak dengan foto, video, dan tautan berita tentang Aksi Pengembokan Kantor KONI Sumbar. Sebuah peristiwa yang seharusnya tidak terjadi dalam dunia olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas, akal sehat, dan etika.

Aksi tersebut, jika ditelaah lebih dalam, bukan sekadar aksi fisik mengunci kantor. Ia adalah simbol tekanan dan ego, sekaligus kode keras atas kekacauan internal dan intervensi eksternal yang selama ini tersimpan.

SIAPA DALANGNYA?

Pertanyaan krusial, siapa yang berhak melakukan pengembokan? Bukan aparat hukum, bukan pengurus sah, bahkan bukan pula pengurus cabang olahraga (cabor) secara kolektif. Beberapa klaim yang beredar menyebut aksi ini terencana, melibatkan pertemuan-pertemuan di sejumlah rumah makan, dan bahkan didukung logistik oleh instansi pemerintah.

Jika benar, ini menunjukkan bahwa kekuasaan dan ambisi politik telah merasuki sendi-sendi olahraga. Ironis, saat para mantan preman sudah banyak bertobat dan beralih hidup halal, justru sekelompok terpelajar melancarkan aksi yang ditengarai sarat unsur anarkis dan premanisme intelektual.

Baca Juga  Kampanye Dialogis Ratusan Pendukung BM-JC Mengelilingi Panggung Yel Yel Ganti Bupati

Langkah cepat kepengurusan KONI Sumbar di bawah Roni Pahlawan yang melaporkan aksi tersebut ke Polda Sumbar patut diapresiasi. Sebab tindakan pengembokan kantor negara bukan perkara sepele.

Dasarnya jelas:

1. Kantor KONI adalah milik negara, bukan milik pribadi atau kelompok tertentu.

2. Kepengurusan yang diperpanjang SK-nya oleh KONI Pusat masih memiliki legitimasi penuh.

3. Surat KONI Pusat tertanggal 18 Juli 2025 bahkan mengarahkan Musprov segera digelar tanpa menunggu berakhirnya masa perpanjangan.

Rencana pelaksanaan Rakerprov 9 Agustus 2025 dan Musprov bulan berikutnya adalah bentuk keseriusan, bukan alasan untuk digembok atau diintimidasi.

AKSI YANG MENGGEMBOK MASA DEPAN

Aksi pengembokan bukan hanya mengunci kantor, tapi juga:

Baca Juga  Wakil Bupati Solok Serahkan Bantuan untuk Rumah Tidak Layak Huni Dan Korban Kebakaran

Menggembok simpati publik

Mengunci peluang kemenangan sebagian pihak

Menghidupkan kembali potensi konflik horizontal

Menyeret hukum, politik, pendidikan, hingga integritas pemerintahan

Jika pemerintah dan DPRD tidak segera bersikap netral dan proaktif, maka ini akan menjadi catatan hitam sejarah olahraga Sumbar “Aksi Bunuh Diri Berjamaah”.

MENGAPA APK (Aksi Pengembokan KONI) ADALAH SIMBOL?

1. Simbol unjuk kekuatan dan kekuasaan kelompok tertentu

2. Simbol hilangnya akal sehat, etika, dan adat basandi syarak

3. Simbol ancaman terhadap masa depan atlet dan pembinaan olahraga

4. Simbol lemahnya peran pengawasan pemerintah dan wakil rakyat

5. Simbol dari cara-cara brutal yang menggantikan musyawarah dan konstitusi

Tentu pesan kedepannya kepada semua pihak yang masih waras, berakal sehat, dan berhati nurani, marilah kita hentikan segala bentuk arogansi dan upaya provokatif.

Share :

Baca Juga

Daerah

Warga Terjerat Rentenir, Infrastruktur Hancur, UMKM Mati Suri: Warga Nagori Silangit Bertekad Menangkan Anton-Benny

Kab Tanah Datar

Kongres Bundo Kanduang Kedua Dibuka,Sebagai Identitas Perempuan Minang Yang Beradat

News

Adukan Rumah Sakit di Medan, Penasehat Hukum Pelapor Apresiasi Kapolda Sumut

News

Jelang Festival Melayu Day 2026 di Yala Thailand, SPSI Riau Audensi Silaturahmi ke LAM Riau.

Pandeglang

Musdesus Koperasi Desa Merah Putih di Sukamaju, Ketua : Innalillahi…

News

Diduga Galian C Ilegal Yang Berada di Jalan Bupati, Pemiliknya Istri Seorang Camat

News

Bupati Solok Buka Musrenbang RPJMD Kabupaten Solok Tahun 2025–2029

Berita Utama

Bupati Solok Mampir Saat MONITOR Group Tebar Berkah di Bulan Ramadhan Buat Penguna Jalan