PANDEGLANG, warta-kota.com – Fenomena tak terduga menghiasi awal tahun 2026 di sepanjang pesisir Pantai Selat Sunda, khususnya di wilayah Kabupaten Pandeglang. Sejak tiga hari yang lalu, sekelompok warga menemukan banyak kayu gelondongan yang hanyut dan terdampar di pantai, yang kemudian menjadi objek perebutan bagi sebagian masyarakat setempat.
Keterangan ini disampaikan langsung oleh Iang (50), warga Kampung Kubang, Desa Pejamben, Kecamatan Carita, saat ditemui wartawan di kawasan pesisir Pantai Laguna, Kecamatan Carita pada hari Senin (05/01/2026).
“Sekitar tiga hari yang lalu sampai saat ini, banyak kayu gelondongan yang hanyut dan terdampar di pantai. Mulai dari yang kecil hingga yang berukuran cukup besar,” ucapnya saat diminta memberikan tanggapan terkait fenomena yang terjadi.
Menurut Iang, yang bekerja sebagai nelayan pemancing ikan di wilayah tersebut, hamparan kayu yang menyebar di permukaan pasir dan area dekat garis pantai memiliki variasi ukuran dan bentuk yang beragam. Mulai dari potongan ranting pohon yang relatif kecil, hingga gelondongan batang kayu yang memiliki dimensi cukup besar, serta beberapa lempengan papan yang tampak seperti berasal dari konstruksi bangunan.
“Untuk gelondongan batang kayu yang paling besar, perkiraan panjangnya mencapai 5 hingga 6 meter, dengan diameter sekitar 50 sampai 100 sentimeter. Selain itu, kami juga menemukan banyak potongan papan dan bahkan beberapa bagian kusen rumah yang tampak telah terlepas dari strukturnya,” imbuhnya menjelaskan detail kondisi kayu yang terdampar.
Pantauan langsung di lokasi menunjukkan bahwa sebagian besar kayu dan gelondongan batang pohon telah dikelompokkan dan diikat dengan tali oleh beberapa pihak, menjadi tanda bahwa barang tersebut telah diperoleh dan akan dimanfaatkan sesuai kebutuhan masing-masing. Beberapa warga yang ditemui menyatakan bahwa kayu tersebut dapat dimanfaatkan untuk bahan konstruksi rumah, pembuatan peralatan rumah tangga, atau bahkan dijual untuk mendapatkan tambahan pendapatan.
Namun, kondisi tersebut memberikan dampak yang berbeda bagi para wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan pantai. Bayu (38), warga Kabupaten Lebak yang berlibur dari Rangkas Bitung, mengaku merasa sedikit kecewa saat menemukan kondisi pantai yang tidak seperti biasanya.
“Niatnya sih cuma mau liburan dan menikmati suasana pantai di sini, tapi ya sedikit terganggu dengan banyaknya potongan kayu yang tersebar di seluruh area Pantai Laguna. Harapannya, pihak berwenang bisa menangani kondisi ini agar keindahan pantai kembali terjaga,” ucapnya dengan nada khawatir.
Penelusuran lebih lanjut yang dilakukan tim warta-kota.com mencakup beberapa titik lokasi wisata di dua kecamatan berbeda, mulai dari Pantai Laguna di Kecamatan Carita, hingga wilayah pesisir Pantai Teluk dan Pantai Cigondang. Hasil pantauan menunjukkan bahwa sebaran dan tumpukan kayu gelondongan ditemukan di setiap lokasi yang dikunjungi, dengan intensitas yang bervariasi tergantung pada kondisi pantai dan arah aliran air.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari sumber warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, kayu gelondongan tersebut diperkirakan berasal dari arah Pulau Sumatera. Menurutnya, kayu tersebut terbawa arus badai yang terjadi di penghujung tahun 2025, sebelum akhirnya terdampar di sepanjang pesisir Pantai Selat Sunda pada awal tahun 2026. Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak dinas terkait mengenai sumber pasti kayu gelondongan tersebut dan langkah yang akan diambil untuk menangani kondisi pantai yang terpengaruh.
(YNA)















